Sosok Novia Intan Maharani
tampil sebagai salah satu lulusan inspiratif dalam wisuda di Program Magister
Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga. Ia tidak
hanya meraih predikat cum laude,
tetapi juga dinobatkan sebagai lulusan
terbaik tercepat dengan masa studi 1 tahun 11 bulan dan IPK
3,89.
Lahir di Bojonegoro sebagai
putri bungsu dari enam bersaudara, Novia tumbuh dari keluarga pasangan almarhum
Bapak Tansiyoto dan almarhumah Ibu Maspiani Al Nurtidjah. Di balik kesibukannya
sebagai ibu rumah tangga, ia menyimpan rekam jejak profesional yang tak
biasa—aktif sebagai konsultan dan tenaga ahli dalam berbagai kajian strategis
nasional.
Sejak 2023, Novia telah terlibat dalam sejumlah proyek penting, di antaranya sebagai tim penyusun kajian Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) terkait bahan baku baja dan aluminium, hingga kajian pengadaan kapal selam Scorpene untuk TNI AL. Tak hanya itu, ia juga berkontribusi dalam penyusunan Rencana Teknokratik RPJMN 2025–2029 di Bappenas, sebuah dokumen strategis yang menjadi arah pembangunan nasional lima tahunan.
Kariernya terus berkembang. Pada 2025, ia dipercaya sebagai bagian dari tim studi manajemen risiko industri amunisi, dan setahun berikutnya ia terlibat dalam kajian sistem jaringan komunikasi TNI serta penguatan tata kelola industri pertahanan dan ketahanan siber. Jejak ini menunjukkan konsistensi Novia dalam bidang pertahanan, keamanan nasional, dan perencanaan makro.
Namun di balik capaian tersebut,
ada perjuangan yang tidak sederhana. Novia menjalani studi magister setelah
sempat vakum dari dunia kerja untuk fokus menjadi ibu. Ia memanfaatkan waktu
malam hari, saat anak dan suaminya beristirahat, untuk belajar, mengerjakan
tugas, hingga menyelesaikan pekerjaan konsultasinya. Di sela waktu luang, ia
juga menyalurkan minatnya dalam menulis.
“Tidak ada yang menghalangi
untuk tetap berkontribusi bagi bangsa dan negara,” menjadi prinsip yang ia
pegang teguh.
Menurutnya, pengalamannya
menuntut ilmu di UIN Sunan Kalijaga memberikan perubahan besar dalam cara
berpikirnya. Ia ditempa untuk lebih kritis, percaya diri, dan mampu
menyampaikan gagasan secara terstruktur di ruang publik. Lingkungan akademik
mendorongnya untuk terus berkembang dan menampilkan versi terbaik dari dirinya.
Di luar dunia akademik dan
profesional, Novia adalah pribadi yang hangat dengan ketertarikan pada dunia
memasak, traveling, dan shopping, sebuah keseimbangan antara
kehidupan personal dan karier yang ia jalani dengan penuh kesadaran.
Menutup perjalanannya sebagai
mahasiswa, Novia menyampaikan pesan reflektif bagi para wisudawan. Menurutnya,
wisuda bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk kembali ke masyarakat dan
memberikan kontribusi terbaik.
Kisah Novia Intan Maharani
menjadi bukti bahwa ketekunan, manajemen waktu, dan komitmen pada tujuan dapat
membawa seseorang melampaui batasan peran dan keadaan. Dari ruang domestik
hingga meja strategis negara, ia menunjukkan bahwa perempuan mampu hadir dan
berpengaruh di keduanya sekaligus. (humassk)