Kemampuan mendengarkan, menyampaikan informasi yang tepat, dan membangun komunikasi yang terbuka menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mendukung teman sebayanya. Bekal tersebut semakin dibutuhkan ketika persoalan generasi muda bersinggungan dengan penyalahgunaan NAPZA, kekerasan seksual, hingga kesehatan mental.
Kebutuhan itu menjadi perhatian Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (UKM PIK-M) Lingkar Seroja UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui Pelatihan Pendidik Sebaya 2026. Berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN DIY pada Sabtu–Minggu, 24–25 Oktober 2026, kegiatan ini diikuti 70 anggota yang disebut sebagai punggawa Lingkar Seroja.
Mengusung tema “Empower Peers, Inspire Change: Building Safe Spaces and Resilience for Youth”, pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa menjalankan edukasi sebaya sekaligus menumbuhkan lingkungan pergaulan yang aman dan saling mendukung.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY Rohina, M.Si., yang hadir dalam pembukaan bersama Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Depok, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan keluarga. Penguatan pendidik sebaya, menurut dia, dapat membantu remaja memahami persoalan yang dihadapi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Peran remaja sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan keluarga,” ujar Rohina.
Selama dua hari, peserta mengikuti pembelajaran yang memadukan pemaparan materi, tanya jawab, diskusi kelompok terarah, dan presentasi. Tes awal dan tes akhir turut digunakan untuk mengevaluasi pemahaman peserta.
Pembahasan kemudian berlanjut pada pengenalan jenis Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) serta strategi pencegahannya bersama Hindun Kurnia Novianti, S.K.M., M.P.H., dari BNNP DIY. Hal ini membawa peserta mendalami pemahaman tentang risiko penyalahgunaan NAPZA dan upaya pencegahan di lingkungan generasi muda.
Pada hari berikutnya, Khoirryyatun Nisa, S.Psi., dari DP3AP2 DIY mengajak peserta memahami pencegahan kekerasan seksual. Pembahasan ini menempatkan kepedulian dan kesadaran bersama sebagai bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman bagi remaja dan mahasiswa.
Sementara itu, psikolog Adhe Vrilia M. dari Biro Psikologi Metamorfosa membawakan materi kesehatan mental. Peserta memperoleh pembekalan untuk memahami pentingnya kesehatan mental dalam menghadapi tekanan hidup dan membangun ketahanan diri.
Bagi UKM PIK-M Lingkar Seroja UIN Sunan Kalijaga, pelatihan ini merupakan langkah untuk menyiapkan anggota agar mampu menjalankan peran edukasi secara lebih baik. Pengetahuan mengenai isu remaja perlu disertai kemampuan berkomunikasi, kepekaan terhadap kondisi teman sebaya, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
Melalui penguatan pendidik sebaya, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga didorong mengambil peran dalam merawat lingkungan kampus. Peran itu dimulai dari keseharian: membuka percakapan, mendengarkan dengan kepedulian, serta membantu teman memperoleh informasi yang tepat. Dari interaksi tersebut, ruang aman dan budaya saling mendukung dapat tumbuh di antara mahasiswa.(humassk)