Jumat (21/8/2026) menjadi hari terakhir Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejak pagi, Gedung Multipurpose dipenuhi oleh ribuan mahasiswa baru dari berbagai fakultas. Hari terakhir itu masih menyisakan kemeriahan sebelum mereka benar-benar kembali ke lingkungan fakultas masing-masing.
Di gedung tersebut, mahasiswa baru disuguhi sosialisasi sekaligus berbagai penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Sunan Kalijaga. Dalam kesempatan tersebut para Kalijaga Muda menyaksikan beragam ekspresi mahasiswa yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan kampus.
Ada yang tampil melalui musik, seni bela diri, olahraga, tari, dan lain sebagainya. Bagi mahasiswa baru, panggung itu menjadi semacam jendela kecil untuk melihat kehidupan kampus dari sisi yang berbeda. Ruang kuliah tetap menjadi jantung kehidupan akademik mahasiswa. Namun, perjalanan di kampus juga membuka ruang yang lebih luas
Ada organisasi yang bisa menjadi ruang belajar. Ada komunitas yang mempertemukan mereka dengan orang-orang baru. Ada minat dan bakat yang dapat dikembangkan. Dan ada pengalaman yang mungkin tidak akan mereka dapatkan hanya dari bangku perkuliahan.
Semangat itu turut hadir dalam berbagai kompetisi yang digelar di sela-sela PBAK. Mahasiswa baru dari setiap fakultas mengirimkan delegasi untuk beradu gagasan dan kreativitas melalui kompetisi debat, karya tulis ilmiah, dan orasi ilmiah.
Kompetisi tersebut memberi mahasiswa baru pengalaman untuk berbicara, menyusun argumentasi, menuangkan gagasan, sekaligus berani tampil di hadapan umum.
Fakultas Syariah dan Hukum meraih juara pertama debat dan karya tulis ilmiah, sementara Fakultas Dakwah dan Komunikasi menjadi juara pertama orasi ilmiah. Sementara itu, posisi juara kedua pada ketiga kompetisi tersebut diraih Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.
Semangat kebersamaan juga mendapat tempat. Fakultas Dakwah dan Komunikasi meraih penghargaan untuk yel-yel terbaik dan terkompak.
Hari itu juga menjadi panggung bagi para mahasiswa untuk menunjukkan sisi lain kehidupan kampus melalui inagurasi. Forum Komunikasi UKM menghadirkan pertunjukan kolaboratif yang memadukan berbagai penampilan sesuai dengan karakter dan bidang masing-masing UKM. Ragam ekspresi tersebut berpadu menjadi satu pertunjukan yang dinamis, sekaligus memperlihatkan warna kehidupan kemahasiswaan di UIN Sunan Kalijaga.
Namun, panggung yang sama tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni. Di tempat itu pula, Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa Universitas menyampaikan orasi di hadapan mahasiswa baru. Jika sebelumnya mahasiswa diajak menikmati pertunjukan, kali ini mereka diajak menyimak berbagai gagasan dan pemikiran kritis tentang persoalan yang tengah terjadi di Indonesia.
Pergeseran suasana itu justru memperlihatkan warna lain dari kehidupan mahasiswa: ruang untuk berekspresi sekaligus ruang untuk menyampaikan gagasan dan membaca persoalan di sekitarnya.
Dari panggung itulah mahasiswa baru kembali diingatkan bahwa kehidupan kampus bukan hanya tentang mencari pengalaman yang menyenangkan. Ada tanggung jawab yang perlahan akan melekat pada identitas baru mereka sebagai mahasiswa.
Di tengah perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin cepat, kemampuan berpikir kritis justru menjadi semakin penting. Ketika teknologi dapat membantu mencari informasi dan menghasilkan jawaban dalam hitungan detik, mahasiswa tetap memiliki pekerjaan yang tidak dapat begitu saja diserahkan kepada mesin, yakni mempertanyakan, menimbang, dan mengambil sikap.
Tetapi kemegahan PBAK yang mereka rasakan selama tiga hari juga tidak hadir dengan sendirinya. Di balik panggung, riuh tepuk tangan, berbagai penampilan, hingga rangkaian kompetisi, ada banyak tangan yang bekerja memastikan setiap bagian berjalan.
Puluhan panitia di tingkat universitas dan ratusan panitia di masing-masing fakultas terlibat dalam menyiapkan dan mendampingi seluruh rangkaian PBAK. Mereka bekerja di bawah koordinasi para Wakil Dekan III di fakultas dan kepanitiaan universitas yang dikoordinasikan oleh Wakil Rektor III, serta berbagai pihak yang terlibat.
Saat mereka maju ke depan, tepuk tangan pun mengalir untuk orang-orang yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan perhatian agar hari-hari pertama mahasiswa baru di UIN Sunan Kalijaga menjadi pengalaman yang berkesan.
Setelah seluruh rangkaian di Gedung Multipurpose usai, mahasiswa baru kembali ke fakultas masing-masing. Di sana, rangkaian PBAK ditutup, menandai berakhirnya tiga hari yang memperkenalkan mereka pada lingkungan akademik, kehidupan kemahasiswaan, sekaligus nilai-nilai yang akan menyertai perjalanan mereka di perguruan tinggi.
Berbagai rangkaian PBAK menjadi bekal awal bagi 5.711 mahasiswa baru untuk mengarungi kehidupan perguruan tinggi yang sesungguhnya, kehidupan yang akan diisi dengan pembelajaran, diskusi, organisasi, kreativitas, persahabatan, sekaligus berbagai tantangan yang menuntut mereka untuk terus bertumbuh.
PBAK boleh berakhir. Namun, perjalanan mereka sebagai mahasiswa UIN Sunan Kalijaga baru saja dimulai. Tiga hari yang telah mereka lalui menjadi pijakan pertama untuk mengenal kampus, menemukan ruang tumbuh, membangun keberanian, dan mengambil peran.(humassk)