UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program strategis nasional. Salah satunya dengan menjadi mitra terpercaya Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama RI dalam penyelenggaraan Tes Bakat Skolastik (TBS) Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026.
Melalui Applied Psychology Center (APC) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM), UIN Sunan Kalijaga sukses melayani 4.669 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia dalam pelaksanaan tes yang berlangsung pada Minggu (28/6/2026). Pelaksanaan tes turut didukung oleh 104 pengawas dan Tim IT UIN Sunan Kalijaga yang memastikan proses seleksi berjalan tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai standar, baik dari sisi pengawasan peserta, kepatuhan terhadap tata tertib, kesiapan sistem, jaringan, akses peserta, maupun penanganan kendala teknis selama tes daring berlangsung.
Koordinator Pelaksana, Dr. Benny Herlina, M.Si., mengatakan bahwa keterlibatan UIN Sunan Kalijaga dalam penyelenggaraan BIB merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
"saya melihat amanah ini sebagai kesempatan yang sangat baik bagi UIN Sunan Kalijaga untuk memperluas kiprahnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tim panitia yang terdiri atas tenaga kependidikan dan dosen dari berbagai unsur turut mengambil peran dalam proses seleksi calon penerima Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 yang diselenggarakan bersama PUSPENMA Kementerian Agama RI dan LPDP," ujarnya.
Menurut Benny, keberhasilan pelaksanaan tes tidak hadir secara instan. Persiapan dilakukan sejak jauh hari melalui serangkaian tahapan mulai dari sosialisasi, rekrutmen dan seleksi pengawas, pelatihan penggunaan sistem CBT daring, hingga pendampingan intensif kepada peserta.
"Sejak awal kami melakukan sosialisasi kepada pengawas maupun peserta, termasuk menyediakan uji coba sistem agar seluruh peserta lebih siap menghadapi tes. Beberapa kendala yang muncul sebagian besar berasal dari faktor eksternal di sisi peserta. Namun seluruhnya dapat kami fasilitasi melalui pendampingan dan layanan teknis yang dilakukan secara intensif hingga hari pelaksanaan," jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Tes Bakat Skolastik BIB 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang bekerja secara profesional dengan mengedepankan pelayanan kepada peserta.
Sementara itu, Direktur APC FISHUM UIN Sunan Kalijaga, Lisnawati, M.Psi., menjelaskan bahwa kepercayaan yang kembali diberikan oleh PUSPENMA menjadi pengakuan atas kualitas layanan asesmen yang selama ini dikembangkan APC.
"Ketika kembali mendapatkan kepercayaan untuk kedua kalinya, kami tentu merasa bersyukur. Kepercayaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berkontribusi dalam menyukseskan BIB, khususnya pada tahapan seleksi Tes Bakat Skolastik ini. Pada saat yang sama, amanah ini kami maknai sebagai tanggung jawab besar karena berkaitan dengan proses seleksi calon penerima beasiswa dan upaya menyiapkan generasi terbaik bangsa," ungkapnya.
Lisna menyampaikan, sejak awal PUSPENMA melakukan penjajakan untuk memastikan apakah APC FISHUM UIN Jogja memiliki kompetensi yang memadai. Kepercayaan tersebut diberikan karena APC memiliki pengalaman panjang dalam asesmen akademik maupun psikologis di berbagai level, mulai tingkat lokal, regional hingga nasional.
Pengalaman tersebut, lanjutnya, diperkuat dengan rekam jejak APC dalam berbagai asesmen strategis, termasuk seleksi jabatan eselon I, II, III, dan IV di lingkungan Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta berbagai lembaga pemerintah maupun non pemerintah lainnya.
"Dari sisi SDM kami memiliki tenaga profesional dengan pengalaman nasional maupun regional. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan APC juga terus meningkat sehingga kami dipercaya menangani berbagai layanan asesmen di berbagai instansi pemerintahan maupun masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, kekuatan APC tidak hanya terletak pada kualitas SDM, tetapi juga pada kesiapan sarana dan prasarana yang terus dikembangkan sejak Program Studi Psikologi UIN Sunan Kalijaga berdiri pada tahun 2006.
Saat ini, lanjut Lisna, APC memberikan berbagai layanan mulai dari asesmen psikologi, konseling, pelatihan, penelitian, hingga pengembangan instrumen psikologis yang disusun berdasarkan standar ilmiah dan dievaluasi secara berkala agar selalu sesuai dengan kebutuhan.
Keberhasilan penyelenggaraan Tes Bakat Skolastik BIB 2026 semakin menegaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga melalui APC, tidak hanya unggul dalam pengembangan akademik dan riset, tetapi juga memiliki kapasitas kelembagaan dalam menghadirkan layanan asesmen berbasis teknologi yang profesional, kredibel, dan berstandar nasional.
Lebih dari sekadar menyelenggarakan Tes Bakat Skolastik, partisipasi UIN Sunan Kalijaga dalam proses seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit menjadi wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memastikan lahirnya generasi unggul Indonesia melalui sistem seleksi yang berkualitas, transparan, dan dapat dipercaya.
Dengan pengalaman, sumber daya manusia yang kompeten, serta ekosistem digital yang terus diperkuat, UIN Sunan Kalijaga menunjukkan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pengembangan sumber daya manusia di tingkat nasional.(humassk)