IMG-20260123-WA0099.jpg

Jumat, 23 Januari 2026 15:19:00 WIB

0

Penguatan Pendidikan Tinggi Islam, Menag Dorong Kerja Sama Strategis Bahasa Arab dan AI

Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan pendidikan tinggi Islam agar semakin adaptif terhadap tantangan global. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Arab, yang dinilai relevan bagi perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Indonesia akan memainkan peran penting dalam pengembangan pendidikan Islam global, khususnya melalui penguatan kapasitas institusi pendidikan dan sumber daya kebahasaan. Hal itu disampaikan sepulang kunjungan kerja ke Mesir atas mandat Presiden Prabowo Subianto, Kamis (22/1/2026).

Menurut Menag, sinyal positif kerja sama yang terbangun membuka ruang strategis bagi perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia untuk meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan. Pemerintah Indonesia mendorong asistensi peningkatan kendali mutu pendidikan, baik bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta di bawah Kementerian Agama.

“Penguatan mutu pendidikan tinggi keagamaan menjadi fokus utama, agar UIN, IAIN, dan PTKIS mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Nasaruddin.

Dalam kerangka tersebut, pengembangan pembelajaran bahasa Arab menjadi salah satu prioritas strategis. Pemerintah Indonesia membuka peluang dukungan tenaga pengajar dan pakar bahasa Arab dari Mesir untuk memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Arab di lingkungan perguruan tinggi Islam. Langkah ini diproyeksikan memberi dampak signifikan bagi peningkatan kapasitas akademik, riset, dan jejaring internasional PTKIN.

Kerja sama lanjutan direncanakan akan diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada April 2026, bertepatan dengan rencana kunjungan Pemerintah Mesir ke Indonesia. Pembahasan tersebut akan mencakup program-program strategis penguatan pendidikan tinggi Islam dan pengembangan pembelajaran yang lebih kontekstual dengan dinamika global.

Selain isu pendidikan, kunjungan tersebut juga mempertegas posisi Indonesia di mata dunia Islam. Dalam berbagai pertemuan dengan pemerintah Mesir dan ulama internasional, Indonesia mendapat apresiasi atas perannya dalam pengembangan sains dan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), sebagai bagian dari peradaban modern.

Menag menjelaskan bahwa diskusi dengan Menteri Wakaf Mesir Usamah Al-Sayyid Al-Azhari menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara etis dan berorientasi pada kemaslahatan peradaban.

Indonesia, menurut Prof. Nasaruddin, dinilai sebagai negara yang aman, moderat, dan strategis untuk menjadi pusat pengembangan sains, teknologi, dan pendidikan Islam modern. Pengakuan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi Islam, termasuk UIN Sunan Kalijaga, untuk berperan aktif sebagai episentrum baru pengembangan peradaban Islam yang inklusif dan berkemajuan.(humassk/hkp)