UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mencatat capaian bersejarah dengan menempati posisi kedua nasional setelah Universitas Indonesia serta kelompok peringkat 801–1000 dunia berdasarkan rilis Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027 di laman resmi THE. Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menyambut capaian tersebut sebagai tonggak sejarah bagi universitas dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
“Terima kasih kepada seluruh sivitas akademika, senat, para wakil rektor, kepala biro, dekan, direktur pascasarjana, dan para ketua lembaga. Secara khusus, saya berterima kasih kepada LPPM yang menjadi panglima ikhtiar pemeringkatan kita,” tuturnya.
Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga Dr. Abdul Qoyum mengungkapkan, capaian ini berkaitan dengan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah yang dihasilkan dosen UIN Sunan Kalijaga. Ia menjelaskan bahwa penilaian THE mencakup lima bidang, yakni pengajaran (teaching), lingkungan penelitian (research environment), kualitas penelitian (research quality), hubungan dengan industri (industry), dan orientasi internasional (international outlook).
Di antara bidang tersebut, Dr. Qoyum menyoroti kekuatan UIN Sunan Kalijaga pada kualitas penelitian. Ia menyebut dampak sitasi yang dinormalisasi menurut bidang keilmuan atau field-weighted citation impact sebagai salah satu ukuran yang menunjukkan kuatnya kinerja penelitian universitas dibandingkan dengan sejumlah perguruan tinggi lain di Indonesia. Ia juga menilai capaian indeks-h publikasi UIN Sunan Kalijaga baik.
Penjelasan tersebut sejalan dengan data pada laman resmi THE yang mencatat skor kualitas penelitian (research quality) UIN Sunan Kalijaga sebesar 82,8, tertinggi di antara lima bidang penilaian universitas tersebut. Adapun skor pengajaran (teaching) mencapai 16,7, lingkungan penelitian (research environment) 16,4, hubungan dengan industri (industry) 18,3, serta orientasi internasional (international outlook) 45,3. Dengan rentang skor keseluruhan 36,4–40,1, UIN Sunan Kalijaga menempati kelompok peringkat 801–1000 dunia dalam THE WUR 2027.
Kekuatan itu, menurutnya turut terlihat dari publikasi dosen pada jurnal bereputasi. “Mayoritas artikel yang diterbitkan oleh dosen-dosen UIN Sunan Kalijaga berada di jurnal-jurnal teratas. Hampir 80 persen di jurnal Q1. Ini mengindikasikan kualitas yang luar biasa,” katanya.
Menganai THE, Dr. Qoyum menjelaskan bahwa pemeringkatan ini merupakan lembaga yang menghimpun, menganalisis, dan menyajikan data perguruan tinggi dalam pemeringkatan global. Dalam prosesnya, THE melakukan pengumpulan data serta survei secara mandiri, termasuk menentukan responden survei. Perguruan tinggi juga menyampaikan sejumlah data institusi, antara lain pendanaan dan program penelitian.
Di UIN Sunan Kalijaga, lanjutnya, LPPM mendapat mandat dari Rektor untuk mengelola reputasi universitas. Namun, ia menegaskan bahwa reputasi tersebut dibangun melalui kerja bersama dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan seluruh jajaran pimpinan.
“Untuk membangun reputasi ini, tentu saja diperlukan kerja seluruh tim, yakni para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan seluruh pimpinan. Kami di LPPM berperan mengolah data, menyajikan, dan menyampaikannya untuk kebutuhan pemeringkatan,” ujarnya.
Pengelolaan data itu berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola penelitian. Dr. Qoyum menjelaskan, LPPM mendorong pengelolaan penelitian yang kompetitif serta memberikan pendampingan terhadap luaran yang harus dihasilkan para peneliti.
Upaya tersebut diperkuat dengan penambahan insentif publikasi dan dorongan terhadap program penelitian serta inovasi di kalangan mahasiswa. LPPM juga mengintegrasikan berbagai program dan kegiatannya untuk membangun basis data yang mendukung kebutuhan pemeringkatan THE WUR, THE Impact Rankings, maupun QS.
Capaian ini menjadi modal strategis bagi UIN Sunan Kalijaga untuk memperkuat kepercayaan dan memperluas jejaring kerja sama akademik. Dengan kualitas riset sebagai salah satu kekuatan utamanya, reputasi global tersebut membuka peluang kolaborasi yang semakin luas bagi dosen dan mahasiswa. Komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan kerja sama menjadi pijakan universitas dalam mengembangkan capaian ini menuju penguatan kualitas akademik yang berkelanjutan.(humassk)