Kehidupan mahasiswa tidak hanya bertumbuh di ruang kuliah. Minat yang diasah, jejaring yang dibangun, serta kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang matang dan berdampak.
Semangat tersebut hadir dalam UKM Expo UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang digelar pada Rabu–Kamis (26–27/8/2026) di halaman Poliklinik UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini mempertemukan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan mahasiswa baru yang ingin mengenali sekaligus mengembangkan minat, bakat, dan potensi dirinya selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Melalui stan-stan yang tersedia, mahasiswa baru dapat mengenal lebih dekat profil, bidang kegiatan, program kerja, serta karakter setiap UKM. Keragaman organisasi yang hadir memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menemukan ruang pengembangan diri yang sesuai dengan minat dan potensinya, baik dalam bidang seni, olahraga, penalaran, kerohanian, kepemimpinan, kewirausahaan, pers mahasiswa, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Perwakilan Cepedi yang juga seorang atlet. Henry, mengatakan bahwa UKM Expo menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk menemukan ruang pengembangan diri yang sesuai dengan ketertarikan mereka.
“Hal menarik dari UKM Expo adalah seluruh UKM dapat berkumpul dan memperkenalkan beragam kegiatan kepada mahasiswa. Setiap mahasiswa memiliki minat dan kemampuan yang berbeda. Ada yang lebih berfokus pada akademik, ada pula yang memiliki potensi dalam pencak silat, kepenulisan, dan berbagai bidang lainnya,” ujarnya.
Menurut Henry, UKM yang diikutinya memberikan perhatian besar pada pembinaan atlet untuk menghadapi berbagai kejuaraan. Meski demikian, kesempatan bergabung tetap terbuka bagi mahasiswa yang belum memiliki kemampuan dasar. Mereka akan mendapatkan pembinaan secara bertahap agar dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.
Henry sendiri telah menekuni bidang tersebut sebelum memasuki perguruan tinggi. Keberadaan UKM di UIN Sunan Kalijaga memberinya kesempatan untuk melanjutkan proses latihan sekaligus memperluas pengalaman.
Selain meningkatkan kemampuan, keikutsertaan dalam UKM juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun jejaring dengan berbagai pihak yang telah memiliki pengalaman dalam kompetisi tingkat daerah maupun nasional.
Ia menilai kegiatan UKM dapat berjalan beriringan dengan perkuliahan selama mahasiswa mampu mengatur waktu dan menjaga komunikasi. Tanggung jawab akademik tetap menjadi prioritas, sedangkan kegiatan organisasi menjadi ruang untuk melatih disiplin, kerja sama, kepemimpinan, dan ketangguhan.
UKM Expo 2026 juga membawa misi yang melampaui pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Ketua Forum Komunikasi (Forkom) UKM UIN Sunan Kalijaga, Ahmad Zidan Muzakki, mengatakan Forkom UKM berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Yogyakarta menghadirkan Panggung Terbuka dan Aksi Galang Dana Kemanusiaan Peduli Gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kami turut merasakan duka dan mendengar panggilan kemanusiaan dari saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Berangkat dari kepedulian tersebut, Forkom UKM UIN Sunan Kalijaga bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta mengintegrasikan UKM Expo 2026 dengan panggung terbuka dan aksi penggalangan dana,” ujarnya.\
Panggung terbuka dirancang sebagai ruang bersama bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menampilkan karya sekaligus menyampaikan dukungan moral kepada masyarakat di Tanah Flobamora. Beragam ekspresi seni dan kreativitas mahasiswa diharapkan dapat menggerakkan
Melalui UKM Expo, UIN Sunan Kalijaga mendorong mahasiswa menjadikan kampus sebagai ruang untuk menemukan potensi, membangun jejaring, menghasilkan karya, meraih prestasi, serta menumbuhkan kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan demikian, UKM tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan di luar perkuliahan, tetapi bagian dari ekosistem pendidikan yang membentuk mahasiswa agar terampil, tangguh, mampu bekerja bersama, dan memiliki kepedulian sosial.(humassk)