UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menandantangani nota kesepahaman (MOU) dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Profesional bersama dengan 111 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Kegiatan ini difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama berkerjasam pula dengan Universitas Indonesia (UI) dan PERADI Profesional di Hotel Borobudur Jakarta, 8-9 Juli 2026.
Mewakili Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si, sebagai Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Kerjasama menyatakan bahwa jalinan kerjasama dengan PERADI Profesional ini bertujuan untuk memperkuat kualitas pendidikan hukum, menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), serta membangun ekosistem keadilan. Selain itu, juga diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan hukum yang mengintegrasikan dunia akademik, organisasi profesi, dan pemerintah melalui konsep triple helix.
UIN Sunan Kalijaga selama ini berkomitmen untuk terus mengembangkan jaminan mutu akademik dan relevansi pendidikan hukum berkelanjutan di tanah air. UIN Sunan kalijaga memiliki modal yang kuat untuk hal ini, diantaranya dibuktikan oleh adanya prestasi para mahasiswanya Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi yang menghapus ketentuan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden (presidential threshold) sebesar 20% kursi DPR atau 25% suara nasional. Begitu juga dengan alumni yang juga menjadi haki Hakim Agung aktif di Mahkamah Agung Republik Indonesia , yakni Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H.
“Indonesia membutuhkan keadilan hukum melalui adanya para penegak hukum yang mengedenpankan prinsip moral, beritegritas, etika, dan akhlak Indonesia sebagai negara hukum memiliki fondasi yang kokoh”, ujar Prof, Dr. Abdur Rozaki, M,Si yang hadir secara langsung pada pertemuan tersebut.
Selain adanya penandatangan MOU, juga dilanjutkan dengan sesi Symposium Nasional dengan tema Membangun Ekosistem Keadilan: Integrasi Penegakan Hukum, Profesi Advokat dan Perguruan Tinggi. Para narasumber yang hadir diantaranya adalah Prof. Dr. Jimly Assidhiqie, SH.MH, Dr. Wahidul Adam, SH.MH, Prof. Dr. Harris Arthur, SH.MH dan Prof. Dr. Heri Hermnasyah.