WhatsApp Image 2026-08-03 at 05.38.36 (1).jpeg

Senin, 03 Agustus 2026 09:15:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Pimpin PTKIN dalam Transparent Ranking 2026, Bukti Kuat Dampak Riset di Tingkat Global

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Berdasarkan Transparent Ranking of Universities: OpenAlex Edition pada July 2026 yang diterbitkan oleh Cybermetrics Lab (kelompok riset di bawah Instituto de Políticas y Bienes Públicos, CSIC–Spanyol), UIN Sunan Kalijaga menempati peringkat pertama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia dalam capaian publikasi dengan sitasi tertinggi.

Pada edisi Juli 2026 ini, UIN Sunan Kalijaga mencatatkan prestasi sebagai PTKIN terbaik di Indonesia, menempati peringkat pertama dari 34 PTKIN yang masuk dalam pemeringkatan. Tidak hanya itu, UIN Sunan Kalijaga juga berhasil menembus peringkat ke-25 secara nasional dari 846 perguruan tinggi di Indonesia dan berada pada peringkat ke-2.022 dunia dari sekitar 17.400 perguruan tinggi yang dievaluasi. Prestasi tersebut didukung oleh 12 artikel ilmiah yang masuk kategori Top 1% most cited papers dan 154 artikel yang masuk kategori Top 10% most cited papers, menunjukkan tingginya dampak publikasi ilmiah sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga di tingkat internasional.


Berbeda dengan pemeringkatan perguruan tinggi yang umumnya menggunakan berbagai indikator, Transparent Ranking edisi OpenAlex secara khusus mengukur kualitas dampak publikasi ilmiah berdasarkan jumlah artikel yang berhasil masuk dalam kelompok Top 1% dan Top 10% paper paling banyak disitasi di dunia. Penilaian menggunakan data OpenAlex Database untuk publikasi periode 2021–2025, dengan pengumpulan data pada minggu pertama Juli 2026, mencakup sekitar 17.400 perguruan tinggi di seluruh dunia.

Dengan demikian, capaian ini tidak hanya mencerminkan tingginya produktivitas publikasi, tetapi juga menunjukkan bahwa hasil-hasil riset sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga memiliki pengaruh yang luas dan diakui oleh komunitas ilmiah internasional melalui tingginya tingkat sitasi.

Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga dalam berbagai pemeringkatan internasional. Sebelumnya, pada Webometrics Ranking of Universities edisi Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga juga tercatat sebagai PTKIN terbaik di Indonesia, menempati peringkat ke-22 nasional dan peringkat 1.115 dunia.

Meskipun diterbitkan oleh lembaga yang sama, yakni Cybermetrics Lab (CSIC–Spanyol), kedua pemeringkatan tersebut memiliki metodologi yang berbeda.

Webometrics Ranking of Universities merupakan pemeringkatan komposit yang menggabungkan empat indikator utama, yaitu Visibility, Openness, Excellence, dan Impact sehingga menggambarkan performa institusi secara menyeluruh dalam ekosistem digital dan riset.

Sementara itu, Transparent Ranking of Universities: OpenAlex Edition berfokus secara eksklusif pada kinerja sitasi ilmiah, yakni jumlah publikasi yang berhasil masuk dalam kelompok Top 1% dan Top 10% paper paling banyak disitasi berdasarkan basis data OpenAlex.

Menanggapi capaian tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari ikhtiar universitas dalam membangun budaya akademik yang unggul dan berdaya saing global.

“Pencapaian ini patut kita syukuri sebagai hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Menjadi PTKIN terbaik dalam Transparent Ranking menunjukkan bahwa karya-karya ilmiah yang dihasilkan UIN Sunan Kalijaga makin memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Ini sekaligus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperluas jejaring kolaborasi global, dan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.”

Rektor menambahkan bahwa keberhasilan memimpin pemeringkatan Transparent Ranking dan Webometrics pada periode yang sama menunjukkan bahwa transformasi UIN Sunan Kalijaga sebagai universitas riset berkelas dunia (world-class research university) berjalan pada jalur yang tepat. Menurutnya, kualitas publikasi, dampak sitasi, keterbukaan ilmu pengetahuan, dan kolaborasi internasional akan terus menjadi prioritas dalam mendukung visi UIN Sunan Kalijaga sebagai kampus yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan indikator makin kuatnya kualitas dan dampak penelitian yang dihasilkan sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi bukti bahwa riset yang dikembangkan di UIN Sunan Kalijaga tidak hanya produktif dari sisi jumlah publikasi, tetapi juga memiliki dampak akademik yang tinggi, tecermin dari banyaknya artikel yang masuk dalam kelompok publikasi paling banyak disitasi. Ini merupakan hasil dari penguatan ekosistem riset, peningkatan kolaborasi nasional maupun internasional, serta komitmen para dosen dan peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” ujar Dr. Abdul Qoyum.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi LPPM untuk terus memperkuat pendampingan riset, peningkatan kualitas publikasi bereputasi internasional, serta pengembangan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara agar kontribusi keilmuan UIN Sunan Kalijaga makin diakui di tingkat global.

Konsistensi UIN Sunan Kalijaga memimpin PTKIN pada kedua pemeringkatan tersebut menunjukkan bahwa penguatan budaya riset di kampus tidak hanya menghasilkan peningkatan visibilitas kelembagaan, tetapi juga menghasilkan karya-karya ilmiah yang memiliki dampak akademik tinggi di tingkat global.

Capaian ini menjadi indikator bahwa strategi pengembangan riset, kolaborasi internasional, peningkatan kualitas publikasi, serta penguatan ekosistem akademik yang terus dibangun UIN Sunan Kalijaga mulai memberikan hasil nyata. Di tengah persaingan perguruan tinggi yang makin kompetitif, keberhasilan ini mempertegas posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan menjawab tantangan global melalui riset yang berkualitas.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta menghasilkan publikasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, dan peradaban. (humassk)