1002073005.jpg

Rabu, 13 Mei 2026 14:05:00 WIB

0

FITK UIN Sunan Kalijaga Perkuat Kompetensi Mahasiswa dalam Sintesis Data dan Penulisan Systematic Review

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus melanjutkan penguatan kapasitas metodologi penelitian mahasiswa pascasarjana melalui rangkaian Workshop Systematic Literature Review (SLR) yang berlangsung secara hybrid pada 11–13 Mei 2026 di Ruang Layanan Penelitian, Penulisan Akademik, dan Publikasi Mahasiswa Pascasarjana FITK Kampus Sambilegi.


Kegiatan ini diikuti oleh berbagai program studi magister dan doktor. Workshop difokuskan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam melakukan kajian literatur secara sistematis, kritis, dan berbasis metodologi ilmiah.

Ketua Layanan Penelitian, Penulisan Akademik, dan Publikasi Mahasiswa Pascasarjana FITK, Jamil Suprihatiningrum, Ph.D., menjelaskan bahwa kemampuan melakukan literature review secara mendalam menjadi kebutuhan penting dalam penelitian pascasarjana saat ini.

Menurutnya, systematic review tidak hanya membantu peneliti memahami perkembangan riset, tetapi juga memperkuat argumentasi akademik dalam menemukan research gap dan membangun novelty penelitian.

“Di level pascasarjana, terutama doktoral, literature review seharusnya tidak lagi sekadar merangkum teori. Review harus dilakukan secara sistematis dan mampu menunjukkan posisi penelitian secara jelas dan akademik,” ujarnya.

Pada hari pertama workshop, peserta mendapatkan materi dari Yuyun Libriyanti, M.Pd., periset BRIN, yang membahas konsep dan desain systematic review, mulai dari jenis-jenis literature review hingga penyusunan protokol SLR.

Hari berikutnya dilanjutkan oleh Aris Armeth Daud Al Kahar, M.Pd., dengan materi Search Strategy dan Screening. Peserta mempelajari teknik penyusunan Boolean search, strategi pencarian artikel di database ilmiah internasional, serta proses screening artikel menggunakan pendekatan PRISMA 2020.

Sementara itu, sesi hari ketiga yang menghadirkan Asriana Harahap, M.Pd. dari UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary menjadi salah satu bagian yang paling banyak mendapat perhatian peserta. sesi ini membahas Data Extraction dan Sintesis Temuan dalam systematic review.

Dalam pemaparannya, Asriana menekankan bahwa salah satu kelemahan utama mahasiswa dalam melakukan systematic review adalah ketidakmampuan mengolah hasil review menjadi sintesis akademik yang utuh dan analitis. Banyak peneliti berhenti pada tahap merangkum isi artikel tanpa mampu membangun pola, tema, dan argumentasi ilmiah dari temuan-temuan yang telah dikaji.

“Systematic review bukan sekadar mengumpulkan artikel atau membuat tabel penelitian terdahulu. Yang paling penting adalah bagaimana peneliti mampu membaca pola, membangun sintesis, dan menghasilkan pemahaman baru dari penelitian yang direview,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proses data extraction harus dilakukan secara sistematis agar informasi penting dari setiap artikel dapat dianalisis secara lebih terstruktur. Peserta diperkenalkan pada teknik penyusunan tabel evidence, identifikasi tema-tema penelitian, hingga sintesis naratif dan tematik dalam systematic review.

Menurut Asriana, kemampuan melakukan sintesis temuan menjadi bagian penting dalam menghasilkan artikel review yang kuat dan berpotensi dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.

“Banyak mahasiswa sebenarnya sudah mampu mencari artikel, tetapi kesulitan saat masuk ke tahap sintesis. Padahal di sinilah kontribusi ilmiah systematic review benar-benar terlihat,” tambahnya.

Pada sesi praktik, peserta secara langsung melakukan ekstraksi data dari artikel ilmiah, menyusun tabel evidence, dan mencoba mengembangkan sintesis temuan berdasarkan tema-tema yang muncul dari hasil review.  

Diskusi berlangsung aktif sepanjang sesi. Peserta banyak mengajukan pertanyaan terkait cara menyusun sintesis tematik, membangun argumentasi akademik dari hasil review, hingga strategi menulis artikel SLR agar memiliki peluang publikasi yang lebih baik.

Salah satu peserta, Nur Hidayah, mengaku sesi hari ketiga menjadi bagian yang paling membuka pemahamannya tentang systematic review.

“Saya menjadi lebih memahami bahwa systematic review bukan hanya tentang mengumpulkan artikel, tetapi bagaimana menyusun sintesis yang kuat dan bermakna dari berbagai temuan penelitian,” ungkapnya.

Kegiatan ini mempertegas penguatan kapasitas metodologis mahasiswa pascasarjana FITK UIN Sunan Kalijaga dalam mengelola kajian literatur secara lebih terstruktur dan analitis. Kemampuan tersebut menjadi landasan penting dalam menghasilkan karya ilmiah yang lebih solid, baik dalam penyusunan tesis, disertasi, maupun publikasi pada tingkat internasional.(humask)