Kinerja publikasi internasional bereputasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menunjukkan tren yang sangat positif sepanjang periode 2025–2026. Berdasarkan data benchmarking SciVal dan Scopus per Mei 2026, UIN Sunan Kalijaga berhasil meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah internasional sekaligus memperkuat dampak akademiknya melalui kenaikan jumlah sitasi. Capaian tersebut menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas riset, daya saing akademik, serta reputasi global perguruan tinggi Islam di Indonesia.
Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Abdul Qoyum, mengungkapkan bahwa pada indikator Scholarly Output atau jumlah dokumen publikasi internasional, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menempati posisi teratas di lingkungan PTKIN dengan total 426 dokumen selama periode 2025–2026. Capaian tersebut terdiri atas 308 publikasi pada tahun 2025 dan 118 publikasi pada tahun 2026 hingga periode pengambilan data dilakukan.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa produktivitas publikasi internasional UIN Sunan Kalijaga terus mengalami peningkatan dan semakin kompetitif pada tingkat global. Hal tersebut mencerminkan semakin kuatnya budaya riset akademik di lingkungan kampus, meningkatnya kolaborasi ilmiah internasional, serta bertambahnya pengakuan dunia akademik terhadap kualitas penelitian yang dihasilkan sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga.
Dr. Qoyum menambahkan, tidak hanya dari sisi jumlah publikasi, capaian sitasi internasional juga menunjukkan performa yang sangat baik. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menjadi yang tertinggi dengan total 898 sitasi, terdiri atas 865 sitasi pada tahun 2025 dan tambahan 33 sitasi pada tahun 2026. Capaian tersebut menegaskan bahwa publikasi yang dihasilkan tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga memiliki dampak akademik yang tinggi dan banyak dirujuk oleh peneliti internasional.
“Jika dilihat secara khusus pada capaian tahun 2026, tren produktivitas publikasi masih terus bergerak positif meskipun tahun berjalan belum berakhir. Hingga periode pengambilan data, UIN Sunan Kalijaga telah menghasilkan 118 dokumen internasional bereputasi pada tahun 2026, tertinggi di antara PTKIN lainnya,” ujarnya.
Pada aspek sitasi tahun 2026, lanjut Dr. Qoyum, UIN Sunan Kalijaga kembali menempati posisi teratas dengan capaian 33 sitasi internasional. Jumlah sitasi yang terus meningkat menjadi indikator penting bahwa hasil riset dan publikasi ilmiah sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga semakin relevan, serta mendapat pengakuan dalam diskursus keilmuan global.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan bahwa capaian publikasi dan sitasi internasional tersebut merupakan bagian dari strategi besar transformasi UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi unggul bereputasi global. Ia menegaskan bahwa penguatan kinerja riset ini menjadi salah satu prioritas utama dalam mendorong daya saing akademik di tingkat internasional.
“Peningkatan produktivitas publikasi internasional tidak hanya menjadi ukuran kinerja akademik, tetapi juga merupakan leading indicator yang menunjukkan arah penguatan mutu riset dan reputasi akademik UIN Sunan Kalijaga ke depan. Capaian ini menjadi milestone penting yang menandai bahwa proses transformasi riset yang sedang berjalan berada pada jalur yang tepat dan terus mengalami penguatan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa capaian tersebut bukan semata-mata hasil yang dicapai secara instan, melainkan buah dari kerja keras dan kolaborasi banyak pihak di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mulai dari dosen, peneliti, mahasiswa, pengelola jurnal, hingga LPPM sebagai lembaga yang menjadi tumpuan penguatan riset institusi.
LPPM di bawah komando Dr. Abdul Qoyum, lanjut Rektor, terus berupaya memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah secara berkelanjutan, termasuk melalui penguatan jejaring kolaborasi riset internasional, kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, serta peningkatan kolaborasi publikasi bersama dengan komunitas akademik global.
Capaian ini semakin menguatkan rekognisi UIN Sunan Kalijaga di kancah internasional, sekaligus melengkapi berbagai capaian sebelumnya, termasuk peringkat ke-7 dalam Scimago Institutions Rankings pada bidang Religious Studies serta posisi 37 dalam QS World University Rankings by Subject pada bidang yang sama.(humassk)