Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat sinergi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol. Faried Zulkarnain, S.I.K., bersama jajaran dengan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan di Ruang Rektor UIN Sunan Kalijaga, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan membahas berbagai isu strategis, mulai dari pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa, pengawasan terhadap tren penggunaan vape (rokok elektrik), hingga penguatan kerja sama melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Dalam paparannya, Kepala BNNP DIY Brigjen Pol. Faried Zulkarnain menyoroti semakin maraknya penggunaan vape di kalangan generasi muda. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal, ancaman yang lebih serius justru berasal dari kemungkinan penyalahgunaan zat berbahaya yang dicampurkan ke dalam cairan vape.
Sebagai contoh, Faried mengungkapkan keberhasilan BNN menggagalkan penyelundupan 700 cartridge vape yang mengandung Etomidate di Batam. Etomidate merupakan obat anestesi medis yang belakangan diketahui kerap disalahgunakan.
"Fenomena ini menjadi alarm bagi kita semua. Karena itu, kami mendorong lahirnya program Kampus Bebas Vape yang didukung edukasi berkelanjutan melalui pendekatan moral dan spiritual. Kami meyakini UIN Sunan Kalijaga memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran mahasiswa melalui nilai-nilai keagamaan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini menempati peringkat kelima nasional dalam prevalensi penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, persoalan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah DIY, termasuk Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang terus mendorong perlindungan generasi muda dari ancaman proxy war nirsenjata melalui penyalahgunaan narkotika.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menyampaikan apresiasi atas kunjungan BNNP DIY sekaligus menegaskan komitmen kampus untuk terus bersinergi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
"Kami, segenap civitas akademika UIN Sunan Kalijaga, siap mendukung penuh upaya BNN dalam mencegah penyalahgunaan narkoba melalui berbagai ranah yang bisa kampus lakukan, mulai dari sosialisasi, riset, pendekatan spiritualitas, hingga pengabdian kepada masyarakat," kata Prof. Noorhaidi.
Ia menambahkan bahwa kerja sama antara UIN Sunan Kalijaga dan BNN telah terjalin melalui berbagai program, di antaranya Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik pencegahan narkoba serta program magang mahasiswa di BNNP DIY.
"Program KKN tematik pencegahan narkoba sudah beberapa kali kami laksanakan bersama BNN. Saat ini juga terdapat mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang sedang menjalani magang di BNNP DIY. Ini menjadi bentuk nyata kontribusi kampus dalam mengedukasi masyarakat sekaligus membangun generasi yang tangguh terhadap ancaman narkoba," jelasnya.
Melalui audiensi ini, BNNP DIY dan UIN Sunan Kalijaga berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun ketahanan mahasiswa terhadap penyalahgunaan narkotika sekaligus mewujudkan UIN Sunan Kalijaga sebagai pelopor kampus bersih narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta.(humassk)