Kehadiran
mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi salah
satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan
berkelanjutan di tengah masyarakat. Melalui program yang berbasis pada
kebutuhan lokal, mahasiswa KKN tidak hanya mengimplementasikan pengetahuan
akademik, tetapi juga mengajak masyarakat menemukan solusi kreatif atas
persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.
Semangat
tersebut diwujudkan mahasiswa KKN Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga melalui
Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi bagi
ibu-ibu Dukuh Jambean, Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jumat
(7/8/2026).
Program
ini berangkat dari persoalan pengelolaan minyak jelantah yang masih kerap
dibuang secara sembarangan. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, mahasiswa
KKN mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap minyak jelantah, dari
limbah rumah tangga yang tidak bernilai menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan
kembali menjadi produk kreatif.
Program
pengolahan minyak jelantah ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Responsible
Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Pemanfaatan kembali minyak jelantah menjadi produk baru menunjukkan praktik
sederhana ekonomi sirkular, yakni mengurangi limbah sekaligus memperpanjang
nilai guna suatu material.
Melalui
kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga memperkenalkan praktik
pengelolaan limbah yang dapat dilakukan dari tingkat rumah tangga. Masyarakat
diberikan pemahaman mengenai jenis limbah rumah tangga, bahaya pembuangan
minyak jelantah secara sembarangan, serta dampaknya terhadap lingkungan dan
kesehatan.
Kegiatan
kemudian dilanjutkan dengan praktik mengolah minyak jelantah menjadi lilin
aromaterapi. Peserta belajar mulai dari menghilangkan bau, menyaring kotoran,
memanaskan dan mencampurkan bahan, hingga memberikan warna, aroma, serta
dekorasi menggunakan bunga dan daun kering.
Pendekatan
tersebut menunjukkan bahwa upaya mencapai pembangunan berkelanjutan dapat
dimulai dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pengetahuan dan
kreativitas mahasiswa diterjemahkan menjadi praktik yang sederhana, aplikatif,
dan berpotensi untuk terus dikembangkan oleh warga.
Tidak
berhenti pada aspek lingkungan, program ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 8: Decent
Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Mahasiswa KKN mendorong peserta melihat peluang ekonomi dari pengolahan limbah,
termasuk kemungkinan mengembangkan lilin aromaterapi sebagai produk usaha
rumahan yang dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga.
Sementara
itu, keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan
mengembangkan potensi lokal juga selaras dengan semangat SDG 11: Sustainable Cities and Communities
(Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).
Bagi
UIN Sunan Kalijaga, KKN merupakan ruang penting untuk mempertemukan pengetahuan
akademik dengan persoalan konkret yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa tidak
hanya hadir sebagai peserta kegiatan akademik, tetapi juga sebagai bagian dari
proses pemberdayaan masyarakat.
Ketua
KKN Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut
merupakan bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan program pengabdian yang
sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan limbah rumah
tangga yang selama ini belum mendapat perhatian secara optimal.
Respons
positif ditunjukkan oleh ibu-ibu Dukuh Jambean yang mengikuti seluruh rangkaian
kegiatan secara aktif, mulai dari pemaparan materi, penyaringan minyak,
pencampuran bahan, hingga pencetakan dan penghiasan lilin aromaterapi.
Melalui
kegiatan ini, mahasiswa berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak
berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kebiasaan baru dalam
mengelola limbah sekaligus menjadi peluang usaha rumahan.
Lebih
dari sekadar program KKN, kegiatan di Dukuh Jambean memperlihatkan bagaimana
UIN Sunan Kalijaga berupaya menghadirkan kampus yang berdampak bagi masyarakat. Pengetahuan, kreativitas,
dan kepedulian sosial mahasiswa menjadi bagian dari kontribusi universitas
dalam mendorong pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan.
Dari
kampus ke masyarakat, KKN UIN Sunan Kalijaga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk
belajar sekaligus memberi makna: mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang,
mengolah limbah menjadi karya, dan menghadirkan praktik kecil yang bergerak
menuju pembangunan masyarakat yang lebih berkelanjutan. (humassk)