WhatsApp Image 2026-07-23 at 16.30.05(1).jpeg

Kamis, 23 Juli 2026 15:46:00 WIB

0

Sosialisasi dan Doa Bersama di Pajangan Tandai Dimulainya Pekerjaan Jalan Akses Kampus II UIN Sunan Kalijaga

Upaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif sekaligus memperkuat integrasi ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan kian memasuki tahap nyata. Setelah lebih dari satu dekade dipersiapkan, pengembangan Kampus II di Pajangan, Bantul, resmi memasuki fase awal pembangunan melalui pekerjaan pengerasan tanah. Langkah ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan ikhtiar menghadirkan kawasan pendidikan masa depan yang dirancang untuk memperluas dampak tridarma perguruan tinggi bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai melalui Sosialisasi dan Doa Bersama Pekerjaan Pengerasan Tanah Kampus II UIN Sunan Kalijaga Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Joglo Pembangunan Kampus II, Pajangan, Bantul, Kamis (23/7/2026). Kegiatan dihadiri Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan beserta jajaran pimpinan universitas, Panewu Pajangan Anjar Arintaka, Lurah Guwosari Masduki Rahmad, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak yang sejak awal turut mengawal proses pengembangan Kampus II.


Hadirnya para pemangku kepentingan tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan Kampus II bukan lahir dari proses yang singkat. Ia merupakan buah dari ikhtiar panjang yang dibangun melalui kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan masyarakat sejak proses perencanaan , pembebasan lahan, daan saat ini memasuki fase pengerasan tanah.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menyampaikan bahwa dimulainya pekerjaan pengerasan tanah menandai babak baru perjalanan panjang pengembangan Kampus II yang telah dirintis sejak sekitar tahun 2012–2013. Setelah melalui berbagai proses, kawasan Pajangan dipilih sebagai lokasi pengembangan atas dukungan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang memandang wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kawasan yang memiliki prospek pertumbuhan di masa depan.


"Hari ini menjadi penanda bahwa mimpi panjang membangun kampus terpadu mulai diwujudkan secara nyata," ujar Rektor.

Ia menjelaskan, seluruh proses pengadaan lahan untuk Kampus II telah diselesaikan pada 2021. Tahapan yang kini dimulai berupa pekerjaan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan yang membelah kampus dari ujung barat sampai timur sebagai prasyarat utama sebelum pembangunan kawasan akademik dilakukan secara bertahap.

“Pengembangan infrastruktur dasar tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan pendidikan yang dirancang mampu mengakomodasi kebutuhan UIN Sunan Kalijaga dalam jangka panjang, baik untuk penyelenggaraan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.


Dalam kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Biro AUK Dr. Ali Sodiq tersebut, Rektor menyampaikan, bahwa pada tahap awal, universitas akan pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas akademik unit lain sesuai perkembangan institusi. Selanjutnya, pembangunan kawasan Kampus II akan dilaksanakan secara bertahap mengikuti kesiapan program dan dukungan pemerintah.

"Sebagai bagian dari komitmen memulai pembangunan Kampus II, UIN Sunan Kalijaga menyiapkan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prasyarat pembangunan gedung pertama. Sesuai arahan Bappenas, tahap awal difokuskan pada pembangunan jalan akses sepanjang 475 meter dengan lebar 14 meter untuk membuka akses menuju kawasan pengembangan kampus." Katanya.

Bagi Prof. Noorhaidi, Kampus II bukan sekadar perluasan ruang fisik universitas. Kawasan ini diproyeksikan menjadi wajah baru UIN Sunan Kalijaga yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan keberlanjutan lingkungan melalui konsep forest campus.

"Dalam sepuluh tahun ke depan, insyaallah kawasan ini akan menjadi kawasan yang sangat indah. Konsepnya adalah forest campus, dengan tetap menjaga dan tidak mengubah kehijauan lingkungan yang sudah ada." katanya


Melalui konsep forest campus, pengembangan Kampus II dirancang agar pertumbuhan infrastruktur berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan. Pendekatan ini akan  menghadirkan kawasan akademik yang modern tanpa menghilangkan karakter hijau yang telah menjadi bagian dari kawasan tersebut.

Sementara itu, Lurah Guwosari Masduki Rahmad menilai perkembangan tersebut menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang selama bertahun-tahun menunggu realisasi Kampus II.


"Kami bersyukur karena pengembangan Kampus II kini memasuki tahap implementasi. Harapan kami, pembangunan ini tidak hanya memperkuat UIN Sunan Kalijaga sebagai institusi pendidikan, tetapi juga membuka peluang kemajuan bagi masyarakat Guwosari," katanya.

Ia optimistis kehadiran Kampus II akan membuka ruang kolaborasi yang semakin luas antara UIN Sunan Kalijaga dan masyarakat Guwosari, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan bersama melalui berbagai kontribusi yang saling menguatkan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan semangat gotong royong selama proses pembangunan sehingga setiap tahapan dapat dilaksanakan secara baik, harmonis, dan sesuai harapan bersama..


Rangkaian kegiatan berakhir dalam suasana khusyuk melalui doa bersama yang dipimpin KH. Agus Masruri, Prof. Maksudin, dan Dr. Habib Syakur. Bersamaan dengan dimulainya pembangunan fisik, terpatri pula harapan agar Kampus II kelak tidak hanya menghadirkan gedung-gedung baru, tetapi juga menumbuhkan peradaban ilmu yang menjadikan wahyu dan akal, dzikir dan pikir, berjalan beriringan untuk menerangi kehidupan..

Dimulainya pekerjaan pengerasan tanah menandai langkah awal pembangunan fisik Kampus II. Namun, lebih dari itu, momentum ini menjadi penegasan bahwa cita-cita UIN Sunan Kalijaga membangun kawasan pendidikan terpadu yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat kini mulai memasuki fase implementasi.

Kampus II ini juga diproyeksikan sebagai episentrum kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat yang memperkuat peran UIN Sunan Kalijaga dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berdampak, dan bereputasi global.(humassk)