Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Prof. Abdur Rozaki, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif para mentor dan mahasiswa yang berkompetisi. Selain kerja keras dan persiapan para peserta, ekosistem akademik kampus yang semakin kondusif dalam menumbuhkan budaya berprestasi turut menjadi faktor penting.
Menurutnya, lingkungan yang mendukung membuat mahasiswa merasa nyaman sekaligus tertantang untuk terus mengembangkan kemampuan. Prestasi tidak lagi sekadar menjadi capaian sesaat, tetapi mulai dipandang sebagai bagian penting dari perjalanan dan pengembangan karier mahasiswa.
Bagi Prof. Abdur Rozaki, capaian dalam OASE III 2026 seharusnya menjadi momentum untuk membangun langkah yang lebih besar. Kompetisi nasional bukanlah tujuan akhir, melainkan kesempatan awal bagi mahasiswa untuk menapaki perjalanan akademik dan profesional yang lebih serius.
“Ini kan hanya tangga awal bagi anak-anak untuk memacu dalam karier yang lebih serius lagi. Misalnya, bagaimana dia bisa menjadi ilmuwan yang karyanya, inovasinya bisa berkontribusi terhadap penyelesaian problem-problem kebangsaan kita,” tuturnya.
Setelah membuktikan kemampuan di tingkat nasional, tantangan berikutnya adalah membawa mahasiswa UIN Sunan Kalijaga berkompetisi di level internasional. Prof. Abdur Rozaki melihat peluang tersebut terbuka, terutama pada bidang-bidang keilmuan masa depan (future studies) yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan global.
Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain robotika, riset ekologi, dan nanoteknologi. Untuk mewujudkannya, mahasiswa perlu terus meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus membangun jejaring kolaborasi yang dapat membuka akses ke berbagai kompetisi dan forum internasional.
Menurutnya, pengalaman dan prestasi yang diperoleh di tingkat nasional harus menjadi modal untuk menghadapi tantangan yang lebih luas. Mahasiswa perlu didorong agar tidak hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan kapasitas untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
Selain mendorong mahasiswa menembus kompetisi internasional, UIN Sunan Kalijaga juga menaruh perhatian pada keberlanjutan karya dan inovasi yang dihasilkan mahasiswa. Prof. Abdur Rozaki menekankan pentingnya hilirisasi agar hasil riset tidak berhenti sebagai karya perlombaan atau sekadar menjadi koleksi prestasi.
Karya-karya inovatif mahasiswa diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui perlindungan kekayaan intelektual, termasuk pengajuan paten, serta pengembangan menjadi produk industri yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan para pemenang OASE III 2026 agar tidak cepat berpuas diri. Gelar juara harus menjadi pemantik untuk terus menghasilkan inovasi, memperkuat kontribusi keilmuan, dan mengembangkan karya yang memiliki manfaat lebih luas.
Arah pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Sunan Kalijaga memperkuat hubungan antara pendidikan, riset, dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari prestasi di arena kompetisi, tetapi juga dari kemampuan menerjemahkan pengetahuan menjadi inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata.
Komitmen universitas untuk mendukung mahasiswa berprestasi juga ditegaskan melalui rencana penyediaan panggung apresiasi bertajuk Kalijaga Prestasi. Program ini disiapkan sebagai bentuk penghargaan bagi mahasiswa yang mencatatkan pencapaian sepanjang 2026, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Prof. Abdur Rozaki menegaskan bahwa dukungan universitas terhadap pengembangan potensi dan inovasi mahasiswa merupakan komitmen yang terus diperkuat.
“Kita selalu bukan hanya siap ya, tapi kita lebih sangat siap. Karena itu setelah ini kita akan sediakan panggung Kalijaga Prestasi,” ungkapnya.
Melalui panggung tersebut, universitas ingin memberikan ruang pengakuan bagi mahasiswa yang telah berjuang dan menghasilkan berbagai capaian. Apresiasi ini sekaligus diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, kreativitas, dan inovasi.
Keberhasilan UIN Sunan Kalijaga meraih juara umum OASE III PTKI 2026 dengan sembilan gelar juara pertama menjadi modal penting untuk melangkah ke fase berikutnya. Ekosistem prestasi yang telah dibangun perlu terus diperkuat, pendampingan mentor perlu berkelanjutan, dan karya-karya mahasiswa perlu memperoleh ruang untuk berkembang lebih jauh.
Sebab, prestasi bukanlah akhir perjalanan. Dari podium OASE, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga diharapkan melangkah menjadi ilmuwan dan inovator yang mampu menembus panggung internasional, menghasilkan karya yang dipatenkan, serta menghadirkan produk dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar mempertahankan gelar juara, inilah tantangan UIN Sunan Kalijaga berikutnya: mengubah prestasi menjadi inovasi, dan inovasi menjadi kontribusi nyata bagi bangsa. (humassk)