WhatsApp Image 2026-08-10 at 08.00.04.jpeg

Jumat, 07 Agustus 2026 22:06:00 WIB

0

KKN UIN Sunan Kalijaga Hadirkan Solusi Kreatif Pengelolaan Limbah, Dorong Pemberdayaan Masyarakat di Ponorogo

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di tengah masyarakat. Melalui program yang berbasis pada kebutuhan lokal, mahasiswa KKN tidak hanya mengimplementasikan pengetahuan akademik, tetapi juga mengajak masyarakat menemukan solusi kreatif atas persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa KKN Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi bagi ibu-ibu Dukuh Jambean, Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jumat (7/8/2026).


Program ini berangkat dari persoalan pengelolaan minyak jelantah yang masih kerap dibuang secara sembarangan. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, mahasiswa KKN mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap minyak jelantah, dari limbah rumah tangga yang tidak bernilai menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kreatif.

Program pengolahan minyak jelantah ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Pemanfaatan kembali minyak jelantah menjadi produk baru menunjukkan praktik sederhana ekonomi sirkular, yakni mengurangi limbah sekaligus memperpanjang nilai guna suatu material.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga memperkenalkan praktik pengelolaan limbah yang dapat dilakukan dari tingkat rumah tangga. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai jenis limbah rumah tangga, bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan, serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Peserta belajar mulai dari menghilangkan bau, menyaring kotoran, memanaskan dan mencampurkan bahan, hingga memberikan warna, aroma, serta dekorasi menggunakan bunga dan daun kering.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa upaya mencapai pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pengetahuan dan kreativitas mahasiswa diterjemahkan menjadi praktik yang sederhana, aplikatif, dan berpotensi untuk terus dikembangkan oleh warga.

Tidak berhenti pada aspek lingkungan, program ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Mahasiswa KKN mendorong peserta melihat peluang ekonomi dari pengolahan limbah, termasuk kemungkinan mengembangkan lilin aromaterapi sebagai produk usaha rumahan yang dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga.

Sementara itu, keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mengembangkan potensi lokal juga selaras dengan semangat SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).

Bagi UIN Sunan Kalijaga, KKN merupakan ruang penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan persoalan konkret yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan akademik, tetapi juga sebagai bagian dari proses pemberdayaan masyarakat.

Ketua KKN Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan program pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang selama ini belum mendapat perhatian secara optimal.

Respons positif ditunjukkan oleh ibu-ibu Dukuh Jambean yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif, mulai dari pemaparan materi, penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pencetakan dan penghiasan lilin aromaterapi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kebiasaan baru dalam mengelola limbah sekaligus menjadi peluang usaha rumahan.

Lebih dari sekadar program KKN, kegiatan di Dukuh Jambean memperlihatkan bagaimana UIN Sunan Kalijaga berupaya menghadirkan kampus yang berdampak bagi masyarakat. Pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian sosial mahasiswa menjadi bagian dari kontribusi universitas dalam mendorong pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan.

Dari kampus ke masyarakat, KKN UIN Sunan Kalijaga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memberi makna: mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang, mengolah limbah menjadi karya, dan menghadirkan praktik kecil yang bergerak menuju pembangunan masyarakat yang lebih berkelanjutan. (humassk)