Guru Besar bidang ilmu Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Euis Nurlaelawati, bersama tim peneliti berhasil meraih pendanaan bergengsi MoRA The Awakened and Indonesia Research (AIR) Funds 2025 dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Pendanaan ini diperoleh melalui penelitian berjudul “Legal Advocacy and Pursuit of Justice on Gender and Religion: Roles of Mediators, Lawyers, and Legal Experts at Indonesia’s Islamic Courts.”
Prof. Euis menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang ketat, baik secara akademik maupun administratif. “Kami merasa senang dan bangga karena proposal penelitian ini dipertimbangkan dan dinilai layak oleh LPDP untuk didukung melalui MoRA The AIR Funds. Prosesnya sangat komprehensif, mulai dari pemenuhan dokumen akademik hingga wawancara mendalam dengan para reviewer yang kompeten,” ujarnya.
Ia melanjutkan, penelitian ini menitikberatkan pada advokasi hukum dengan menelaah pemahaman serta praktik para pengacara, mediator, dan saksi ahli dalam penyelesaian perkara hukum keluarga di peradilan agama, khususnya yang berkaitan dengan keadilan gender dan perlindungan nilai-nilai keagamaan.
Selain Prof. Dr. Euis Nurlaelawati, riset kolaboratif ini melibatkan sejumlah dosen UIN Sunan Kalijaga, antara lain Prof. Lindra Darnela dan Dr. Muhrisun, serta peneliti dari luar UIN Sunan Kalijaga. Ia berharap penelitian ini mampu memberikan kontribusi teoretis yang signifikan, sekaligus menghadirkan data dan analisis yang kuat sebagai basis pengembangan kebijakan hukum serta penguatan praktik transaksi hukum keluarga yang berkeadilan.
Selain itu, capaian serupa juga diraih oleh Dosen Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, Dr. Astri Hanjarwati, S.Sos., M.A., bersama timnya melalui riset Inovasi Media Literasi Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal. Menurutnya, pendanaan MoRA The AIR Funds merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab akademik yang besar.
“Melalui riset ini, kami berupaya memperkuat implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana yang kontekstual, inklusif, dan berbasis pengetahuan lokal,” jelasnya.
Dukungan Kementerian Agama tersebut dinilai menjadi penguatan strategis bagi keberlangsungan dan pengembangan berbagai penelitian strategis. Sejalan dengan itu, peran LPPM UIN Sunan Kalijaga melalui mekanisme pendampingan yang sistematis dan berkelanjutan juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas dan daya saing riset akademisi UIN Sunan Kalijaga, sehingga mampu mengakses pendanaan riset bergengsi dan menghasilkan luaran ilmiah yang berpotensi memberikan dampak kebijakan dan sosial yang terukur.