Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMPS HES) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memperkuat jejaring antarkampus melalui studi banding bersama lima himpunan mahasiswa HES lainnya di Semarang, Senin (26/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang berbagi pengalaman pengelolaan organisasi sekaligus menggali gagasan untuk mengembangkan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi mahasiswa.
Bagi HMPS HES UIN Sunan Kalijaga, pertukaran pengalaman tersebut membuka kesempatan untuk mempelajari cara organisasi lain menyusun program kerja, menghadapi persoalan internal, dan membangun kolaborasi. Pengalaman dari kampus lain dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperbaiki tata kelola maupun merancang kegiatan sesuai kebutuhan mahasiswa.
Wakil Ketua HMPS HES UIN Sunan Kalijaga, Daniel Moestofa, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam forum ini berangkat dari keinginan mempererat hubungan antarmahasiswa HES serta memperluas ruang belajar bersama.
“Pertemuan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarmahasiswa HES sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman berorganisasi. Melalui proses saling belajar, kami berharap lahir gagasan dan inovasi yang dapat dikembangkan bersama untuk menjawab kebutuhan mahasiswa HES serta memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.
Mengusung tema “Connections, Cultivating Growth, Accelerating Excellence”, kegiatan yang berlangsung di UIN Walisongo Semarang tersebut mempertemukan enam himpunan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain UIN Sunan Kalijaga dan kampus tuan rumah, peserta berasal dari UIN Salatiga, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, serta Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Daniel menyebut, cakupan peserta kali ini bertambah dibandingkan pertemuan sebelumnya yang melibatkan tiga himpunan. Keterlibatan enam organisasi menghadirkan lebih banyak sudut pandang mengenai dinamika dan kebutuhan mahasiswa HES di setiap kampus.
Menurut Daniel, keragaman pengalaman antarorganisasi menjadi sumber pembelajaran untuk memperkuat tata kelola himpunan. Persoalan yang telah dihadapi organisasi lain beserta cara penyelesaiannya dapat menjadi bahan refleksi bagi pengurus dalam menentukan langkah yang sesuai dengan kebutuhan di kampus masing-masing.
Melalui forum tersebut, HMPS HES UIN Sunan Kalijaga berharap hubungan antarkampus dapat berlanjut dalam bentuk saling mendukung penyelenggaraan kegiatan, bertukar gagasan, dan membantu pengembangan program mahasiswa. Jejaring yang terbentuk diharapkan memudahkan komunikasi ketika masing-masing himpunan membutuhkan mitra kolaborasi.
“Kami berharap setelah studi banding ini muncul ide-ide baru yang lebih bermanfaat dan berdampak. Hubungan keluarga mahasiswa HES juga semakin erat, sehingga bisa saling membantu dan mendukung satu sama lain,” kata Daniel.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo, Muhammad Harun. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya jejaring serta kemandirian berorganisasi sebagai bekal mahasiswa untuk mengambil peran di ruang publik dan dunia profesional.
Bagi mahasiswa HES UIN Sunan Kalijaga, nilai pertemuan ini terletak pada bagaimana pengalaman dari kampus lain dapat diolah menjadi perbaikan di organisasi sendiri. Gagasan yang dibawa pulang menjadi bekal untuk menyusun program yang lebih relevan, memperluas keterlibatan mahasiswa, dan menjaga kerja sama antarkampus tetap berjalan.(humassk)