UIN Sunan Kalijaga menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah peminat terbanyak pada jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun 2026.
Pada jalur seleksi nasional tersebut, UIN Sunan Kalijaga mencatat sebanyak 26.886 pendaftar, sementara kuota yang tersedia hanya 1.758 kursi yang tersebar pada 25 program studi keagamaan.
Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga, Handini, M.I.Kom., mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa UIN Sunan Kalijaga masih menjadi salah satu PTKIN yang paling diminati calon mahasiswa di Indonesia.
“Ini menjadi bukti bahwa UIN Sunan Kalijaga masih menjadi PTKIN yang paling diminati. Kami juga ingin menyampaikan kepada calon pendaftar agar tidak khawatir, karena pada tahun ini terdapat penambahan kuota penerimaan sehingga peluang untuk diterima tetap terbuka lebar,” ujarnya.
Menurut Handini, UIN Sunan Kalijaga melalui jalur nasional memberikan tambahan kuota pada beberapa skema penerimaan mahasiswa baru, baik untuk program studi keagamaan maupun program studi umum.
Ia menjelaskan, komposisi kuota tahun ini mengalami peningkatan, dengan rincian SPAN-PTKIN sebesar 35 persen, UM-PTKIN 40 persen, SNBP 35 persen, UTBK-SNBT 40 persen, dan jalur mandiri 25 persen.
“Dengan penambahan kuota ini, kesempatan calon mahasiswa untuk bergabung di PTKIN, khususnya di UIN Sunan Kalijaga, semakin besar. Karena itu, kami mengajak para siswa untuk tidak ragu memilih PTKIN terkemuka di Indonesia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,” katanya.
Handini menambahkan, tingginya minat pendaftar tidak terlepas dari kerja bersama seluruh elemen kampus. “Kualitas program studi terus ditingkatkan, riset semakin kuat, dan promosi dilakukan secara masif melalui media sosial yang memang menjadi platform paling banyak diakses calon pendaftar,” ujarnya.
Capaian tersebut dinilai sejalan dengan berbagai peringkat nasional dan internasional yang diraih UIN Sunan Kalijaga dalam beberapa tahun terakhir.
Di tingkat PTKIN, kampus ini menempati peringkat pertama SINTA, peringkat pertama Webometrics, edurank, serta peringkat kedua AD Scientific Index.
Pada tingkat Asia, UIN Sunan Kalijaga juga berada pada peringkat kedua QS Asia University Ranking kategori PTKIN, dan secara global masuk dalam peringkat 37 dunia pada QS World University Ranking by Subject bidang Theology, Divinity, and Religious Studies.
Dengan capaian tersebut, UIN Sunan Kalijaga optimistis tetap menjadi salah satu tujuan utama calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dengan reputasi akademik yang kuat.(humassk)