Hubungan antarnegara tidak selalu dibangun melalui pertemuan para diplomat atau meja perundingan. Di era pendidikan global, diplomasi justru lahir dari ruang-ruang belajar yang mempertemukan bahasa, pengetahuan, dan kebudayaan. Itulah yang kini sedang dipersiapkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Turkish Cooperation and Coordination Agency (TİKA), lembaga kerja sama pembangunan internasional Pemerintah Republik Turki.
Bukan sekadar membangun sebuah sudut perpustakaan, keduanya tengah merancang ruang yang diharapkan menjadi titik temu lahirnya kolaborasi akademik, riset, hingga pertukaran budaya antara Indonesia dan Turki.
Komitmen tersebut mengemuka saat delegasi TİKA mengunjungi UIN Sunan Kalijaga pada Selasa (21/7/2026) untuk meninjau progres pembangunan Turkish Corner di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga serta ruang kelas Bahasa Turki di Gedung Pusat Pengembangan Bahasa. Kedua fasilitas tersebut dipersiapkan sebagai pusat pembelajaran bahasa, literasi, dan pengenalan budaya Turki bagi sivitas akademika.
Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., selaku Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga menyambut kunjungan delegasi TİKA yang menandai berlanjutnya kerja sama strategis antara UIN Sunan Kalijaga dan Pemerintah Turki. Rangkaian kegiatan tersebut difasilitasi Center for Development of Cooperation and International Affairs (CDCIA)/ International Office. Begitu juga Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Dr. Tafrikhuddin, turut serta menyambut sebagai dukungan pengembangan Turkish Corner sebagai bagian dari penguatan layanan literasi internasional di lingkungan perpustakaan.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah disepakati antara UIN Sunan Kalijaga dan TIKA dalam mendukung penguatan internasionalisasi kampus melalui pengembangan fasilitas akademik dan kebudayaan. Turkish Corner nantinya akan menjadi pusat informasi, pembelajaran, dan interaksi budaya yang mendukung kegiatan akademik, riset, serta pertukaran budaya antara Indonesia dan Turki.
Dalam sambutannya, Prof. Rozaki menempatkan pembangunan Turkish Corner sebagai langkah strategis dalam memperluas diplomasi akademik dan jejaring internasional UIN Sunan Kalijaga.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan TİKA kepada UIN Sunan Kalijaga. Kehadiran Turkish Corner bukan sekadar pembangunan fasilitas fisik, melainkan simbol eratnya persahabatan Indonesia dan Turki. Kami berharap fasilitas ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam pembelajaran bahasa, pertukaran budaya, diskusi akademik, hingga penguatan kerja sama penelitian,” ujarnya.
Prof. Abdur Rozaki menilai keberadaan Turkish Corner akan semakin memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai kampus yang aktif membangun jejaring global sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi internasional yang berdampak bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam.
Sementara itu, Gökhan KESSER sebagai perwakilan TİKA Expert Asia Pasific Desk, menyambut baik terjalinnya kerja sama ini. Ia juga mengungkapkan bahwa UIN Sunan Kalijaga memiliki posisi yang sangat penting bagi lembaganya, tercatat sebagai mitra kedua TIKA di Indonesia setelah sebelumnya bekerja sama dengan Masjid Istiqlal di Jakarta.
Melalui pembangunan Turkish Corner di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dan ruang kelas Bahasa Turki di Pusat Pengembangan Bahasa, kerja sama ini dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan bilateral Indonesia–Turki, khususnya di bidang pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, dan diplomasi budaya.
TIKA sendiri merupakan lembaga resmi Pemerintah Republik Turki yang didirikan pada tahun 1992 dan bertugas melaksanakan kerja sama pembangunan internasional di bawah koordinasi pemerintah Turki. Selama lebih dari tiga dekade, TIKA telah melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, pelestarian warisan budaya, pembangunan infrastruktur sosial, serta bantuan kemanusiaan di lebih dari 170 negara, termasuk Indonesia.
Bagi UIN Sunan Kalijaga, kolaborasi dengan TIKA menjadi bagian dari strategi internasionalisasi universitas dalam memperluas jejaring global, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat diplomasi akademik melalui kerja sama dengan berbagai mitra internasional. Kehadiran Turkish Corner dan pengajaran Bahasa Turki nanti diarahkan menjadi pusat kegiatan yang mendorong pembelajaran lintas budaya, memperkenalkan bahasa dan peradaban Turki kepada sivitas akademika, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang (IO/Humas)