WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.02.31.jpeg

Kamis, 09 April 2026 16:07:00 WIB

0

Matematika untuk Kemaslahatan: Gagasan Kendali Optimal Robust Prof. Wakhid Musthofa dalam Pengukuhan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mengukuhkan enam guru besar melalui Sidang Senat Terbuka, Rabu (8/4/2026). Salah satu gagasan akademik yang menonjol disampaikan Prof. Dr. Muhammad Wakhid Musthofa dari bidang Matematika Terapan, yang menekankan pentingnya pengembangan model matematika untuk menjawab kompleksitas sistem modern sekaligus memberi dampak nyata bagi kemaslahatan masyarakat.

Dalam pidato pengukuhannya bertajuk “Keteraturan, Ketangguhan, dan Kemaslahatan: Kendali Optimal Robust Berbasis Permainan Dinamis pada Sistem Deskriptor”, Prof. Wakhid menegaskan bahwa ilmu matematika tidak berhenti pada abstraksi, tetapi harus mampu menjadi instrumen strategis dalam pengambilan keputusan di tengah ketidakpastian.

Ia menjelaskan bahwa banyak sistem nyata—mulai dari ekonomi, teknologi, hingga kebijakan publik—bersifat kompleks dan tidak selalu stabil. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kendali optimal robust, yaitu metode pengendalian sistem yang tetap efektif meskipun menghadapi gangguan dan ketidakpastian.

Lebih lanjut, Prof. Wakhid mengembangkan pendekatan tersebut melalui permainan dinamis (dynamic games), yang memungkinkan analisis interaksi antar-aktor dalam suatu sistem. Pendekatan ini dinilai relevan untuk memahami situasi strategis seperti kompetisi ekonomi, pengelolaan sumber daya, hingga dinamika kebijakan global.

Kontribusi penting lainnya terletak pada penerapan konsep tersebut dalam sistem deskriptor, yakni sistem matematis yang mampu merepresentasikan kondisi kompleks yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh persamaan biasa. Menurutnya, model ini lebih dekat dengan realitas karena mampu menangkap keterbatasan, kendala, dan relasi antarvariabel secara lebih komprehensif.

Tidak hanya berhenti pada aspek teknis, Prof. Wakhid juga menegaskan bahwa pengembangan keilmuan di UIN Sunan Kalijaga harus berada dalam kerangka integrasi–interkoneksi, yakni menghubungkan sains dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Dalam perspektif ini, matematika diposisikan sebagai alat untuk menghadirkan keteraturan dan ketangguhan sistem, yang pada akhirnya bermuara pada kemaslahatan

“Ilmu tidak boleh berhenti di ruang akademik, tetapi harus sampai pada kemanfaatan bagi masyarakat,” tegasnya

Gagasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan Matematika Terapan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga tidak hanya berorientasi pada penguatan teori, tetapi juga pada relevansi sosial. Pendekatan ini menjadi penting di tengah kebutuhan akan sistem yang adaptif, tangguh, dan berbasis data dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Melalui pemikiran ini, Prof. Wakhid menempatkan matematika sebagai fondasi penting dalam membangun sistem yang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga berorientasi pada nilai dan kebermanfaatan luas bagi masyarakat.