1002480331.jpg

Kamis, 24 September 2026 20:04:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Jadi Tuan Rumah, Konferensi dan Rakernas PPPBA Dorong Transformasi Pendidikan Bahasa Arab Berbasis OBE dan SDGs

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi tuan rumah The 2nd International Conference of the Association of Arabic Language Education Departments yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Indonesia (PPPBA) 2026. Sebagai perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Pendidikan Bahasa Arab jenjang S1 hingga S3, UIN Sunan Kalijaga turut menjadi bagian dari forum yang mempertemukan pengelola pendidikan bahasa Arab dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini. Kegiatan berlangsung secara hybrid pada Rabu–Jumat (23–25/9/2026), luring di University Hotel Yogyakarta dan daring melalui Zoom Meeting.

Kaprodi PBA S1 Nurul Huda menyampaikan, Konferensi internasional mengangkat tema “Generative Artificial Intelligence and the Transformation of Arabic Language Education: Innovating Curriculum, Teaching Methods, and Assessment in the Era of Society 5.0”, atau “Kecerdasan Buatan Generatif dan Transformasi Pendidikan Bahasa Arab: Inovasi Kurikulum, Metode Pembelajaran, dan Asesmen di Era Society 5.0.”,  menjadi ruang akademik untuk membahas perkembangan pendidikan bahasa Arab di tengah transformasi teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan generatif dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran, dan asesmen.

Konferensi tersebut, tuturnya, menghadirkan akademisi dan pakar pendidikan bahasa Arab dari berbagai negara. Dalam pelaksanaannya, Prof. Dr. Yassine Seraiaia dari Mohamed Cherif Messaadia University, Souk Ahras, Aljazair, Prof. Dr. Tulus Musthafa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Prof. Dr. Hanik Mahliatussikah dari Universitas Negeri Malang hadir secara langsung di lokasi konferensi di University Hotel Yogyakarta. Sementara itu, sejumlah pembicara internasional lainnya mengikuti dan menyampaikan materi secara daring melalui Zoom meeting.

Kehadiran para akademisi tersebut memperluas ruang dialog mengenai masa depan pendidikan bahasa Arab, terutama dalam menghadapi perkembangan Generative Artificial Intelligence dan tuntutan kompetensi pada era Society 5.0. Kalimat langsung

“Pertukaran gagasan tidak hanya membahas pemanfaatan teknologi, tetapi juga bagaimana inovasi tersebut dapat diintegrasikan secara pedagogis ke dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem asesmen bahasa Arab,” ujarnya.

Selain itu, Rakernas PPPBA 2026 menjadi agenda strategis dalam rangkaian kegiatan ini. Kaprodi PBA S2, Dr. Dailatus Syamsiyah, mengatakan bahwa Rakernas secara khusus membahas pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab pada jenjang S1, S2, dan S3. Pembahasan tersebut diarahkan untuk membangun kesamaan perspektif dan pengembangan model RPS yang semakin sesuai dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE).

Pada Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Arab, tambahnya, pembahasan difokuskan pada pengembangan RPS yang berkaitan dengan empat kemahiran berbahasa Arab, yaitu mahārah al-istimā‘ (menyimak), mahārah al-kalām (berbicara), mahārah al-qirā’ah (membaca), dan mahārah al-kitābah (menulis). Pembahasan diarahkan agar pembelajaran keempat kemahiran tersebut memiliki capaian yang jelas, terukur, dan selaras dengan kompetensi yang harus dimiliki lulusan.

“Adapun Program Studi S2 membahas RPS yang berfokus pada kurikulum dan pembelajaran bahasa Arab. Pada jenjang magister, pembahasan diarahkan pada penguatan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis, mengembangkan, mengevaluasi, dan menginovasi kurikulum serta pembelajaran bahasa Arab sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan Masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu pada jenjang S3 memfokuskan pembahasan pada metode penelitian bahasa Arab. Pembahasan ini diarahkan pada penguatan kemampuan mahasiswa dalam memilih dan mengembangkan desain penelitian, pendekatan metodologis, teknik analisis, serta menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan Pendidikan Bahasa Arab.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kaprodi PBA S3, Dr. Muhajir, mengungkapkan bahwa salah satu rekomendasi Rakernas adalah mengarahkan penyusunan RPS Program Studi Pendidikan Bahasa Arab semakin sesuai dengan prinsip OBE. Dalam kerangka tersebut, RPS tidak lagi sekadar menjadi dokumen administratif, melainkan instrumen yang menghubungkan CPL, CPMK, Sub-CPMK, materi, strategi pembelajaran, aktivitas mahasiswa, dan asesmen.

Ia juga berharap Pengembangan RPS berbasis OBE dapat memperkuat keselarasan antara proses pembelajaran dengan kompetensi yang harus dicapai mahasiswa pada setiap jenjang. 

Rangkaian Konferensi Internasional II dan Rakernas PPPBA 2026 juga, menurutnya,  memiliki relevansi dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, kegiatan ini mendukung SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas kurikulum, pembelajaran, asesmen, dan pengembangan RPS berbasis capaian pembelajaran.

Pembahasan mengenai kecerdasan buatan generatif dan inovasi teknologi pendidikan juga memiliki keterkaitan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, terutama dalam mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan bahasa Arab.

Sementara itu, keterlibatan akademisi dan institusi dari berbagai negara serta penguatan jejaring antarprogram studi dan perguruan tinggi sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Forum internasional ini menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan jejaring penelitian dan pendidikan bahasa Arab lintas negara.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PPPBA mendorong adanya arah bersama dalam pengembangan standar dan model RPS nasional Program Studi Pendidikan Bahasa Arab berbasis OBE. Rekomendasi Rakernas diharapkan dapat menjadi pijakan bagi masing-masing program studi untuk melakukan pengembangan RPS sesuai karakteristik dan kebutuhan institusinya, dengan tetap mengacu pada capaian pembelajaran dan prinsip pendidikan berbasis hasil.

Dengan demikian, Konferensi Internasional II dan Rakernas PPPBA 2026 juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat kualitas kurikulum dan pembelajaran Pendidikan Bahasa Arab di Indonesia.

Pada akhirnya, Rakernas PPPBA 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi yang mendorong RPS Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di Indonesia semakin berorientasi pada Outcome-Based Education (OBE), sekaligus memperkuat kontribusi pendidikan bahasa Arab terhadap nilai-nilai SDGs.

Dari Yogyakarta, semangat “مدر الضاد: نُجَدِّد، نُبْدِع، نُثْرِي” - “Mudir Al-Dhad: Memperbarui, Berinovasi, dan Memperkaya”, menemukan ruangnya dalam ikhtiar untuk melakukan pembaharuan, membuka ruang inovasi, dan memperkaya khazanah pendidikan Bahasa Arab di tingkat nasional maupun global.(humssk)