WhatsApp Image 2026-08-06 at 15.50.15.jpeg

Kamis, 06 Agustus 2026 15:28:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Kukuhkan Panitia PBAK 2026, Teguhkan Kampus Humanis dan Integratif Sambut Hampir 5.800 Mahasiswa Baru

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi mengukuhkan Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 tingkat universitas dan fakultas pada Rabu (6/8/2026) di Gedung Prof. R.H.A. Soenarjo. Pengukuhan ini menjadi penanda dimulainya persiapan intensif dalam menyambut sekitar 5.700 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, sekaligus menegaskan komitmen UIN Sunan Kalijaga menghadirkan masa orientasi yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter akademik.

Mengusung tema “Humanisasi Profetik dan Kesadaran Kritis di Era Teknopoli: Meneguhkan Identitas Integratif Interkonektif Menuju Transformasi Sosial,” PBAK 2026 dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan pengenalan kampus, melainkan gerbang awal membangun generasi intelektual yang berkarakter, kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan dan transformasi sosial.


Pengukuhan dipimpin oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Abdur Rozaki, serta dihadiri para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dari seluruh fakultas, Presiden Dewan Mahasiswa, Wakil Presiden DEMA, pengurus Senat Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta perwakilan panitia PBAK dari setiap fakultas.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Abdur Rozaki menegaskan bahwa PBAK 2026 akan diselenggarakan dengan mengedepankan tiga prinsip utama. Pertama yakni anti-bullying, yakni seluruh proses dan materi PBAK dipastikan bebas dari perundungan. Mahasiswa baru diposisikan sebagai subjek yang setara melalui pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi).


Kedua, yakni prinsip kreativitas. Penyambutan di tingkat fakultas dirancang unik dan inovatif guna menonjolkan identitas serta karakter keilmuan masing-masing. Ketiga, yakni prinsip persahabatan, dengan maksud menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang yang merangkul dan aman, sehingga mahasiswa baru dapat beradaptasi secara cepat tanpa rasa cemas, sekaligus memberikan ketenangan bagi para orang tua.

PBAK 2026 adalah gerbang awal pembentukan karakter (civil education) yang jauh lebih luas dampaknya. Melalui media sosial dan interaksi langsung, kita ingin menyampaikan pesan persahabatan ini tidak hanya kepada mahasiswa baru, tetapi juga kepada para wali mahasiswa,” ujar Prof. Abdur Rozaki.

Selain itu, setiap fakultas didorong menghadirkan penyambutan yang kreatif dan inovatif untuk menampilkan karakter keilmuan masing-masing, sekaligus membangun suasana persahabatan yang menjadikan kampus sebagai ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi mahasiswa baru maupun orang tua.


Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa PBAK merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan identitas dan budaya akademik universitas kepada mahasiswa baru. Menurutnya, kesan pertama yang diterima mahasiswa akan sangat menentukan pengalaman mereka selama menempuh pendidikan.

“Tahun ini kita menerima sekitar 5.700 hingga 5.800 mahasiswa baru, meningkat sekitar 600 mahasiswa dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap UIN Sunan Kalijaga terus meningkat. Karena itu, sambutlah mereka dengan senyum terbaik, keramahan, dan pelayanan terbaik. Tunjukkan bahwa UIN Sunan Kalijaga memang tempat yang tepat untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi,” ujar Prof. Noorhaidi.

Rektor juga mengingatkan bahwa seluruh mahasiswa baru akan mengenal UIN Sunan Kalijaga melalui pengalaman pertama mereka di PBAK. Karena itu, seluruh panitia memiliki tanggung jawab menghadirkan suasana yang hangat, ramah, dan membangun.

“Mahasiswa baru akan datang ke UIN Sunan Kalijaga melalui pintu PBAK. Ini adalah momen yang sangat penting. Berilah kesan dan senyum terbaik. Sambut mereka dengan tangan terbuka dan buat mereka merasa senyaman mungkin sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini,” tuturnya.

Prof. Noorhaidi juga menyoroti hadirnya angkatan pertama Fakultas Kedokteran sebagai tonggak penting perkembangan universitas. Sebanyak 50 mahasiswa terbaik berhasil terpilih dari sekitar 600 pendaftar, sebuah capaian yang memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi Islam yang terus berkembang menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.

Lebih jauh, Rektor mengajak seluruh panitia menjadikan PBAK sebagai ruang kolaborasi antara mahasiswa senior dan mahasiswa baru untuk membangun budaya akademik yang sehat, inklusif, dan produktif. Ia juga mengapresiasi berbagai prestasi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, seperti program Kalijaga Change Maker dan berbagai capaian mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk mendukung pengalaman belajar yang semakin berkualitas, universitas juga terus melakukan pembenahan infrastruktur dan estetika kampus, mulai dari pembangunan taman-taman kampus, ruang terbuka yang lebih representatif, hingga pembangunan jembatan menuju area parkir. Berbagai pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus memperkuat citra UIN Sunan Kalijaga sebagai kampus unggul, berdaya saing global, dan melahirkan generasi change maker.

Rangkaian pengukuhan diakhiri dengan doa bersama dan peneguhan komitmen seluruh panitia untuk menyukseskan PBAK 2026 yang akan diselenggarakan pada 19–21 Agustus 2026.

Melalui PBAK 2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan dalam satu ekosistem pendidikan. Lebih dari sekadar kegiatan orientasi, PBAK menjadi fondasi awal dalam membentuk mahasiswa yang berintegritas, berdaya saing global, serta siap menjadi agen transformasi sosial di tengah dinamika era teknopoli. (humassk)