1002041002.jpg

Sabtu, 25 April 2026 17:35:00 WIB

0

IKA SUKA Gelar Reuni dan Munas, Perkuat Konsolidasi Alumni dan Peran Organisasi di Era Digital

Di tengah arus perubahan yang kian cepat, kekuatan sebuah perguruan tinggi tidak lagi hanya bertumpu pada ruang kelas, melainkan pada jejaring alumninya. Itulah yang terasa dalam Reuni dan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Keluarga Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (IKA SUKA) yang digelar di Convention Hall kampus, Sabtu (25/4/2026).


Dengan mengusung tema “Memperkuat konsolidasi untuk mengoptimalkan potensi alumni dan meningkatkan peran organisasi di era digitalisasi,” kegiatan ini tidak berhenti sebagai ajang temu kangen, melainkan menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan kembali peran alumni dalam lanskap digital yang terus bergerak.


Reuni menjadi pintu awal yang mempertemukan kembali ingatan kolektif tentang ruang belajar, nilai, dan perjalanan intelektual yang pernah ditempuh para alumni yang kini tersebar di berbagai medan pengabdian. Dari titik temu itulah, Munas mengambil peran lebih strategis. yakni memilih kepemimpinan baru sekaligus mempertegas arah organisasi lima tahun ke depan. 


Kegiatan ini turut dihadiri Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof, Noorhaidi Hasan, bersama para Wakil Rektor, pimpinan universitas, serta guru besar di lingkungan kampus. Ratusan alumni lintas generasi juga hadir, mencerminkan kuatnya jejaring dan kontribusi alumni di berbagai sektor.


Ketua Panitia, Abdullah Hanip, menyebut kehadiran para alumni dari berbagai sektor sebagai potret konkret luasnya spektrum kontribusi lulusan UIN Sunan Kalijaga, salah satu PTKIN tertua yang berdiri tahun 1951. 

 Sejumlah alumni yang hadir di antaranya berasal dari berbagai posisi strategis nasional, seperti Hakim Agung Mahkamah Agung R.I. Imran Rosyadi, Anggota DPR RI Kaisah Abi Hanifah, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Waryono Abdul Ghofur; Rektor UIN Ponorogo Prof. Evi Muafiah, Rektor UIN Loksmawe Prof. Danial, bersama alumni lain yang berkiprah di berbagai bidang pengabdian.


Selain itu, terdapat pula alumni yang berkiprah sebagai direktur di sektor teknologi informasi pada BPJS Kesehatan, komisioner di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), pimpinan di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Stafsus Kementerian, serta berbagai lini pengabdian lainnya,

Dalam kesemparan yang sama, Sekretaris Jenderal IKA SUKA, Prof. Abdur Rozaki, menegaskan bahwa konsolidasi yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil. Kepengurusan alumni kini tersebar di sedikitnya 11 provinsi dan puluhan kabupaten/kota, dengan berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari Pekan Budaya Nusantara hingga deklarasi organisasi di sejumlah daerah. Namun, menurutnya, tantangan ke depan bukan lagi sekadar memperluas jaringan, melainkan memastikan kebermanfaatannya terasa nyata bagi masyarakat.

Nada serupa disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan. Ia melihat konsolidasi alumni sebagai bagian penting dari upaya menjaga sekaligus meningkatkan kontribusi kampus. “Kami berharap peran serta alumni dalam memajukan kampus ini akan terus meningkat, seiring upaya kita semua untuk menjaga reputasi, kontribusi, dan dampak kampus ini bagi masyarakat dan dunia,” ujarnya,

Dalam beberapa tahun terakhir, UIN Sunan Kalijaga mencatat penguatan posisi di tingkat global dalam bidang studi keagamaan, hukum, dan filsafat. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kontribusi ekosistem yang lebih luas, termasuk alumni yang terus berupaya membawa kampus ini menjadi perguruan tinggi unggul bereputasi global.

Ia juga menegaskan sejumlah agenda strategis kampus, mulai dari pengembangan program studi baru, penguatan riset, hingga pendirian Fakultas Kedokteran  dan pengembangan Kampus II. Seluruhnya membutuhkan dukungan jejaring yang solid, dan kehadiran alumni dalam menyokong perkembangan kampus untuk kemaslahatan bersama menjadi sangat bermakna.

Pembukaan Munas ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor bersama Ketua IKA SUKA, Syaiful Bahri Anshori. Munas dilanjutkan dengan sidang pleno dan komisi yang menjadi ruang perumusan langkah konkret dan arah organisasi ke depan. Melalui proses tersebut, IKA SUKA berkomitmen semakin berperan sebagai kekuatan strategis yang tidak hanya mempererat jejaring alumni, tetapi juga memberi dampak yang lebih luas.

Pada akhirnya, reuni ini bukan tentang kembali ke masa lalu, melainkan tentang meneguhkan peran di masa depan. Sebab kampus selain  hidup dari gedung, SDM,  dan kurikulum, juga dari jejak para alumninya yang terus bergerak, membawa nama, nilai, dan membawa reputasi di ruang-ruang yang lebih luas.(humassk)