1002089182.jpg

Jumat, 22 Mei 2026 17:10:00 WIB

0

Buka Jalan Studi Lanjut, UIN Suka Gelar Scholarship Talk BIB Kemenag

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat perannya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyelenggaraan Scholarship Talk Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) pada Jumat (22/05/2026) di Aula Pascasarjana. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peluang studi lanjut melalui program beasiswa unggulan dari Pusat Pengembangan Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI.


Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) sendiri merupakan program dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang bekerja sama dengan LPDP Kementerian Keuangan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang keagamaan dan umum melalui skema pembiayaan penuh (fully funded), baik untuk studi dalam negeri maupun luar negeri.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag., Ketua Puspenma Kemenag RI, dan Dr. Hj. Siti Maria Ulfa, S.Pd.I., M.S.I., Ketua Tim Kerja Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan,  serta dimoderatori oleh Dr. Subi Nur Isnaini, Lc.,M.A., dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Acara dibuka oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Moch Nur Ichwan, S.Ag., M.A., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa pascasarjana.

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana menegaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga merupakan mitra strategis dalam pelaksanaan berbagai program beasiswa Puspenma. Beberapa skema unggulan yang telah berjalan antara lain S-2 Double Degree bersama SOAS University of London, Program Magister Lanjut Doktor (PMLD), serta program doktor melalui konsorsium Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS). Masing-masing program menyediakan kuota terbatas sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa, khususnya di lingkungan Pascasarjana.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa selain program-program tersebut, BIB juga membuka peluang untuk jenjang S-1 hingga S-3 yang dapat diakses oleh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.

Dalam sesi pemaparan, Ruchman Basori menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam peningkatan kualitas SDM, terutama masih rendahnya rasio lulusan magister dan doktor yang baru mencapai 0,53% dari populasi usia produktif. Angka ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand yang telah mencapai 2,43%.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kualifikasi akademik, terbatasnya tenaga pengajar di bidang sains dan STEM, serta lemahnya daya saing. Oleh karena itu, BIB hadir sebagai solusi strategis untuk memperkuat kapasitas SDM melalui pendidikan lanjutan, sekaligus mendorong pengembangan bidang sains dan keilmuan strategis lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga memiliki peran penting dalam program ini, baik sebagai pengirim calon penerima beasiswa maupun sebagai perguruan tinggi penyelenggara. Dalam peran tersebut, UIN aktif mendorong dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk melanjutkan studi, sekaligus memberikan pendampingan dalam proses pendaftaran. Di sisi lain, UIN juga berkontribusi dalam menyediakan program studi berkualitas serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi penerima beasiswa dari berbagai daerah.

Berbagai skema BIB yang diperkenalkan meliputi beasiswa unggulan keagamaan (S-1 hingga S-3 dalam negeri), Beasiswa Santri Berprestasi pada bidang seperti teknik industri, akuntansi syariah, dan kesejahteraan sosial, program doktor melalui ICRS, S-2 Double Degree internasional, serta Program Magister Lanjut Doktor sebagai jalur akselerasi akademik.

Sementara itu, Siti Maria Ulfa memberikan penjelasan teknis terkait skema beasiswa program gelar. Ia menjelaskan bahwa seluruh program BIB memberikan pembiayaan penuh, serta dapat diakses melalui beberapa jalur, yakni skema kemitraan, skema berbasis letter of acceptance (LOA), dan skema non-LOA.

Adapun proses seleksi terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu seleksi administrasi, wawancara, serta asesmen akademik dan psikologi. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan dokumen dan perencanaan studi yang matang bagi para pendaftar.

Melalui kegiatan ini, UIN Sunan Kalijaga tidak hanya menghadirkan informasi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk lebih proaktif dalam merencanakan studi lanjut. Scholarship Talk ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam menciptakan ekosistem akademik yang mendukung peningkatan kualifikasi dan kapasitas SDM secara berkelanjutan. (humassk)