UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menunjukkan posisi kuatnya sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dengan produktivitas akademik paling menonjol di Indonesia. Berdasarkan data SINTA Kemendiktisaintek edisi 7 Juni 2026, UIN Sunan Kalijaga menempati peringkat pertama 1 PTKIN berdasarkan SINTA Score 3 Tahun.
Dalam pemeringkatan tersebut, UIN Sunan Kalijaga meraih SINTA Score 3 Tahun sebesar 441.039. Capaian ini menempatkan UIN Sunan Kalijaga di atas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berada di peringkat kedua dengan skor 393.185, serta UIN Sunan Gunung Djati Bandung di peringkat ketiga dengan skor 278.274.
Keunggulan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem riset dan publikasi ilmiah di UIN Sunan Kalijaga terus bergerak secara konsisten. Tidak hanya unggul dalam indikator tiga tahun terakhir, UIN Sunan Kalijaga juga mencatatkan SINTA Score Overall tertinggi PTKIN, yakni 822.179. Angka ini memperlihatkan kesinambungan produktivitas akademik, publikasi, dan dampak sitasi yang terbangun dalam jangka panjang.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, memandang capaian ini sebagai bagian dari perjalanan transformasi akademik universitas. Menurutnya, posisi pertama PTKIN adalah cerminan dari kerja kolektif dosen, peneliti, fakultas, program studi, pusat studi, serta seluruh ekosistem akademik yang terus memperkuat budaya riset.
“Capaian ini menunjukkan bahwa UIN Sunan Kalijaga memiliki tradisi akademik yang kuat dan terus berkembang. Produktivitas publikasi, kualitas riset, serta dampak sitasi menjadi bagian penting dari komitmen kami untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang relevan bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” ujar Prof. Noorhaidi.
Nada yang sama disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum. Ia menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan penting untuk memperkuat ekosistem riset yang lebih terarah, kolaboratif, dan berdampak.
Tantangan perguruan tinggi, lanjut Dr. Qoyum adalah kemampuan menghadirkan riset yang memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penyelesaian persoalan masyarakat, serta penguatan reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional.
“Bagi LPPM, capaian ini menjadi amanah untuk terus memperkuat tata kelola riset, memperluas kolaborasi lintas disiplin, dan mendorong publikasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga relevan dan berdampak. UIN Sunan Kalijaga memiliki modal akademik yang sangat kuat. Ke depan, modal ini perlu terus diarahkan agar riset-riset yang lahir dari kampus ini semakin memberi manfaat bagi masyarakat dan semakin diakui dalam percakapan akademik global,” ujarnya.
Kekuatan UIN Sunan Kalijaga, menurut Dr. Qoyum, ditopang oleh sebaran sumber daya manusia peneliti yang luas. Berdasarkan catatan dalam pemeringkatan tersebut, UIN Sunan Kalijaga memiliki 834 author aktif yang tersebar pada 78 departemen. Komposisi ini menjadi modal penting dalam memperkuat kolaborasi riset lintas disiplin, baik pada bidang keislaman, sosial-humaniora, sains, teknologi, pendidikan, ekonomi, hukum, maupun kajian interdisipliner lainnya.
Bagi UIN Sunan Kalijaga, capaian ini menjadi energi baru untuk memperkuat agenda internasionalisasi, peningkatan kualitas publikasi, kolaborasi riset global, serta hilirisasi ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat. Posisi puncak dalam SINTA Score 3 Tahun juga menegaskan peran UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu pusat keunggulan akademik PTKIN di Indonesia.
Capaian ini semakin menguatkan posisi UIN Sunan Kalijaga dalam bidang riset dan publikasi ilmiah. Setelah sebelumnya menempati posisi teratas di lingkungan PTKIN dalam publikasi internasional, prestasi ini kembali menegaskan komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk memperkuat budaya akademik dan memperluas kontribusi keilmuan di tingkat nasional maupun global.(humassk)