1002452092.jpg

Selasa, 15 September 2026 19:16:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga dan Wuxi University of Technology Memperkuat Kerja Sama Inovasi Pendidikan

Wuxi, Tiongkok — UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperluas jejaring dan memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan pendidikan tinggi. Pada tanggal 14 September 2026, pimpinan UIN Sunan Kalijaga memenuhi undangan Wuxi University of Technology (WXUT), Tiongkok, untuk melakukan pertemuan, pertukaran pengalaman, serta melanjutkan pengembangan kerjasama, khususnya untuk program double degree, serta inovasi pendidikan antara kedua universitas.


Delegasi UIN Sunan Kalijaga dipimpin Rektor Prof. Dr. Noorhaidi Hasan, didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof. Dr. Abdur Rozaki, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, serta Ketua International Office Dr. Witriani.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan produktif tersebut menjadi ruang bagi pimpinan kedua universitas untuk berbagi pengalaman mengenai perkembangan institusi, model pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.


Dalam pemaparannya, pimpinan WXUT, Zhao Guijin, didampingi Vice President Xi Maolong, Deputy Dean of the School of Finance Gao Fanxiu, Dean of the School of Mechanical Engineering Wang Jun, serta Zhang Xiaoming dari bidang kerjasama internasional, menjelaskan perjalanan transformasi WXUT yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.

Berakar kuat pada bidang equipment manufacturing, WXUT mengembangkan pendidikan tinggi yang berorientasi pada “leading with technology and keeping pace with the industry.” Prinsip tersebut menempatkan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri sebagai bagian penting dalam pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, serta peningkatan kompetensi mahasiswa.

Saat ini, WXUT memiliki lebih dari 16.000 mahasiswa penuh waktu, 3000 mahasiswa asing, 47 program studi, dan lebih dari 1.100 tenaga pengajar. Universitas ini juga terus memperkuat karakter akademiknya dalam bidang intelligent manufacturing sekaligus memperluas jejaring dan kolaborasi pendidikan internasional.


Mempertemukan Teknologi dan Integrasi Keilmuan.

Bagi pimpinan UIN Sunan Kalijaga, pengalaman WXUT memberikan perspektif menarik tentang bagaimana perguruan tinggi membangun keterhubungan yang kuat antara pendidikan, perkembangan teknologi, inovasi, dan kebutuhan dunia industri. Proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi dikembangkan melalui learning by doing, pemecahan masalah, penguasaan keterampilan praktis, serta kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi dengan transformasi teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Pengalaman tersebut relevan dengan agenda transformasi pendidikan UIN Sunan Kalijaga melalui paradigma integrasi-interkoneksi keilmuan. Kekuatan UIN Sunan Kalijaga dalam studi keislaman, ilmu sosial-humaniora, sains, dan pemberdayaan masyarakat memiliki peluang besar untuk dipertemukan dengan kekuatan WXUT dalam teknologi terapan, manufaktur cerdas, serta pendidikan yang terkoneksi dengan kebutuhan industri.

“Kami menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan apresiasi yang diberikan Wuxi University of Technology. Pertemuan ini bukan hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar. Kami melihat banyak peluang untuk mempertemukan kekuatan teknologi WXUT dengan pendekatan integrasi keilmuan, nilai-nilai kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga,” ungkap Rektor  UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan  dalam pertemuan tersebut.

Melihat Langsung Ekosistem Pembelajaran WXUT

Setelah sesi diskusi dan pertukaran gagasan, delegasi UIN Sunan Kalijaga melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi sejumlah fasilitas pembelajaran WXUT. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada delegasi untuk melihat secara langsung bagaimana orientasi “leading with technology and keeping pace with the industry” diterjemahkan ke dalam lingkungan dan praktik pembelajaran.

Delegasi UIN Sunan Kalijaga melihat berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang teknologi terapan dan intelligent manufacturing. Fasilitas tersebut memperlihatkan kuatnya orientasi pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga belajar melalui eksperimen, simulasi, praktik, serta penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan nyata dunia industri.

Salah satu hal yang menarik dari ekosistem pendidikan WXUT adalah keterhubungan antara ruang kelas, laboratorium, teknologi, dan industri. Infrastruktur pembelajaran tidak semata-mata ditempatkan sebagai fasilitas pendukung, tetapi menjadi bagian integral dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja dalam tim, keterampilan memecahkan masalah, serta kapasitas untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, pengalaman melihat secara langsung fasilitas dan ekosistem pembelajaran WXUT memberikan inspirasi bagi pengembangan pendidikan tinggi berbasis pengalaman atau experiential learning. Penguatan infrastruktur dan fasilitas pembelajaran perlu berjalan beriringan dengan inovasi kurikulum, pengembangan talenta dan kompetensi mahasiswa, serta perluasan kemitraan dengan dunia industri dan masyarakat.

Membuka Ruang Kolaborasi yang Lebih Luas

Diskusi dan sharing gagasan tersebut membuka peluang bagi kedua universitas untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret. Beberapa bidang yang potensial untuk dikembangkan antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, program akademik bersama, penelitian kolaboratif, pengembangan kompetensi dan talenta mahasiswa, serta inovasi berbasis teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kerja sama juga berpeluang diarahkan pada pengembangan pembelajaran lintas disiplin yang mempertemukan teknologi dengan perspektif sosial, kemanusiaan, dan keislaman. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang memiliki kompetensi untuk menghadapi perubahan dunia kerja, tetapi juga mempunyai kepekaan terhadap berbagai konsekuensi sosial, etis, dan kemanusiaan dari perkembangan teknologi.

Pertemuan pimpinan UIN Sunan Kalijaga dan pimpinan WXUT sekaligus menegaskan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup dimaknai sebatas memperluas jejaring global. Internasionalisasi perlu menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi bersama untuk menjawab tantangan dunia yang berubah semakin cepat. Student exchange yang selama 3 tahun ini telah dilakukan akan terus ditingkatkan. Menurut Prof. Dr. Abdur Rozaki, sudah 3 tahun terakhir ini mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dikirim untuk melakukan proses pembelajaran di WXUT untuk program student exchange. Bahkan kerjasama ini terus ditingkat ke arah program double degree dan pembukaan kelas bahasa mandarin di UIN Sunan Kalijaga. Pimpinan WXUT juga sudah melakukan pertemuan ke UIN Sunan Kalijaga, dalam hal ini dengan pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) terkait pembahasan pemaduan kurikulum. 

Pertemuan kali ini semakin memperkuat konteks kolaborasi kedua universitas yang memiliki karakter saling melengkapi. WXUT memiliki kekuatan pada teknologi terapan, intelligent manufacturing, dan industry-linked learning, sedangkan UIN Sunan Kalijaga memiliki kekuatan pada integrasi keislaman, sains, sosial-humaniora, serta community engagement.

Pertemuan dua kampus ini juga semakin membuka ruang untuk membangun paradigma kolaborasi “technology meets humanity”—sebuah kerja sama yang mempertemukan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan, keislaman, sosial-humaniora, dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, kerja sama UIN Sunan Kalijaga dan Wuxi University of Technology diharapkan tidak hanya menghasilkan pendidikan dan inovasi yang semakin maju secara teknologi, tetapi juga humanis, inklusif, adaptif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.