UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mengukuhkan enam guru besar melalui
Sidang Senat Terbuka, Rabu (8/4/2026). Salah satu gagasan akademik yang
menonjol disampaikan Prof. Dr. Muhammad Wakhid Musthofa dari bidang Matematika
Terapan, yang menekankan pentingnya pengembangan model matematika untuk
menjawab kompleksitas sistem modern sekaligus memberi dampak nyata bagi
kemaslahatan masyarakat.
Dalam pidato pengukuhannya bertajuk “Keteraturan, Ketangguhan, dan Kemaslahatan:
Kendali Optimal Robust Berbasis Permainan Dinamis pada Sistem Deskriptor”,
Prof. Wakhid menegaskan bahwa ilmu matematika tidak berhenti pada abstraksi,
tetapi harus mampu menjadi instrumen strategis dalam pengambilan keputusan di
tengah ketidakpastian.
Ia menjelaskan bahwa banyak sistem nyata—mulai
dari ekonomi, teknologi, hingga kebijakan publik—bersifat kompleks dan tidak
selalu stabil. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kendali optimal robust, yaitu metode pengendalian sistem
yang tetap efektif meskipun menghadapi gangguan dan ketidakpastian.
Lebih lanjut, Prof. Wakhid mengembangkan
pendekatan tersebut melalui permainan
dinamis (dynamic games), yang memungkinkan analisis interaksi
antar-aktor dalam suatu sistem. Pendekatan ini dinilai relevan untuk memahami
situasi strategis seperti kompetisi ekonomi, pengelolaan sumber daya, hingga
dinamika kebijakan global.
Kontribusi penting lainnya terletak pada
penerapan konsep tersebut dalam sistem
deskriptor, yakni sistem matematis yang mampu merepresentasikan
kondisi kompleks yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh persamaan biasa.
Menurutnya, model ini lebih dekat dengan realitas karena mampu menangkap
keterbatasan, kendala, dan relasi antarvariabel secara lebih komprehensif.
Tidak hanya berhenti pada aspek teknis, Prof.
Wakhid juga menegaskan bahwa pengembangan keilmuan di UIN Sunan Kalijaga harus
berada dalam kerangka integrasi–interkoneksi,
yakni menghubungkan sains dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Dalam
perspektif ini, matematika diposisikan sebagai alat untuk menghadirkan
keteraturan dan ketangguhan sistem, yang pada akhirnya bermuara pada
kemaslahatan
“Ilmu tidak boleh berhenti di ruang akademik,
tetapi harus sampai pada kemanfaatan bagi masyarakat,” tegasnya
Gagasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa
pengembangan Matematika Terapan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga tidak hanya
berorientasi pada penguatan teori, tetapi juga pada relevansi sosial.
Pendekatan ini menjadi penting di tengah kebutuhan akan sistem yang adaptif,
tangguh, dan berbasis data dalam menghadapi tantangan global yang semakin
kompleks.
Melalui
pemikiran ini, Prof. Wakhid menempatkan matematika sebagai fondasi penting
dalam membangun sistem yang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga
berorientasi pada nilai dan kebermanfaatan luas bagi masyarakat.