Tujuh puluh lima tahun menjadi perjalanan panjang bagi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk terus bertumbuh, merespons perubahan zaman, dan memperluas kontribusinya. Berawal dari cita-cita menghadirkan pendidikan tinggi Islam di Indonesia, UIN Sunan Kalijaga kini berkembang menjadi universitas yang mempertemukan khazanah keislaman dengan sains, teknologi, ilmu sosial, dan humaniora, sekaligus memperkuat perannya di tingkat nasional dan global.
Perjalanan tiga perempat abad tersebut akan dirayakan melalui rangkaian Dies Natalis Ke-75 UIN Sunan Kalijaga. Mengusung tema “Dari Keunggulan Akademik Menuju Dampak Global,” peringatan tahun ini menjadi ruang untuk membaca kembali perjalanan institusi, merawat hubungan antargenerasi, memperkuat kepedulian sosial, serta meneguhkan langkah universitas dalam menghadirkan pengetahuan yang relevan bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan akan melibatkan sivitas akademika, alumni, keluarga besar universitas, dan masyarakat. Pameran arsip, pengukuhan pengurus alumni, anjangsana kepada pegawai purnatugas, bakti sosial, santunan anak yatim, jalan sehat, hingga Sidang Senat Terbuka akan hadir dalam satu semangat yang sama, yakni merawat warisan dan memperluas manfaat UIN Sunan Kalijaga.
Salah satu ruang untuk menelusuri perjalanan tersebut dihadirkan melalui Pameran Arsip bertajuk “RINTISAN: Jejak yang Tak Terhapus, Lintas Waktu 1951–1961: Membaca Ulang Akar Identitas.” Pameran akan berlangsung pada 21–26 September 2026 di Lobi Gedung Pusat Administrasi Universitas (PAU) UIN Sunan Kalijaga.
Melalui surat kabar lama, foto, maklumat, pidato, dan majalah mahasiswa, pengunjung diajak menyusuri satu dekade awal Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), embrio UIN Sunan Kalijaga. Setiap arsip akan membawa pengunjung mendekati suasana ketika gagasan mengenai pendidikan tinggi Islam mulai dirintis, diperdebatkan, dan diwujudkan.
Pameran tersebut dirancang sebagai ruang perjumpaan antara generasi hari ini dan para perintis institusi. Jejak Prof. K.H. Muh. Adnan dan Prof. Dr. H. Muchtar Jahja, dua tokoh penting pada masa awal PTAIN, akan dihadirkan melalui foto, dokumen, karya, dan catatan perjalanan mereka.
Semangat merawat perjalanan institusi juga akan diwujudkan melalui pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni UIN Sunan Kalijaga atau IKA SUKA periode 2026–2030. Kepengurusan IKA SUKA Pusat dipimpin Arifah Choiri Fauzi, alumnus UIN Sunan Kalijaga yang kini menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Jejaring alumni diharapkan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan perkembangan akademik di kampus dengan berbagai persoalan nyata di masyarakat. Melalui hubungan yang semakin kuat, pengalaman dan kiprah alumni dapat membuka ruang kolaborasi, pengembangan kapasitas mahasiswa, serta penguatan kontribusi UIN Sunan Kalijaga di tingkat nasional dan internasional.
Hubungan antargenerasi juga dirawat melalui kegiatan anjangsana yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan UIN Sunan Kalijaga. Kunjungan akan dilakukan kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah memasuki masa purnatugas.
Anjangsana menjadi cara untuk menyampaikan bahwa pengabdian para pendahulu tetap hidup dalam perjalanan universitas. Ruang-ruang perkuliahan, sistem layanan, tradisi akademik, dan budaya kerja yang berkembang hari ini dibangun dari pengetahuan, ketekunan, dan dedikasi banyak generasi.
Dies Natalis Ke-75 juga membawa semangat kepedulian kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial dan santunan bagi anak yatim. Perayaan usia universitas ditempatkan sebagai kesempatan untuk berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi lingkungan yang lebih luas.
