Upaya Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk membuka Fakultas Kedokteran memasuki tahap penting. Kampus ini dijadwalkan menjalani evaluasi lapangan usul pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Profesi Dokter pada Rabu (11/3/2026). Menjelang proses visitasi tersebut, berbagai persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, hingga penguatan jejaring layanan kesehatan.
Rektor UIN Sunan Kalijaga menyampaikan bahwa Upaya pendirian Fakultas Kedokteran merupakan bagian dari ikhtiar besar kampus untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia berharap seluruh rangkaian proses evaluasi dapat berjalan lancar sehingga rencana pendirian fakultas tersebut dapat segera terwujud dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas.
Menjelang visitasi, pihak universitas juga memastikan suasana kampus tetap kondusif selama kegiatan berlangsung. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof. Dr. Abdur Rozaki, menekankan pentingnya koordinasi lintas unit agar seluruh rangkaian kegiatan evaluasi berjalan tertib, baik di dalam ruangan maupun di lingkungan kampus secara keseluruhan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Istiningsih, menjelaskan bahwa pelaksanaan evaluasi juga akan melibatkan sejumlah mitra layanan kesehatan. Selain peserta yang hadir langsung di kampus, sejumlah pihak juga akan mengikuti proses evaluasi melalui telekonferensi, termasuk di beberapa fasilitas kesehatan yang menjadi jejaring pendidikan, seperti Rumah Sakit Pendidikan Utama yang dalam hal ini Adalah RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, serta Puskesmas di wilayah Depok dan Gondokusuman,
Secara teknis, berbagai kebutuhan akademik telah dipersiapkan secara matang. Universitas menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran kedokteran yang mencakup laboratorium anatomi, biokimia, patologi klinik, mikrobiologi-parasitologi, fisiologi, histologi-patologi anatomi, biomolekuler, farmakologi, hingga laboratorium keterampilan klinik, kesehatan masyarakat, dan bioetik. Selain itu, ruang kelas, ruang dosen, ruang baca, serta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran juga telah disiapkan untuk mendukung proses pendidikan kedokteran secara komprehensif.
Persiapan tidak hanya menyangkut infrastruktur. Kampus juga telah menyiapkan sumber daya manusia yang meliputi calon dosen, tenaga laboran, hingga tenaga kependidikan yang akan mendukung operasional program studi. Sejumlah aspek teknis bahkan dipersiapkan melebihi standar kebutuhan minimum, sebagai bagian dari komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan kedokteran yang berkualitas.
Sejumlah tahapan strategis telah ditempuh secara sistematis, mulai dari workshop penyusunan kurikulum, bimbingan teknis, hingga berbagai forum akademik lainnya. Seluruh proses tersebut dilakukan dengan pendampingan dari kampus pendamping, yakni Universitas Diponegoro, yang secara terbuka memberikan dukungan dan asistensi dalam proses pendirian Fakultas Kedokteran di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Selain itu, tahapan penting juga telah dilalui melalui visitasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil dari proses tersebut adalah terbitnya rekomendasi serta izin dari Menteri Kesehatan sebagai salah satu prasyarat utama untuk melanjutkan tahapan pendirian Fakultas Kedokteran.
Kehadiran Fakultas Kedokteran di UIN Sunan Kalijaga akan mengusung pendekatan promotif dan preventif, dengan fokus unggulan pada kesehatan geriatri, khususnya aspek musculoskeletal. Orientasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi demografis Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki proporsi penduduk lanjut usia sangat tinggi, yakni mencapai 16%, lebih tinggi dari rata-rata ansional yang sekitar 12%.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi klinis, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap persoalan kesehatan masyarakat yang berkembang, terutama terkait pelayanan kesehatan bagi lansia.
Selain itu, pendirian Fakultas Kedokteran juga dipandang sebagai bagian dari kontribusi universitas dalam menjawab kebutuhan tenaga dokter Indonesia. Hingga kini, distribusi dokter di Indonesia masih belum merata, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan.
Karena itu, pembukaan fakultas ini tidak semata dimaksudkan untuk menambah unit akademik baru, melainkan sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan kedokteran sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menatap tahap evaluasi lapangan dengan penuh optimisme. Tahap ini menjadi penanda penting dari perjalanan panjang menuju berdirinya Fakultas Kedokteran, sebuah langkah yang tidak ditempuh secara singkat, melainkan melalui proses yang matang dan kolaboratif. (humassk)