WhatsApp Image 2025-04-30 at 16.41.17(1).jpeg

Rabu, 30 April 2025 11:30:00 WIB

0

Menuju Dunia yang Lebih Hijau: Inovasi Material Organik ala Prof. Susy Yunita Prabawati

Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Susy Yunita Prabawati, S.Si., M.Si., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Sintesis Material Organik dan Bahan Alam  melalui Sidang Senat Terbuka pada Rabu (30/4/2025) yang digelar di Gedung Multi Purpose kampus setempat.

Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul “Inovasi Material Organik: Sintesis Berkelanjutan untuk Kimia Ramah Lingkungan,” Prof. Susy menawarkan perspektif tajam dan solusi ilmiah atas tantangan global yang kian mendesak. Ia menggarisbawahi bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya tidak semata berorientasi pada kemajuan manusia, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Tema ini saya pilih tidak hanya karena menjadi fokus riset saya, tetapi juga merefleksikan urgensi global dalam menghadapi tantangan lingkungan. Keyakinan saya, ilmu dan teknologi harus memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi bumi yang kita tinggali bersama.” ungkap Susy dalam pidatonya


Menurut Susy, proses industrialisasi selama ini terlalu bergantung pada bahan baku fosil dan metode sintesis kimia tradisional yang sarat limbah, boros energi, dan minim pertimbangan keberlanjutan. Di tengah tantangan ini, hadir inovasi yang ia sebut sebagai sintesis berkelanjutan — sebuah pendekatan yang mengedepankan prinsip kimia hijau, efisiensi energi, dan pemanfaatan bahan baku terbarukan.

Dengan memanfaatkan biomassa serta limbah pertanian dan kehutanan, proses sintesis ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil, tetapi juga menciptakan material organik berkualitas tinggi yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini disebutnya sebagai lompatan penting menuju industri kimia masa depan yang lebih bersih, cerdas, dan bertanggung jawab.


Tak sekadar berhenti pada eksperimen di laboratorium, Prof. Susy menegaskan pentingnya jembatan antara penelitian dan aplikasi industri. Ia menyoroti potensi pengembangan material organik sebagai pengganti plastik konvensional berbasis petroleum, sekaligus sebagai pendorong tumbuhnya bioindustri yang berkelanjutan.

“Dampaknya bukan hanya di tingkat ilmiah, tapi juga ekonomi dan sosial, kita berbicara tentang lapangan kerja baru, pengurangan limbah, hingga kontribusi pada target pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs poin 12: konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

Menutup pidatonya, Susy  menggarisbawahi bahwa inovasi hijau bukanlah mimpi, melainkan sebuah keniscayaan yang harus diperjuangkan bersama oleh ilmuwan, pelaku industri, pemerintah, dan generasi muda yang haus perubahan.

“Keberhasilan inovasi ini memerlukan kolaborasi lintas sektor. Saya berharap penelitian ini mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi di bidang sains dan teknologi yang berdampak positif bagi lingkungan,” harapnya.

Dengan pengukuhan ini, UIN Sunan Kalijaga menambah satu lagi pemikir visioner di jajaran akademiknya, sosok yang tidak hanya meneliti demi publikasi, tetapi juga bergerak demi bumi yang lebih baik. Di tangan ilmuwan seperti Prof. Susy Yunita Prabawati, masa depan yang hijau dan berkelanjutan bukan lagi angan-angan, melainkan kenyataan yang sedang dibangun, satu molekul demi satu molekul.(humassk)