1002237623.jpg

Sabtu, 11 Juli 2026 07:40:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Perkuat Kompetensi Dosen dalam Pengembangan Asesmen Pendidikan Kedokteran

Menerima mahasiswa angkatan perdana menandai dimulainya penyelenggaraan pendidikan kedokteran di UIN Sunan Kalijaga. Di balik itu, terdapat proses besar untuk memastikan seluruh sistem pembelajaran, sumber daya manusia, dan asesmen akademik siap diimplementasikan sesuai standar pendidikan kedokteran.


Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian Workshop Tutor Problem Based Learning (PBL) dan Instruktur Keterampilan Klinis Dasar (KKD). Workshop  dengan menghadirkan tim FK UNDIP ini menjadi bagian dari penguatan sistem pembelajaran yang mencakup perancangan proses belajar, pendampingan keterampilan klinis, hingga pengembangan sistem asesmen, sehingga dosen siap menjalankan berbagai peran strategis dalam mengimplementasikan kurikulum pendidikan kedokteran secara utuh.


Developing Blueprint of MCQ and MCQ Case Cluster Questions oleh dr. Lathifa Putry Fauzia, menjadi rangkaian yang diterima Dosen Prodi Kedokteran pada Jumat (10/7/2026). Dalam sesi ini, dosen mempelajari penyusunan blueprint sebagai landasan pengembangan soal Multiple Choice Questions (MCQ) dan Case Cluster yang mampu merepresentasikan capaian pembelajaran secara proporsional. Blueprint menjadi instrumen penting agar setiap butir soal mengukur kompetensi yang diharapkan, tidak hanya penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan menganalisis kasus dan mengambil keputusan klinis.

Penguatan sistem asesmen dilanjutkan melalui paparan Developing OSCE Blueprint and Rubrics yang disampaikan Prof. Dr. dr. Tri Nur Kristina, DMM., M.Kes. Ia menjelaskan bahwa Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode penilaian kompetensi klinis yang dirancang secara sistematis, objektif, dan selaras dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI).


Sementara itu, pada sesi How to be OSCE Examiners, dr. I Edward Kurnia Setiawan L., M.M., M.H.Kes., Sp.PK(K)., M.Si.Med. menekankan objektivitas merupakan prinsip utama dalam pelaksanaan OSCE sehingga setiap penguji harus berpedoman pada rubrik yang telah disepakati dan melakukan observasi secara utuh tanpa dipengaruhi penilaian subjektif.

dr. Edward menekankan, Ketika berperan sebagai penguji OSCE, dosen dituntut melakukan transformasi peran dari pembimbing menjadi pengamat yang fokus menilai pencapaian kompetensi mahasiswa berdasarkan instrumen yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, asesmen klinis harus memenuhi prinsip objektivitas, validitas, reliabilitas, konsistensi antarpenguji, keadilan, dan akuntabilitas.

Tidak berhenti pada penguatan konsep, para peserta juga mengikuti sesi simulasi pelaksanaan OSCE. Dalam simulasi tersebut, dosen bergantian berperan sebagai penguji dan mahasiswa sehingga dapat merasakan secara langsung dinamika ujian kompetensi klinis. Pengalaman ini membantu dosen memahami penerapan rubrik penilaian, mengasah kemampuan melakukan observasi secara objektif, serta memastikan proses asesmen berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.


Menutup kegiatan, Dosen Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga, Dr. Murtafiqoh Hasanah, menilai rangkaian workshop telah memperkuat kesiapan dosen dalam mengimplementasikan kurikulum, mulai dari proses pembelajaran hingga penyusunan sistem asesmen yang selaras dengan capaian pembelajaran.

"Seluruh materi yang disampaikan memberikan bekal yang sangat bermanfaat bagi kami, baik dalam menyusun instrumen asesmen maupun mempersiapkan proses pembelajaran. Kami optimistis rangkaian pembekalan ini menjadi fondasi yang kuat dalam menyambut Angkatan pertama Program Studi Kedokteran," tuturnya. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang telah mendampingi proses pendirian dengan penuh komitmen dan totalitas.

"Pendampingan yang diberikan tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik yang sangat berharga dalam mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan kedokteran di UIN Sunan Kalijaga. Semoga kolaborasi yang baik ini terus berlanjut dan semakin memperkuat pengembangan Program Studi Kedokteran ke depan," pungkasnya.

Penguatan kapasitas dosen pada aspek pembelajaran dan asesmen menjadi langkah strategis UIN Sunan Kalijaga dalam memastikan implementasi kurikulum pendidikan kedokteran berjalan secara optimal. Kurikulum tidak hanya ditentukan oleh kualitas desain pembelajaran, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia yang mengimplementasikannya. 

Karena itu, dosen memegang peran sentral dalam menerjemahkan kurikulum ke dalam proses pembelajaran yang efektif, pengalaman belajar yang bermakna, serta sistem asesmen yang mampu mengukur kompetensi mahasiswa secara komprehensif.

Penguatan kapasitas dosen dalam berbagai peran tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya akademik yang berkualitas sekaligus menegaskan komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk menghadirkan pendidikan kedokteran yang tertstandar dalam upaya menghasilkan lulusan dokter yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.(humassk)