WhatsApp Image 2026-08-07 at 07.53.25.jpeg

Jumat, 07 Agustus 2026 11:02:00 WIB

0

ToT Fasilitator Sospem UIN Sunan Kalijaga Bekali Dosen Bangun Pengalaman Belajar Mahasiswa Baru

Menjadi fasilitator membutuhkan kemampuan membangun interaksi dan pengalaman belajar yang bermakna. Perspektif tersebut menjadi salah satu penekanan dalam Training of Trainers (ToT) Fasilitator Sospem yang diselenggarakan Center for Teaching and Staff Development (CTSD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu (5/8/2026) dan Kamis (6/8/2026) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam kampus setempat.

Dalam pelaksanaan ToT, para dosen sebagai peserta diajak memahami berbagai aspek yang mendukung keberhasilan proses pendampingan mahasiswa baru. Sejumlah klaster pembelajaran diberikan, mulai dari regulasi diri, komunikasi, hingga integritas akademik.


Dalam salah satu sesi yang dipandu Dr. Muqowim, peserta diajak melihat kembali fungsi ice breaking dalam proses pembelajaran. “Aktivitas ice breaking tidak dipahami sekadar sebagai permainan untuk mencairkan suasana, tetapi sebagai strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk membangun nilai tertentu,” ungkap Dr, Muqowim.

Dari pemahaman mengenai strategi pembelajaran tersebut, peserta kemudian diajak melihat kemampuan dasar yang perlu dibangun dalam diri mahasiswa baru, Salah satu klaster yang menjadi perhatian dalam ToT adalah regulasi diri. Kemampuan ini dinilai penting bagi mahasiswa baru yang sedang mengalami masa transisi dari lingkungan sekolah menuju perguruan tinggi. Regulasi diri mencakup kemampuan beradaptasi, menetapkan tujuan (goal setting), mengelola waktu, dan membangun resiliensi.


Pada sesi goal setting, peserta diajak memahami bahwa tujuan tidak cukup hanya berupa keinginan atau cita-cita, tetapi perlu disusun secara terarah. Melalui metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), peserta mendalami bagaimana tujuan dirumuskan dengan indikator yang jelas dan realistis.

Dr. Muqowim mengajak peserta merefleksikan bahwa tujuan yang jelas akan berpengaruh terhadap cara seseorang mengelola waktunya. Ketika seseorang memiliki prioritas tertentu, aktivitas sehari-hari akan lebih mudah diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut.

Karena itu, peserta juga diajak melihat kembali penggunaan waktu harian dan memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan memiliki keterkaitan dengan tujuan utama yang ingin dicapai.

“Namun, perencanaan yang baik tidak selalu menjamin seluruh target tercapai. Karena itu, aspek resiliensi juga menjadi bagian penting dalam pembekalan. Kemampuan menghadapi kegagalan, mengelola kekecewaan, dan menyesuaikan diri ketika kenyataan tidak sesuai harapan menjadi bekal yang perlu ditanamkan kepada mahasiswa,” tuturnya

Selain regulasi diri, peserta juga mendapatkan penguatan pada aspek komunikasi. Fasilitator , menurutnya, perlu memiliki kemampuan membangun komunikasi yang asertif, yakni menyampaikan pesan secara jelas sekaligus tetap menghargai orang lain. Dalam proses pendampingan mahasiswa, komunikasi yang baik menjadi kunci untuk menciptakan hubungan yang terbuka dan saling mendukung.

Peserta juga diajak memahami pentingnya memberikan apresiasi dalam proses pembelajaran. Pengakuan terhadap usaha dan perkembangan seseorang menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang positif.

Klaster lain yang diberikan adalah integritas akademik. Kesadaran untuk menghindari plagiasi menjadi salah satu fondasi yang perlu ditanamkan sejak mahasiswa memasuki perguruan tinggi.

Melalui ToT Fasilitator Sospem ini, CTSD UIN Sunan Kalijaga berupaya mempersiapkan dosen agar mampu menjalankan peran pendampingan secara lebih utuh. Fasilitator disiapkan hadir membantu membangun kesiapan belajar, regulasi diri, cara berinteraksi, dan budaya akademik sejak awal perjalanan mereka di perguruan tinggi.(humassk)