Jarak ribuan kilometer yang membentang antara Yogyakarta dan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, tidak menyurutkan langkah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk memperluas makna pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa memilih menempuh perjalanan hingga ke jantung Pulau Kalimantan. Mereka datang bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik selama 40 hari, melainkan membawa misi belajar, membangun kolaborasi, memberdayakan masyarakat, dan menanamkan fondasi keberlanjutan.
Di Kelurahan Alai, Kecamatan Sintang, pengabdian dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Persoalan pengelolaan sampah, literasi anak, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberdayaan generasi muda menjadi fokus program yang telah disusun mahasiswa. Berbekal disiplin ilmu yang beragam, mereka berkomitmen tidak hanya menghadirkan solusi, tetapi juga menjadi mitra belajar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Komitmen tersebut mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Sintang. Dalam acara penyambutan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang, Jumat (10/7/2026), Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menerima langsung kedatangan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga bersama Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Rika Lusri Virga. Hadir pula Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Sintang Edy Haramaini, Forum Anak Kabupaten Sintang, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bagi UIN Sunan Kalijaga, pengabdian adalah ruang perjumpaan antara ilmu pengetahuan dan realitas sosial, tempat mahasiswa belajar memahami persoalan masyarakat secara langsung sekaligus mengimplementasikan kompetensi akademik yang diperoleh di bangku kuliah. Karena itu, program-program yang dibawa ke Sintang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dirancang agar dapat terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Koordinator Mahasiswa KKN Angkatan 120, Mufid, menjelaskan bahwa timnya terdiri atas 10 mahasiswa lintas program studi, seperti Bimbingan Konseling Islam, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Arab, Perbandingan Madzhab, dan beberapa Prodi lainnya. Keberagaman tersebut menjadi modal penting dalam menghadirkan cara pandang yang berbeda sekaligus memperkaya pendekatan dalam menjalankan program pengabdian.
"Kami sengaja memilih Kabupaten Sintang sebagai lokasi KKN. Kami ingin mengenal Kalimantan lebih dekat sekaligus mengabdikan ilmu yang kami miliki kepada masyarakat. Kami mohon arahan, bimbingan, dan dukungan dari pemerintah daerah agar seluruh program dapat berjalan dengan baik," ujar Mufid.
Selama masa pengabdian, mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang menyentuh beragam aspek kehidupan masyarakat. “Di bidang lingkungan, kami akan berupaya edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga, gerakan bersih lingkungan, beautifikasi rumah ibadah, hingga lomba pemanfaatan limbah plastik dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” tambah mufid.
Sementara itu, di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, lanjut mufid, ia dan tim nya dari KKN UIN Sunan Kalijaga menginisiasi program CERTUM (Cerdas Belajar Baca, Tulis, Hitung) bagi anak usia dini, edukasi literasi digital dan pengelolaan keuangan bagi remaja, Ngabar Fest bersama TPA, program 3S (Senam, Sarasehan, dan Sarapan), serta edukasi pencegahan perundungan (bullying) di sekolah. Seluruh kegiatan akan dilaksanakan bersama berbagai mitra, seperti RRI Sintang, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sintang, Asmisi, Forum Anak Kabupaten Sintang, dan sejumlah perangkat daerah.
Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Sintang, Edy Haramaini, melihat berbagai program yang dibawa mahasiswa memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah menyatakan kesiapan untuk membangun sinergi lintas sektor agar setiap program dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Kami siap memberikan dukungan semampu yang bisa kami lakukan. Ke depan akan banyak kolaborasi yang kami bangun, terutama dalam pembinaan Forum Anak, pengelolaan persampahan, hingga program bersama BNN, Dinas Sosial, BPBD, dan instansi terkait lainnya," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah menghadirkan perspektif baru yang dapat memperkaya proses pembangunan daerah.
"Kami sangat senang adik-adik mahasiswa memilih Kabupaten Sintang. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, bertukar pikiran, dan membangun kolaborasi demi kemajuan Kabupaten Sintang," katanya.
Yang paling mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Sintang adalah komitmen UIN Sunan Kalijaga yang tidak berhenti pada pelaksanaan KKN selama 40 hari. Universitas merancang pendampingan secara berkelanjutan hingga tiga tahun sebagai upaya memastikan program-program yang telah dirintis mampu terus berkembang bersama masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi komitmen tersebut. Mudah-mudahan program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan terus berlanjut pada angkatan-angkatan berikutnya," tutur Ronny.
Di tengah beragam tantangan pembangunan yang dihadapi daerah, kehadiran mahasiswa menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga membangun jejaring pengetahuan yang tumbuh bersama masyarakat.
Melalui KKN Angkatan 120 di Kabupaten Sintang, UIN Sunan Kalijaga menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar hadir di tengah masyarakat, melainkan berjalan bersama masyarakat untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.