Suasana kebersamaan akan semakin terasa melalui kegiatan jalan santai pada Sabtu, 26 September 2026. Pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan keluarga besar UIN Sunan Kalijaga akan bertemu dalam ruang yang lebih cair dan penuh keakraban.
Di tengah padatnya aktivitas akademik dan pelayanan, jalan santai menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat ikatan sebagai satu keluarga besar. Langkah-langkah yang bergerak bersama itu sekaligus menjadi gambaran perjalanan UIN Sunan Kalijaga: dibangun oleh beragam generasi, keahlian, dan peran yang saling menguatkan.
Memasuki usia ke-75, UIN Sunan Kalijaga membawa sejumlah capaian akademik dan kelembagaan. Capaian tersebut menjadi ukuran atas kemajuan yang telah ditempuh sekaligus pijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola universitas.
Dalam QS World University Rankings by Subject 2026, bidang Theology, Divinity, and Religious Studies UIN Sunan Kalijaga menempati peringkat ke-37 dunia. Posisi tersebut memperlihatkan semakin kuatnya rekognisi internasional terhadap tradisi dan pengembangan studi keagamaan di UIN Sunan Kalijaga.
Pengakuan serupa terlihat dalam SCImago Institutions Rankings 2026. Bidang Religious Studies UIN Sunan Kalijaga berada di peringkat ketujuh dunia dan menjadi yang tertinggi di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Bidang Philosophy menempati peringkat ke-297 dunia dan ketiga nasional, sedangkan bidang Law berada di posisi kedua nasional.
Jejak akademik tersebut diperkuat oleh produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. Berdasarkan data SINTA, UIN Sunan Kalijaga menempati posisi teratas di antara PTKIN. Capaian itu tumbuh dari kerja para dosen dan peneliti dalam mengembangkan pengetahuan, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan hasil riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Perhatian terhadap masa depan bumi turut menjadi bagian dari arah pengembangan universitas. Dalam UI GreenMetric 2026, UIN Sunan Kalijaga menempati peringkat ke-31 nasional, meningkat dari posisi ke-57 pada tahun sebelumnya. UIN Sunan Kalijaga juga memperoleh Trees Rating 3,5–4 dan kepatuhan serta penghargaan sebagai Perguruan Tinggi dengan Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Substantif Terbaik se-Indonesia.
Dalam THE Sustainability 2026, UIN Sunan Kalijaga berada pada kelompok peringkat 601–800 dunia. Capaian tersebut mencerminkan upaya universitas untuk mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam tata kelola, pendidikan, penelitian, pengelolaan lingkungan, dan budaya kampus.
Babak baru kembali terbuka pada 2026 melalui hadirnya Program Studi Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter. Kehadiran bidang kedokteran memperluas kontribusi UIN Sunan Kalijaga dalam pengembangan ilmu kesehatan, terutama melalui pendekatan promotif-preventif serta perhatian terhadap persoalan geriatri dan muskuloskeletal.
Rangkaian Dies Natalis Ke-75 akan mencapai puncaknya melalui Sidang Senat Terbuka pada Senin, 28 September 2026. Forum akademik tersebut menjadi momentum untuk membaca kembali perjalanan UIN Sunan Kalijaga selama tiga perempat abad, menyampaikan berbagai capaian institusi, serta menegaskan arah universitas dalam menghadapi perubahan dunia.
Usia ke-75 mempertemukan UIN Sunan Kalijaga dengan dua cakrawala sekaligus. Di belakangnya terbentang jejak panjang para perintis yang membangun pendidikan tinggi Islam dengan keberanian dan ketekunan. Di hadapannya terbuka tantangan global yang menuntut inovasi, kolaborasi, integritas akademik, dan keberpihakan terhadap kemanusiaan.
Dies Natalis Ke-75 pada akhirnya bukan sekadar perayaan bertambahnya usia. Momentum ini menjadi ajakan untuk membawa warisan para perintis menuju babak baru, mengembangkan keunggulan akademik menjadi pengetahuan yang menjawab persoalan, memperkuat kehidupan masyarakat, dan menghadirkan dampak hingga ke tingkat global.(humassk)