UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkokoh pondasi sebagai kampus unggul dan bereputasi global. Ikhtiar itu tidak hanya tampak melalui penguatan kelembagaan dan jejaring internasional, tetapi juga melalui mobilitas mahasiswanya yang semakin mengglobal. Salah satunya terlihat dari keikutsertaan enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FITK UIN Sunan Kalijaga dalam Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP) Internasional di Thailand.
Senin (8/6/2026), enam mahasiswa peserta PLP Internasional diterima secara resmi oleh pimpinan Thamavitya Mulniti School, Yala City, Provinsi Yala, Kerajaan Thailand. Acara penerimaan berlangsung di Mabna 5 Ruang Ma’mal al Hasub Lantai 2 Kompleks Ma’had Al Bi’tsaat al Diniyyah yang berlokasi di 762 Siroros Road, Yala City, Thailand.
Keenam mahasiswa tersebut adalah Muhammad Seza Al Kindy, Femi Shofia Chairani, Fadhila Hanum Khairunnisa, Zakia Fatma Tsabita, Nurul Laela Apriliani, dan Nindya Suci Rahayu. Mereka didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. H. Zamakhsari, M.Pd.
Rombongan diterima oleh Wakil Ketua Ma’had Al Bi’tsaat al Diniyyah, Ustadz Abdurrahman, yang didampingi Ustadz Kuding dan Ustadz Mustofa. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Arfan selaku humas, Nur Aeni sebagai pamong Bahasa Arab, Aslam dari bidang program akademik, serta Ustadz Hammadi selaku pengasuh asrama.
Dalam sambutannya, Ustadz Abdurrahman menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program PLP Internasional yang telah beberapa kali dilaksanakan bersama UIN Sunan Kalijaga.
“Ma’had Al Bi’tsaat al Diniyyah sangat senang dengan adanya kegiatan PLP ini karena dapat membantu proses belajar siswa sekaligus memperluas wawasan mereka. Kehadiran mahasiswa PLP pada tahun-tahun sebelumnya memberikan dampak positif, sehingga kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Zamakhsari menyampaikan harapan agar kerja sama antara FITK UIN Sunan Kalijaga dan Ma’had Al Bi’tsaat al Diniyyah semakin diperkuat melalui berbagai program akademik di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan PLP tahun ini memiliki skema yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya PLP dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan secara bersamaan dengan peserta yang sama, tahun ini kedua program tersebut diselenggarakan secara terpisah.
“PLP berlangsung mulai hari ini hingga 5 Juli 2026. Setelah itu, dari enam mahasiswa peserta PLP, empat orang akan melanjutkan mengikuti KKN. Mereka kemudian akan bergabung dengan lima mahasiswa lainnya sehingga total peserta KKN yang bertugas di lokasi ini menjadi sembilan orang,” jelasnya.
Melalui PLP Internasional ini, Dr, Zam berharap mahasiswa tidak hanya berlatih mengajar, tetapi juga memahami ekosistem pendidikan lintas budaya, membangun jejaring akademik, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi penguatan pembelajaran di sekolah mitra.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan orientasi mengenai sistem pendidikan di lembaga tersebut yang disampaikan oleh Ustadz Kuding. Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran di sekolah berlangsung dalam dua bentuk. Pada pagi hari, siswa mengikuti pendidikan keagamaan yang mencakup berbagai cabang ilmu agama, Bahasa Arab, dan Bahasa Melayu. Sementara pada sore hari, siswa mengikuti pendidikan akademik yang meliputi ilmu-ilmu eksakta serta ilmu sosial-humaniora.
Model pendidikan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa PLP karena memperlihatkan bagaimana integrasi pendidikan agama dan akademik diterapkan dalam satu ekosistem sekolah.
“Semoga mahasiswa kami dapat belajar dengan baik, memperoleh pengalaman yang berharga, dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah. Kami juga memohon maaf apabila kehadiran dan kegiatan mahasiswa PLP ini menimbulkan kerepotan bagi pihak sekolah,” katanya.
Bagi keenam mahasiswa tersebut, PLP Internasional bukan sekadar praktik mengajar di luar negeri. Program ini menjadi ruang belajar untuk memahami pendidikan dalam konteks yang lebih luas, yakni bertemu budaya yang berbeda, beradaptasi dengan lingkungan baru, sekaligus mengasah kompetensi sebagai calon pendidik yang siap hadir di tengah masyarakat global.(humassk)