Di era media digital yang bergerak serba cepat, komunikasi publik kini tidak lagi sekadar fungsi pelengkap sebuah institusi, melainkan menjadi salah satu pekerjaan pokok kehumasan modern. Kampus dituntut untuk menghadirkan narasi yang kreatif, relevan, dan dekat dengan publik melalui berbagai platform digital. Di titik inilah generasi muda dengan kreativitas digitalnya menjadi penting untuk dilibatkan.
Kesadaran tersebut yang mendorong Humas pada Biro Administrasi Umum dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka ruang magang kehumasan bagi mahasiswa aktif UIN Sunan Kalijaga. Melalui Technical Meeting Mahasiswa Magang Kehumasan yang berlangsung di Ruang Rapat PAU Lt 3, Selasa (19/5/2026), puluhan mahasiswa diperkenalkan pada wajah baru dunia humas yang kini semakin dekat dengan industri kreatif digital.
Mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai digital native dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung penguatan komunikasi publik kampus, khususnya dalam produksi berbagai output media digital seperti konten media sosial, fotografi, videografi, desain grafis, hingga konten audiovisual kreatif.
Ketua Tim Humas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, RTM. Maharani, menjelaskan bahwa humas pada dasarnya bukan hanya pekerjaan segelintir orang di sebuah unit kerja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.
“Humas adalah wajah institusi yang secara profesi dikerjakan oleh segelintir orang. Namun pada dasarnya semua pihak yang terkait dengan UIN Sunan Kalijaga adalah humas, baik mahasiswa, dosen, maupun alumni,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kehumasan modern saat ini bergerak jauh lebih dinamis dibanding sebelumnya. Kehumasan tidak lagi hanya berkutat pada publikasi formal, tetapi juga bagaimana membangun persepsi publik, menjaga etika komunikasi, serta menghadirkan informasi yang mampu menjangkau masyarakat secara luas melalui media digital.
Karena itu, keterlibatan mahasiswa menjadi penting, terutama karena mereka memiliki kedekatan dengan perkembangan tren media sosial dan budaya komunikasi digital yang terus berubah.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa kerja kreatif juga membutuhkan komitmen dan kedisiplinan. Karena itu magang ini bukan hanya soal teknis produksi konten, tetapi juga tentang bagaimana mengelola informasi publik secara profesional,” jelasnya.
Dalam kesempatan sama, staf Humas Novi Astuti turut menjelaskan mekanisme magang yang dirancang berbasis proyek kreatif. Mahasiswa nantinya akan terlibat langsung dalam proses produksi media visual dan audiovisual kehumasan kampus yang dijadwalkans elama 4 bulan ke depan.
Pola magang ini diharapkan mampu memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai ritme kerja komunikasi publik profesional yang menuntut kreativitas sekaligus tanggung jawab.
Sementara itu, Pranata Humas Ahli Muda Faozi Barkah menyoroti perubahan kebutuhan dunia kerja saat ini yang semakin menuntut kemampuan multidisipliner. Menurutnya, kemampuan akademik perlu diperkuat dengan skill penunjang yang relevan dengan perkembangan media digital.
Sedangkan pembahasan pedoman Magang bagi mahasiswa di humas disampaikan oleh Ira Nurhasanah. Ia menilai, pengalaman magang kehumasan dapat menjadi ruang belajar strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi digital yang saat ini semakin dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan.
Melalui program tersebut, Humas UIN Sunan Kalijaga tidak hanya membuka ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga berupaya membangun ekosistem komunikasi publik kampus yang lebih adaptif, kreatif, dan dekat dengan generasi digital masa kini.(humassk)