WhatsApp Image 2026-07-06 at 10.30.49.jpeg

Senin, 06 Juli 2026 10:21:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Teguhkan Komitmen Ekoteologi dan SDGs melalui Gerakan Senin Bersih Jelang Pemberangkatan KKN

Komitmen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam membangun Green Campus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, salah satunya Gerakan Senin Bersih. Bagi UIN Jogja, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti membersihkan lingkungan kampus, melainkan bagian dari penguatan budaya akademik, implementasi ekoteologi, serta pengamalan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs). Menjelang pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti lebih dari tiga ribu mahasiswa serta dosen dan tenaga kependidikan, gerakan ini sekaligus menjadi media pembelajaran yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari karakter lulusan UIN Sunan Kalijaga.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Senin Bersih yang dilaksanakan pada Senin, (6/7/2026) di seluruh lingkungan kampus, berdasarkan Surat Edaran Rektor UIN Sunan Kalijaga Nomor 114.2 Tahun 2026. Kegiatan yang melibatkan lebih dari tiga ribu mahasiswa KKN, dosen, tenaga kependidikan, serta unsur pimpinan fakultas dan unit kerja untuk bersama-sama membersihkan lingkungan kampus sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian.

Surat edaran tersebut menegaskan ini merupakan implementasi komitmen UIN Sunan Kalijaga terhadap budaya kampus yang sehat, hijau, dan berkelanjutan melalui pendekatan ekoteologi. Pendekatan ini memandang pelestarian lingkungan bukan hanya sebagai tanggung jawab sosial, melainkan juga sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan yang menempatkan manusia sebagai khalifah yang berkewajiban menjaga keseimbangan alam.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa budaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan yang selama ini dibangun di kampus merupakan bagian dari komitmen universitas terhadap keberlanjutan. Berbagai ikhtiar tersebut juga telah memperoleh pengakuan di tingkat internasional melalui keikutsertaan UIN Sunan Kalijaga dalam UI GreenMetric serta capaian THE Impact Rankings pada kelompok peringkat 600–800 dunia. Meski demikian, ia menekankan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kontribusi universitas bagi masyarakat dan lingkungan.


Menjelang pemberangkatan KKN ini, Rektor mengajak mahasiswa memaknai berbagai capaian institusi tersebut sebagai kerangka berpikir dalam menjalankan pengabdian. Mahasiswa, menurutnya, harus mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak nyata sesuai kapasitas keilmuan yang dimiliki, sekaligus menjadi representasi nilai-nilai UIN Sunan Kalijaga di tengah masyarakat.

"Selamat menjalankan KKN. Jagalah nama baik almamater, junjung tinggi etika dalam pergaulan, hormati norma-norma kehidupan bermasyarakat, dan pegang teguh moralitas. Saya yakin Anda semua mampu mengemban misi ini," pesannya.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak berhenti pada aktivitas membersihkan lingkungan kampus. Seluruh peserta juga diajak menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, serta melakukan penataan ruang belajar dan fasilitas umum agar tetap bersih, rapi, dan nyaman. Dengan demikian, kerja bakti menjadi media edukasi sekaligus pembiasaan perilaku ramah lingkungan di lingkungan akademik.

“Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan dalam Gerakan Senin Bersih memiliki makna strategis. Sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat, mereka terlebih dahulu diajak membangun kesadaran bahwa pengabdian dimulai dari lingkungan sendiri. Nilai kepedulian terhadap kebersihan, disiplin, gotong royong, hingga tanggung jawab sosial menjadi bekal penting sebelum menjalankan program pemberdayaan di berbagai daerah,” ujar ketua LPPM, Dr. Abdul Qoyum.

Komitmen tersebut juga memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi yang secara konsisten mengintegrasikan nilai akademik dengan agenda pembangunan global. Melalui Gerakan Senin Bersih, UIN Sunan Kalijaga turut mengimplementasikan berbagai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan). Praktik-praktik keberlanjutan yang dilakukan secara konsisten inilah yang menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat kinerja keberlanjutan di tingkat global, sebagaimana tercermin dalam capaian UIN Sunan Kalijaga pada THE Impact Rankings dengan peringkat 600–800 dunia.

Pelaksanaan kegiatan juga menunjukkan sinergi lintas elemen kampus. Mahasiswa KKN didampingi dosen pembimbing lapangan (DPL), pimpinan fakultas, tenaga kependidikan, Bagian Umum, Cleaning Service, dan petugas keamanan bekerja secara terpadu mulai dari distribusi perlengkapan, pelaksanaan kerja bakti, pengumpulan sampah, hingga proses pengangkutan. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan budaya hijau di lingkungan kampus merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu unit tertentu.

Di tengah semakin menguatnya isu perubahan iklim dan keberlanjutan, gerakan seperti ini menjadi contoh bagaimana sebuah aktivitas sederhana dapat memiliki makna yang lebih luas. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, UIN Sunan Kalijaga membangun budaya kampus yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari identitas institusi.

Pada akhirnya, Gerakan Senin Bersih bukan hanya tentang membersihkan halaman kampus sebelum mahasiswa berangkat KKN. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan investasi nilai, menanamkan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, dan tanggung jawab ekologis merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dari kampus yang bersih lahir semangat pengabdian yang berkelanjutan, sekaligus mempertegas komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam mewujudkan Green Campus yang berlandaskan nilai-nilai ekoteologi dan berkontribusi nyata bagi masa depan yang berkelanjutan.(humassk)