UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui Centre for Integrative, Interconnected, and Transformative Studies (CIINTRA) bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akan menyelenggarakan Simposium Nasional Pendidikan Pancasila Integratif pada Senin (27/7/2026) di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi forum akademik nasional yang mempertemukan para akademisi, pemangku kebijakan, budayawan, pendidik, dan mahasiswa untuk mendiskusikan penguatan Pendidikan Pancasila melalui pendekatan integratif, interkonektif, dan transformatif. Simposium diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan baru agar Pancasila tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi hadir sebagai nilai yang membentuk pendidikan, kebijakan, serta kehidupan bermasyarakat.
Direktur CIINTRA UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Eva Latipah, akan menyampaikan academic remarks mengenai urgensi Pendidikan Pancasila dalam perspektif integratif, interkonektif, dan transformatif. Menurutnya, Pendidikan Pancasila perlu dikembangkan dengan menghubungkan berbagai disiplin ilmu, nilai-nilai keagamaan, spiritualitas, kebangsaan, dan realitas sosial sehingga mampu membentuk karakter sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pancasila perlu dihadirkan bukan sekadar sebagai pengetahuan yang dihafalkan, tetapi sebagai nilai yang menghubungkan keilmuan, spiritualitas, kebangsaan, dan kemanusiaan. Melalui simposium ini, kami ingin mendorong lahirnya gagasan dan praktik Pendidikan Pancasila yang lebih kontekstual serta berdampak bagi kehidupan,” ujar Eva Latipah.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, Ph.D., dijadwalkan membuka kegiatan sekaligus menyampaikan sambutan mengenai komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat Pendidikan Pancasila melalui pendidikan tinggi serta memperluas kolaborasi strategis dengan BPIP. Perguruan tinggi dipandang memiliki peran penting dalam mengembangkan pemikiran kritis, memperkuat moderasi beragama, merawat kebinekaan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPIP, Prof. K.H. Yudian Wahyudi, Ph.D., akan menyampaikan keynote speech mengenai arah kebijakan BPIP dalam penguatan Pendidikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Paparan tersebut akan mengulas pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik, budaya kelembagaan, proses pendidikan, hingga praktik kehidupan sehari-hari sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Simposium Nasional juga akan menghadirkan empat akademisi terkemuka sebagai panelis, yakni Prof. Dr. M. Amin Abdullah, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, dan Prof. Dr. Melani Budianta, dengan moderator Dr. Sujadi, M.A.. Diskusi akan mengangkat beragam perspektif tentang Pancasila, mulai dari etika keilmuan, relasi agama dan kebangsaan, perspektif gender dan kemanusiaan global, hingga praktik kebudayaan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
Selain forum ilmiah, rangkaian kegiatan akan dimeriahkan dengan pentas seni Al-Mizan, pertunjukan seni dan budaya dari KOMJAL, pengumuman serta penyerahan penghargaan Lomba Esai Ilmiah Nasional tingkat SMA/MA dan perguruan tinggi, serta Pameran Nasional “Pancasila Hidup” yang menampilkan berbagai karya, gagasan, dan praktik baik implementasi nilai-nilai Pancasila.
Pada penghujung kegiatan, tim perumus akan menyampaikan rekomendasi hasil simposium yang menjadi dasar penguatan kerja sama strategis antara BPIP dan CIINTRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam pengembangan Pendidikan Pancasila di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan simposium ini, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terus mengembangkan paradigma keilmuan integratif-interkonektif sekaligus berkontribusi dalam penguatan ideologi Pancasila melalui kajian akademik, kolaborasi lintas sektor, dan pengabdian kepada masyarakat. (humassk)