1002208428.jpg

Selasa, 30 Juni 2026 09:10:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Perluas Jangkauan PMB Melalui Kolaborasi Strategis Bersama UIN Antasari

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperluas jangkauan promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui kolaborasi antarperguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Bersama UIN Antasari Banjarmasin, UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Sosialisasi PMB secara hibrida di Aula Zafry Zamzam Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Antasari dan disiarkan melalui Zoom Meeting, Senin (29/6).


Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya UIN Sunan Kalijaga memperkuat sinergi antar-PTKIN sekaligus menghadirkan layanan informasi pendidikan tinggi yang lebih luas bagi calon mahasiswa, khususnya di Kalimantan Selatan. Kegiatan diikuti para guru dan siswa dari berbagai sekolah dan pondok pesantren, di antaranya MAN Insan Cendekia Tanah Laut, SMAN 1 Banjarbaru, Pondok Pesantren Darul Hijrah, hingga MA Terpadu Darul Fallah Bogor.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dosen Prodi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga dr. Murtafiqoh Hasanah; Tim Admisi UIN Sunan Kalijaga Nurul Mar'ati Shaleh, S.T., M.M.,; Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Antasari Dr. Ridha Darmawaty, M.Pd., serta jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Antasari, Dr. Muhdi, M.Ag., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antarkampus merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

"Terus terang kami merasa bangga yang mengajak adalah UIN besar, apalagi misalnya ada kata-kata mari tumbuh bersama," ungkapnya saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan bahwa lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri harus memiliki kompetensi akademik yang kuat sekaligus karakter religius sebagai ciri khas pendidikan tinggi Islam.

Pada kesempatan tersebut, UIN Sunan Kalijaga memperkenalkan berbagai program studi unggulan, termasukProdi Kedokteran yang resmi dibuka pada tahun 2026. Dosen Prodi Kedokteran, dr. Murtafiqoh Hasanah, Sp.S., menjelaskan bahwa Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga dibangun dengan kekhasan yang mengintegrasikan ilmu kedokteran modern dengan nilai-nilai keislaman.

Menurutnya, paradigma pelayanan kesehatan saat ini menempatkan manusia secara utuh sebagai pusat layanan kesehatan. Karena itu, pendidikan kedokteran tidak hanya berorientasi pada aspek biologis, tetapi juga memperhatikan dimensi mental, sosial, dan spiritual.

"Sehat itu menurut WHO adalah sehat fisik, mental, sosial, dan spiritual," jelasnya.

Sebagai implementasi dari pendekatan tersebut, Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga mengembangkan keilmuan yang berfokus pada upaya promotif dan preventif terhadap penyakit muskuloskeletal, khususnya pada kelompok lanjut usia. Fokus ini menjadi salah satu diferensiasi Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat Indonesia.

Selain memperkenalkan keunggulan akademik, Tim Admisi UIN Sunan Kalijaga juga menyampaikan informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru. Untuk Fakultas Kedokteran, seleksi Jalur Mandiri dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu Tes Potensi Akademik berbasis komputer, tes psikologi, dan tes kesehatan yang meliputi pemeriksaan fisik dasar, buta warna, serta bebas narkoba.

Pendaftaran Jalur Mandiri Fakultas Kedokteran masih dibuka melalui Gelombang II pada 9–31 Juli 2026 dan Gelombang III pada 7–18 Agustus 2026, setelah Gelombang I berlangsung pada 29 Mei–29 Juni 2026. Uang Kuliah Tunggal (UKT) ditetapkan sebesar Rp45.000.000 per semester tanpa uang pangkal maupun iuran institusi lainnya, sebagai bentuk komitmen UIN Sunan Kalijaga terhadap transparansi biaya pendidikan.

Dalam sesi yang sama, UIN Antasari turut memaparkan jalur penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Tersedia dua jalur seleksi mandiri, yakni Jalur Ujian Masuk (UM) Mandiri dan Jalur Mandiri Portofolio, yang sama-sama dibuka hingga 4 Juli 2026.

Jalur UM Mandiri menggunakan ujian tulis berbasis Sistem Seleksi Elektronik dengan jadwal pelaksanaan ujian pada 8–9 Juli 2026, sedangkan Jalur Mandiri Portofolio diperuntukkan bagi peserta yang telah mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan dilakukan melalui unggah nilai UTBK tanpa mengikuti ujian tulis kembali. Pada kedua jalur tersebut, peserta dapat memilih maksimal tiga program studi dari fakultas yang berbeda dengan biaya pendaftaran sebesar Rp150.000.

Melalui kolaborasi sosialisasi PMB ini, UIN Sunan Kalijaga dan UIN Antasari menunjukkan komitmen bersama dalam memperluas akses informasi pendidikan tinggi keagamaan Islam. Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu calon mahasiswa memperoleh informasi yang komprehensif mengenai pilihan studi, sistem seleksi, serta keunggulan akademik masing-masing kampus, sehingga mampu melahirkan generasi unggul yang berdaya saing global, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat. (humassk)