IMG_20260912_060201.jpg

Sabtu, 12 September 2026 06:00:00 WIB

0

Sehat Sejak Awal, FDK UIN Sunan Kalijaga Bangun Ekosistem Pendidikan yang Peduli Mahasiswa

Memulai kehidupan sebagai mahasiswa bukan hanya tentang beradaptasi dengan ruang kelas, lingkungan baru, dan tuntutan akademik. Ada hal mendasar yang kerap luput diperhatikan: memastikan tubuh dan pikiran berada dalam kondisi yang siap untuk menjalani proses belajar.


Kesadaran itulah yang menjadi salah satu pijakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ketika menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Bertempat di Ruang Teaterikal FDK, pemeriksaan kesehatan mulai dilaksanakan Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini digelar secara bertahap hingga 18 September 2026 dengan menggandeng Poliklinik UIN Sunan Kalijaga dan Puskesmas Depok 3.


Bagi FDK, pemeriksaan tersebut bukan sekadar agenda skrining kesehatan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi mahasiswa sejak mereka memulai perjalanan akademiknya di UIN Sunan Kalijaga.

Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Arif Maftuhin, S.Ag., M.A., I., menegaskan bahwa kesehatan merupakan modal penting dalam keberhasilan proses pendidikan.

“Dosen dan mahasiswa adalah modal dari sebuah bangsa. Karena itu, kesehatan perlu menjadi perhatian sejak awal. Jangan sampai kondisi kesehatan mahasiswa baru diketahui ketika sudah dalam keadaan parah,” ujarnya.

Di ruang pemeriksaan, mahasiswa tidak hanya diajak mengetahui kondisi berat badan, tinggi badan, atau tekanan darah mereka. Pemeriksaan juga mencakup gula darah, pemeriksaan dokter umum dan dokter gigi, hingga aspek psikologis atau kesehatan mental.


Bagi FDK, perhatian terhadap kesehatan mental menjadi bagian penting. Kehidupan akademik mahasiswa tidak selalu dapat dipahami hanya dari kehadiran di ruang kelas atau capaian akademiknya.

Arif mencontohkan, ketika seorang mahasiswa tidak mengikuti perkuliahan, kondisi tersebut tidak semestinya langsung dimaknai sebagai persoalan kedisiplinan.

“Ketika ada mahasiswa yang tidak masuk kuliah, sering kali langsung disimpulkan bahwa mahasiswa tersebut malas. Padahal, bisa saja ada kondisi kesehatan yang sedang dialaminya,” jelasnya.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun profil kesehatan mahasiswa FDK. Informasi tersebut nantinya dapat membantu program studi dan fakultas memahami kebutuhan mahasiswa secara lebih baik, sehingga layanan pendidikan dapat diberikan secara lebih tepat.


Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berbicara mengenai transfer pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa dipahami sebagai individu dengan kondisi, kebutuhan, dan tantangan yang beragam.

Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi FDK dengan Poliklinik UIN Sunan Kalijaga dan Puskesmas Depok 3.

Ketua Tim Kesehatan Poliklinik UIN Sunan Kalijaga, Dr. Diana, menjelaskan bahwa lingkungan perguruan tinggi merupakan ruang strategis untuk memulai upaya deteksi dini kesehatan, terutama bagi mahasiswa baru.

“Harapannya, kita memiliki data kesehatan mahasiswa baru. Dari sekitar 500 mahasiswa baru FDK, pemeriksaan dilakukan secara bertahap sehingga kita dapat memperoleh gambaran kondisi kesehatan mereka,” jelasnya.

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap berdasarkan program studi. Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) mengikuti pemeriksaan pada 11 September, disusul Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) pada 15 September. Sementara mahasiswa Manajemen Dakwah (MD) dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dijadwalkan pada 17 September, serta Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) pada 18 September 2026.

Rangkaian pemeriksaan mencakup antropometri, tekanan darah, gula darah, pemeriksaan dokter umum dan dokter gigi, serta pemeriksaan aspek psikologis.

Salah satu perhatian dalam pemeriksaan adalah tekanan darah. Gangguan seperti hipertensi tidak hanya menjadi persoalan kelompok usia lanjut, tetapi juga dapat ditemukan pada usia muda. Mahasiswa yang memiliki kebiasaan merokok juga dapat memperoleh edukasi serta diarahkan pada upaya berhenti merokok.

Bagi mahasiswa yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, hasil skrining dapat menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut kesehatan. Mereka juga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di lingkungan UIN Sunan Kalijaga maupun layanan kesehatan lain, termasuk melalui BPJS Kesehatan bagi mahasiswa yang telah menjadi peserta.

Poliklinik UIN Sunan Kalijaga bahkan menyediakan pojok BPJS untuk membantu mahasiswa memperoleh informasi dan pendampingan terkait kepesertaan serta pemantauan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan ini diharapkan tidak berhenti ketika proses pengukuran selesai dan hasil pemeriksaan direkapitulasi. Bagi FDK, momentum tersebut dapat menjadi awal untuk membangun budaya hidup sehat di lingkungan kampus.

“Ke depan, tentu kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan oleh FDK setiap tahun,” kata Diana.

Harapan tersebut sejalan dengan pandangan FDK bahwa mahasiswa membutuhkan kondisi fisik dan mental yang sehat untuk dapat belajar, berinteraksi, berkarya, dan mengembangkan kreativitas secara optimal.

Karena itu, Arif mengajak mahasiswa untuk mulai memandang kesehatan sebagai investasi jangka panjang.

“Jagalah kesehatan dengan sebaik-baiknya, kapan pun dan di mana pun. Rajin berolahraga dan hindari merokok sebagai modal dasar untuk dapat berkreativitas secara lebih maksimal,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa yang sedang memasuki fase baru kehidupan. Kebiasaan menjaga pola aktivitas, waktu istirahat, serta menghindari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan merupakan bagian dari proses membangun kualitas diri.

Melalui pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru, FDK UIN Sunan Kalijaga menunjukkan bahwa membangun pendidikan yang berkualitas juga berarti menciptakan ruang belajar yang peduli terhadap manusia yang menjalani proses di dalamnya.

Di UIN Sunan Kalijaga, kesehatan bukan sekadar urusan ketika seseorang jatuh sakit. Ia menjadi bagian dari upaya mengenali, mendampingi, dan menumbuhkan mahasiswa agar dapat menjalani perjalanan akademiknya secara lebih sehat, utuh, dan optimal. (humassk)