Tingkat kehadiran peserta yang mencapai 94,6% pada pelaksanaan Tes Bakat Skolastik (TBS) Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Tahun 2026 menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya partisipasi peserta secara nasional, tetapi juga mempertegas kapasitas UIN Sunan Kalijaga sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam menghadirkan sistem asesmen yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia.
Pelaksanaan Tes Bakat Skolastik (TBS) BIB Tahun 2026 resmi ditutup pada Minggu (28/6) di Hotel Grand Rohan Yogyakarta. Kegiatan penutupan dihadiri Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga Prof. Moch. Sodik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof. Abdur Rozaki, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Prof. Erika Setyanti Kusumaputri, perwakilan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI Maria Ulfa, Ketua Applied Psychology Center (APC) Lisnawati, S.Psi., M.Psi., serta tim penyelenggara.
Dalam sambutannya, Prof. Moh. Sodik mengapresiasi seluruh panitia dan Puspenma atas suksesnya penyelenggaraan TBS BIB tahun ini. Menurutnya, pelaksanaan yang cukup dilakukan dalam satu gelombang menunjukkan adanya peningkatan kualitas koordinasi dan komunikasi dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jika sebelumnya penyelenggaraan dilakukan dua kali, tahun ini cukup satu kali pelaksanaan. Ini menunjukkan pola komunikasi yang makin matang, koordinasi yang makin baik, serta kualitas pelayanan yang makin profesional. Semangat sebagai khodimul ummah benar-benar tecermin dalam pelayanan kepada peserta," ujarnya.
Ia berharap kerja sama antara UIN Sunan Kalijaga dan Puspenma terus diperkuat sehingga dapat melahirkan berbagai kolaborasi strategis lain dalam bidang asesmen, pengembangan sumber daya manusia, maupun layanan pendidikan keagamaan.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof. Dr. Abdur Rozaki menilai tingginya angka partisipasi peserta menjadi bukti keberhasilan tata kelola penyelenggaraan.
“Tingkat partisipasi yang mencapai 94,6% menunjukkan bahwa koordinasi antara Puspenma dan APC UIN Sunan Kalijaga berjalan sangat baik. Responsivitas tim dalam mengelola komunikasi, mitigasi kendala, hingga pendampingan peserta menjadi faktor penting keberhasilan penyelenggaraan tahun ini,” katanya.
Menurut Prof. Rozaki, praktik baik tersebut perlu terus dilanjutkan dengan memperkuat prinsip akuntabilitas, profesionalisme, integrasi, dan transparansi agar kualitas penyelenggaraan makin meningkat.
Ia juga menyoroti karakteristik peserta Beasiswa Indonesia Bangkit yang didominasi kalangan santri. Kondisi tersebut menuntut strategi komunikasi yang berbeda dibandingkan program beasiswa lain seperti LPDP. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa standar mutu seleksi tetap menjadi prioritas utama.
“Negara membutuhkan sistem seleksi yang objektif. Apa pun latar belakang pesertanya, Tes Bakat Skolastik menjadi instrumen penting untuk memastikan penerima beasiswa memiliki kapasitas akademik terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, Dr. Siti Maria Ulfa, Ketua Tim Kerja Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan selaku perwakilan Puspenma, menyampaikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, berbagai langkah mitigasi yang dilakukan bersama APC mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan.
"Tahun ini penyelenggaraannya jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Mitigasi dilakukan sejak awal, termasuk strategi komunikasi khusus kepada peserta program santri melalui WhatsApp Blast, pembentukan grup koordinasi setiap ruang ujian, hingga koordinasi dengan pengasuh pondok pesantren," ujarnya.
Usai pelaksanaan tes, proses seleksi akan dilanjutkan dengan pemeringkatan hasil Tes Bakat Skolastik sebagai dasar penentuan penerima Beasiswa Indonesia Bangkit sesuai kuota yang telah ditetapkan.
Keberhasilan penyelenggaraan TBS BIB 2026 menegaskan peran UIN Sunan Kalijaga tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung tata kelola seleksi nasional yang berkualitas. Melalui kolaborasi lintas lembaga, penguatan kapasitas asesmen berbasis keilmuan, serta layanan yang profesional, UIN Sunan Kalijaga terus berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul bagi pembangunan Indonesia. (humassk)