Dua dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. M. Misbahul Mujib dan Moh. Khoerul Anwar, Ph.D., menghadiri konferensi pers internasional di Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (Ministry of Foreign Affairs/MFA) di Beijing, Senin (12/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, keduanya bertemu langsung dengan Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi akademik dan hubungan antarmasyarakat (people-to-people exchange) antara Indonesia dan Tiongkok. Kehadiran akademisi UIN Sunan Kalijaga dalam forum internasional tersebut menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam membangun komunikasi lintas negara melalui pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, dan perspektif kebudayaan.
Mao Ning turut membagikan momen pertemuan tersebut melalui akun Instagram resminya dengan unggahan berjudul “Glad to meet with Indonesian scholars”. Dalam unggahan itu, ia menyampaikan kegembiraannya dapat bertemu dengan para cendekiawan Indonesia sekaligus menerima buku yang mengangkat pengalaman mereka selama tinggal di Tiongkok serta refleksi mengenai hubungan bilateral kedua negara.
Pada kesempatan tersebut, delegasi akademisi Indonesia menyerahkan buku yang merekam pengalaman studi dan kehidupan akademik di Tiongkok. Buku tersebut juga memuat perspektif akademisi mengenai dinamika hubungan Indonesia–Tiongkok, sehingga menjadi sarana pertukaran gagasan dan pengalaman lintas budaya.
Kedua dosen UIN Sunan Kalijaga tersebut memiliki latar belakang pendidikan doktoral di Tiongkok. Dr. M. Misbahul Mujib merupakan alumnus Zhongnan University of Economics and Law, sedangkan Moh. Khoerul Anwar, Ph.D., merupakan alumnus Central China Normal University. Pengalaman akademik di negara tersebut menjadi bekal bagi keduanya untuk memahami berbagai dinamika sosial, hukum, ekonomi, dan budaya, sekaligus membangun jembatan komunikasi antara komunitas akademik Indonesia dan Tiongkok.
Keterlibatan keduanya dalam kegiatan ini menegaskan bahwa diplomasi tidak hanya berlangsung melalui jalur politik dan pemerintahan, tetapi juga melalui pendidikan, penelitian, publikasi, dan dialog lintas budaya. Akademisi memiliki posisi strategis dalam memperluas pemahaman bersama serta membangun hubungan bilateral yang lebih erat melalui interaksi langsung dan pertukaran pengetahuan.
Dalam konteks pendidikan tinggi, pertemuan tersebut juga berpotensi membuka peluang pengembangan kolaborasi riset, pertukaran akademisi, dan kemitraan antarlembaga. Pengalaman internasional para dosen dapat menjadi modal penting bagi perguruan tinggi untuk memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan delegasi berlangsung pada 9–16 Oktober 2026 di Beijing dan Chongqing. Selama kunjungan di Tiongkok, delegasi memperoleh dukungan fasilitasi dari Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia guna menunjang kelancaran berbagai agenda dan interaksi selama kegiatan berlangsung.
Partisipasi Dr. M. Misbahul Mujib dan Moh. Khoerul Anwar, Ph.D., diharapkan dapat semakin memperluas jejaring internasional UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta mendorong terbentuknya kerja sama akademik yang berkelanjutan. Momentum ini sekaligus memperlihatkan kontribusi dosen dalam memperkenalkan perspektif akademik Indonesia di tingkat internasional.
Melalui partisipasi dalam forum internasional, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang pertukaran ilmu pengetahuan, dialog kebudayaan, dan pengembangan kemitraan global. Kiprah para akademisi diharapkan turut berkontribusi dalam mempererat hubungan Indonesia–Tiongkok melalui jalur pendidikan dan diplomasi masyarakat.(humassk)