WhatsApp Image 2026-08-03 at 15.46.22(1).jpeg

Senin, 03 Agustus 2026 15:45:00 WIB

0

Kualitas Seleksi Jadi Fondasi Mutu Pendidikan, 299 Peserta Ikuti CBT Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Gelombang II

Kualitas lulusan sebuah perguruan tinggi tidak lahir secara tiba-tiba ketika mahasiswa berada di ruang kuliah. Proses itu dimulai sejak tahap seleksi penerimaan mahasiswa baru. Semakin kredibel proses seleksi diselenggarakan, semakin besar peluang perguruan tinggi memperoleh calon mahasiswa yang memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan untuk berkembang. Atas dasar itulah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Computer Based Test (CBT) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Kedokteran Gelombang II dengan menerapkan standar pengawasan yang terukur dan profesional.


Sebanyak 299 calon mahasiswa mengikuti CBT yang berlangsung pada Senin (3/8/2026). Mereka merupakan peserta yang telah mendaftar pada periode 9–31 Juli 2026 dan bersaing untuk memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga.

Untuk menjamin proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel, panitia menerapkan sejumlah mekanisme pengawasan. Seluruh peserta menjalani body checking sebelum memasuki ruang ujian. Selama pelaksanaan tes, setiap ruang diawasi oleh pengawas ruang dan pengawas teknologi informasi guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur sekaligus menjaga integritas pelaksanaan CBT.


Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Handini, M.I.Kom., menjelaskan bahwa sistem pelayanan dan mekanisme seleksi pada Gelombang II tetap mengacu pada standar yang diterapkan pada Gelombang I. Perbedaannya terletak pada pengaturan waktu pelaksanaan ujian yang dipusatkan dalam satu hari karena jumlah peserta yang lebih besar.

"Ujian kali ini kami laksanakan dalam 1 hari agar proses seleksi lebih efektif. Kami menyiapkan tiga ruang ujian, yaitu Laboratorium Komputer Fakultas Kedokteran serta Ruang Training 1 dan Training 2 di Gedung Rektorat Lama. Dengan jumlah peserta yang jauh lebih banyak dibandingkan Gelombang I, pelaksanaan dalam satu hari menjadi pilihan yang paling efektif tanpa mengurangi kualitas layanan maupun kesiapan perangkat ujian," ujar Handini.


Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seleksi dengan mengandalkan kemampuan sendiri dan menjunjung tinggi kejujuran.

"Peserta diharapkan tetap semangat, menjaga kesehatan, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Segala bentuk kecurangan akan diketahui dan pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri," pesannya.

Seleksi CBT merupakan tahapan awal sebelum peserta mengikuti proses seleksi lanjutan. Setelah yudisium CBT  yang direncanakan pada 5 Agustus 2026, hasil seleksi diumumkan pada hari yang sama pukul 15.00 WIB. Peserta yang lolos kemudian mengikuti pembayaran tes psikologi dan konfirmasi kehadiran orang tua pada 6 Agustus 2026.

Tahapan berikutnya dilaksanakan pada 7 Agustus 2026, meliputi tes psikologi di Teatrikal Fakultas Kedokteran, wawancara orang tua, serta tes kesehatan di Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga. Seluruh rangkaian seleksi akan ditutup dengan yudisium final pada 10 Agustus 2026 dan pengumuman akhir pada 11 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, proses seleksi tidak hanya bertujuan memilih peserta dengan kemampuan akademik terbaik, tetapi juga menjaring calon mahasiswa yang memiliki integritas, kesiapan mental, serta komitmen untuk menempuh pendidikan kedokteran secara profesional. Melalui proses seleksi yang terukur dan berlapis, universitas berupaya memastikan bahwa kualitas pendidikan kedokteran dibangun sejak pintu masuk, sehingga mampu melahirkan dokter yang kompeten, beretika, dan siap memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.(humassk)