Pusat Pengembangan Karier dan Tracer Study (CENDI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyerahkan Buku Kalijaga Tracer Study 2025 kepada Rektor, Prof Noorhaidi Hasan, pada Rabu (4/3/2026) di Ruang Rektor Gedung PAU. Penyerahan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat sistem penjaminan mutu berbasis data serta evaluasi berkelanjutan terhadap capaian lulusan.
Buku tersebut diserahkan langsung oleh Direktur CENDI, Noor Saif Muhammad Musafi, Ph.D. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa tracer study merupakan instrumen strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai laporan administratif, tetapi juga menjadi dasar refleksi institusional untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Salah satu capaian penting dalam Tracer Study 2025 adalah tingkat respons alumni yang mencapai sekitar 76 persen dari total sasaran. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menunjukkan meningkatnya partisipasi serta kepedulian alumni terhadap pengembangan almamater.
“Capaian respons ini menunjukkan meningkatnya kesadaran alumni terhadap pentingnya tracer study sebagai bagian dari kontribusi mereka dalam pengembangan almamater. Partisipasi yang tinggi membuat data yang dihasilkan semakin representatif dan akurat,” jelas Noor Saif.
Tingginya response rate ini sekaligus memperkuat validitas data sebagai dasar perumusan kebijakan akademik dan pengembangan program universitas ke depan.
Dari sisi transisi ke dunia kerja, rata-rata masa tunggu alumni untuk memperoleh pekerjaan tercatat 8,8 bulan setelah kelulusan. Data ini memberikan gambaran tentang dinamika serapan lulusan di pasar kerja sekaligus menjadi indikator penting dalam evaluasi kesiapan kompetensi mahasiswa.
Selain itu, sebanyak 46 persen alumni yang telah bekerja memperoleh penghasilan di atas Upah Minimum Provinsi (UMP). Capaian ini menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan mampu bersaing dan memperoleh posisi yang relatif kompetitif di dunia kerja.
Secara umum, 69 persen alumni tercatat telah berkarya, baik sebagai karyawan/profesional, wirausahawan, maupun melanjutkan studi. Dari jumlah tersebut, 54 persen bekerja sebagai karyawan atau profesional di berbagai sektor, sementara sisanya memilih jalur kewirausahaan dan studi lanjut. Adapun 31 persen lainnya belum bekerja pada saat survei dilakukan.
Komposisi ini memperlihatkan bahwa lulusan UIN Sunan Kalijaga tidak hanya terserap di dunia kerja formal, tetapi juga menunjukkan dinamika pilihan karier yang beragam, termasuk pengembangan usaha mandiri dan peningkatan kualifikasi akademik.
Rektor menyampaikan apresiasi atas kerja CENDI dalam mendokumentasikan hasil tracer study secara komprehensif.
“CENDI telah melakukan yang terbaik dalam mendokumentasikan hasil tracer study 2025. Tentunya ini akan menjadi dasar bagi kami untuk mengambil kebijakan-kebijakan terkait pengembangan universitas,” ungkapnya.
Menurutnya, data tracer study memiliki peran penting dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), terutama dalam penguatan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan layanan penguatan karier mahasiswa.
Dengan diterimanya Buku Kalijaga Tracer Study 2025 ini, UIN Sunan Kalijaga kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat daya saing lulusan, serta memastikan proses akademik yang adaptif terhadap tantangan dan kebutuhan zaman.(humassk)