WhatsApp Image 2026-03-04 at 10.35.21.jpeg

Rabu, 04 Maret 2026 10:42:00 WIB

0

Minutes of Barakah: Dosen Biologi UIN Sunan Kalijaga Ungkap Filosofi Kehidupan Tumbuhan

Di tengah kesibukan manusia menjalani kehidupan modern, alam sering kali hanya dipandang sebagai latar dari aktivitas sehari-hari. Padahal, jika diperhatikan lebih dalam, alam menyimpan pelajaran yang tidak sederhana, tentang keteraturan, keseimbangan, dan tujuan penciptaan. Dari sebutir biji yang kecil hingga menjadi pohon yang tumbuh sempurna, tumbuhan menghadirkan gambaran tentang bagaimana kehidupan berjalan dalam sistem yang rapi dan penuh makna.

Gagasan tersebut disampaikan oleh dosen Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dias Idha Pramesti, S.Si., M.Si., dalam Minutes of Barakah, bagian dari rangkaian Ramadan bil Jamiah, Selasa (3/3/2026) mengangkat tema “Islam dan Biologi: Memaknai Filosofi Tumbuhan.”

Menurut Dias, keberadaan tumbuhan merupakan salah satu tanda kebesaran dan kesempurnaan nikmat Allah di muka bumi. Tumbuhan tidak hanya hadir dalam keragaman bentuk dan jenis, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa untuk menopang kehidupan berbagai makhluk hidup, mulai dari manusia hingga hewan.

“Dari biji yang kecil itu, kehidupan tumbuhan dimulai. Setiap bagian memiliki perannya masing-masing. Akar berfungsi menyerap air dan nutrisi dari tanah, sementara daun menangkap cahaya matahari sekaligus menjadi tempat berlangsungnya proses fotosintesis,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses tersebut berlangsung secara sistematis dan rapi. Tidak ada satu bagian pun yang bekerja tanpa tujuan. Setiap unsur dalam tubuh tumbuhan saling terhubung dan saling mendukung untuk memastikan kehidupan dapat berlangsung dengan baik.

Menurutnya, keteraturan tersebut bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Dalam perspektif keimanan, seluruh proses itu merupakan bagian dari kehendak dan pengaturan Tuhan. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-A’la ayat 2–3 yang menyebutkan bahwa Allah menciptakan, lalu menyempurnakan ciptaan-Nya,

Melalui ayat tersebut, Dias mengajak kita semua untuk melihat alam sebagai sumber pembelajaran spiritual sekaligus ilmiah. Alam “Tidak ada penciptaan yang sia-sia. Dari tumbuhan kita belajar bahwa setiap kehidupan memiliki tujuan dan keteraturan,” katanya.

Pelajaran dari alam juga, ujar Dias dapat menjadi refleksi bagi manusia. Jika tumbuhan saja memiliki sistem yang begitu rapi dan terarah, maka manusia sebagai makhluk yang diberi akal dan kesadaran seharusnya mampu memahami tujuan penciptaannya.

Dalam pandangan Islam, tujuan utama manusia adalah beribadah kepada Allah. Karena itu, mempelajari alam tidak hanya memperkaya pengetahuan ilmiah, tetapi juga dapat memperkuat keimanan.

Melalui kegiatan Minutes of Barakah, UIN Sunan Kalijaga berupaya menghadirkan ruang refleksi yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritual. Diskusi tersebut menjadi pengingat bahwa sains dan agama bukan dua hal yang terpisah, melainkan dua jalan yang dapat saling melengkapi dalam memahami kehidupan.

Dari sebutir biji hingga menjadi pohon yang tumbuh sempurna, tumbuhan mengajarkan bahwa kehidupan selalu berjalan dalam keteraturan yang telah ditetapkan. Dan dari keteraturan itulah manusia diajak untuk merenungkan kebesaran Sang Pencipta, sekaligus menemukan makna yang lebih dalam dalam perjalanan hidupnya.(humassk)