Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti Tes Kompetensi Profiling ASN yang diselenggarakan Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogyakarta, Rabu (19/8/2026). Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mendukung penerapan manajemen talenta ASN yang objektif, terukur, dan berbasis kompetensi.
Sebelumnya, UIN Sunan Kalijaga telah mengusulkan sejumlah nama pegawai untuk mengikuti Program Percepatan Penyediaan Data Potensi dan Kompetensi ASN melalui Profiling ASN (ProASN) BKN, dengan rincian 2 ASN Eselon II, 9 ASN Eselon III, 3 ASN Eselon IV, serta 22 ASN diusulkan untuk jabatan administrator dan 36 ASN untuk jabatan pengawas. Pengusulan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas surat Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Nomor B-380/SJ/B.II/Kp.02/07/2026 tentang Program Percepatan Penyediaan Data Potensi dan Kompetensi ASN Kementerian Agama melalui Program Profiling ASN BKN.
Tes Profiling ASN dirancang untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi dan kompetensi pegawai. Melalui asesmen berbasis komputer, peserta mengikuti pengukuran sejumlah aspek, antara lain kompetensi manajerial dan sosiokultural, potensi, literasi digital, serta preferensi karier.
Bagi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, keikutsertaan dalam program tersebut tidak sekadar menjadi pemenuhan terhadap kebijakan nasional, tetapi juga bagian dari penguatan tata kelola sumber daya manusia. Data hasil profiling diharapkan dapat menjadi dasar yang lebih akurat dalam mengidentifikasi potensi pegawai, pengembangan kompetensi, serta perencanaan karier dan kebutuhan organisasi. Selain pejabat pimpinan, peserta yang diusulkan UIN Sunan Kalijaga berasal dari berbagai jenjang dan kelompok jabatan.
Program Profiling ASN merupakan bagian dari agenda nasional percepatan penerapan Manajemen Talenta ASN. Melalui pendekatan berbasis data, pemerintah mendorong agar pengelolaan ASN semakin mengedepankan prinsip merit sehingga penempatan, pengembangan, dan pembinaan pegawai dapat dilakukan berdasarkan kompetensi dan potensi yang dimiliki.
Keikutsertaan ASN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam tes kompetensi ini sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam membangun tata kelola kelembagaan yang profesional dan adaptif. Penguatan kualitas SDM aparatur menjadi salah satu fondasi penting bagi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan mendukung pencapaian visi universitas sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inklusif, dan berdaya saing.
Dengan tersedianya data potensi dan kompetensi ASN yang lebih terukur, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memiliki basis yang semakin kuat untuk mengembangkan SDM sesuai kebutuhan organisasi. Langkah ini diharapkan turut memperkuat budaya kerja berbasis merit sekaligus memastikan setiap ASN mendapatkan ruang pengembangan yang sesuai dengan kompetensi dan potensinya. (humassk)