1002376867.jpg

Sabtu, 22 Agustus 2026 15:55:00 WIB

0

KKN UIN Sunan Kalijaga Gerakkan Donor Darah di Bireuen Aceh, 23 Kantong Terkumpul

Sebanyak 23 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan donor darah yang digelar mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama masyarakat Desa Uteuen Gathom, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Jumat (21/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Gathom Meuseuraya Festival dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.


Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan mendatangi Meunasah Nibong, Desa Uteuen Gathom. Sebagian datang untuk mendonorkan darah, sementara warga lainnya memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan dalam kegiatan tersebut.

Warga yang hendak mendonorkan darah terlebih dahulu menjalani pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb) untuk memastikan kondisi kesehatan memenuhi persyaratan donor. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, warga kemudian diarahkan ke meja donor yang didampingi tenaga transfusi darah dari Palang Merah Indonesia (PMI).


Salah seorang pendonor, Muhammad Asyraf Murfid, mengaku sempat merasa khawatir sebelum mengikuti donor darah. Namun, setelah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi syarat, ia memutuskan untuk mendonorkan darahnya.

“Setelah mengikuti donor darah, tubuh saya justru terasa lebih segar dan bugar. Ternyata, donor darah tidak sesakit yang saya bayangkan,” ujar Asyraf.

Pengalaman tersebut juga dirasakan Syukron, pemuda Desa Uteuen Gathom yang turut mendonorkan darah. Meski sempat merasa sedikit pusing dan lemas setelah proses donor, kondisi tersebut tidak berlangsung lama.

“Saya tidak kapok untuk mendonorkan darah. Justru, ke depannya saya ingin kembali melakukan donor darah dan mengajak masyarakat lainnya untuk turut berpartisipasi,” katanya.

Sementara itu, warga lainnya, Ayu Irma, mengatakan kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk berkontribusi membantu sesama. Ia berharap dapat kembali mengikuti donor darah apabila kondisi kesehatan memungkinkan.

Diinisiasi mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga, kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gathom Meuseuraya Festival. Ketua Kelompok KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Nazira Niswah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN, pemerintah desa, tenaga kesehatan, PMI, dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi seluruh warga Desa Uteuen Gathom,” ujar Nazira.

Camat Peusangan Selatan Juliadi, S.E., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga yang menghadirkan kegiatan sosial dan kesehatan di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan donor darah dapat menjadi langkah awal untuk membangun agenda sosial dan kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan di tingkat desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ini menjadi pondasi awal agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain, khususnya di Kecamatan Peusangan Selatan,” ujarnya.

Juliadi juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga yang selama ini melaksanakan pengabdian di Desa Uteuen Gathom. Ia berharap berbagai program yang telah dilakukan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, Gathom Meuseuraya Festival diisi perlombaan merangkai sirih yang diikuti ibu-ibu Desa Uteuen Gathom serta lomba mewarnai bagi anak-anak usia taman kanak-kanak.

Kegiatan yang berlangsung di Meunasah Nibong tersebut turut dihadiri unsur Muspika, Danposramil Peusangan Selatan Peltu Novriadi, Kapospol Aipda Hendra Saputra, Ketua DPD Ikan Bireuen Mukhlis, S.E., MM, Keuchik Desa Uteuen Gathom Juhari, tenaga transfusi darah PMI, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Peusangan Selatan.

Mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga membawa semangat kemerdekaan itu ke tengah kehidupan warga Desa Uteuen Gathom. Melalui Gathom Meuseuraya Festival, mereka mempertemukan kepedulian, kesehatan, dan kebersamaan dalam satu ruang yang dihidupkan bersama masyarakat. 

Melalui aksi donor darah dan pemeriksaan kesehatan, mahasiswa  juga menghadirkan kontribusi yang sejalan dengan upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan. Ketika kepedulian tumbuh dari masyarakat dan digerakkan bersama, pengabdian pun memiliki ruang untuk memberi dampak yang lebih panjang.