UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai ruang dialog kebangsaan dengan menjadi tuan rumah Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara 2026. Kegiatan yang mempertemukan ratusan delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut resmi dibuka di Convention Hall Lt. 2 UIN Sunan Kalijaga, Senin (27/7).
Mengusung
tema “Nusantara Youth Movement:
Konsolidasi Gagasan dan Kolaborasi Gerakan untuk Indonesia Berkemajuan”,
forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat jejaring, merumuskan
gagasan strategis, sekaligus membangun sinergi menuju Temu Nasional XV BEM Nusantara.
Rektor
UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi,
menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BEM Nusantara yang memilih UIN Sunan
Kalijaga sebagai lokasi penyelenggaraan agenda nasional tersebut. Menurutnya,
kampus memiliki tanggung jawab menyediakan ruang yang terbuka bagi lahirnya
dialog, pertukaran gagasan, dan penguatan kepemimpinan generasi muda.
“Terima
kasih kepada BEM Nusantara yang telah memilih UIN Sunan Kalijaga sebagai tempat
penyelenggaraan kegiatan ini. Tema yang diangkat sangat relevan karena
menunjukkan pentingnya konsolidasi gagasan dan kolaborasi gerakan dalam
membangun Indonesia yang lebih maju,” ujar Noorhaidi.
Ia
menegaskan bahwa mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang memegang
tanggung jawab besar terhadap arah perjalanan bangsa. Karena itu, forum seperti
Pra Temu Nasional menjadi momentum penting untuk membangun kapasitas
kepemimpinan sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan.
Mengacu
pada perjalanan sejarah Indonesia, Noorhaidi mengingatkan bahwa mahasiswa
selalu hadir dalam setiap fase penting perubahan bangsa, mulai dari Kebangkitan
Nasional 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, hingga berbagai momentum reformasi.
“Mahasiswa
selalu menjadi tulang punggung perubahan bangsa. Di pundak kalian masa depan
Indonesia yang lebih bermartabat, lebih adil, dan lebih sejahtera diletakkan,”
ungkapnya.
Dalam
kesempatan tersebut, Noorhaidi juga menggarisbawahi pentingnya posisi mahasiswa
sebagai mitra kritis pemerintah.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan kritik secara
konstruktif, tetapi juga menghadirkan solusi melalui kajian akademik dan
rekomendasi kebijakan.
“Menjadi
mitra kritis pemerintah adalah pilihan strategis. Ketika ada kekurangan,
mahasiswa harus berani menyampaikan kritik yang disertai gagasan dan rekomendasi
untuk perbaikan bangsa,” tegasnya.
Sementara
itu, Wakil Bupati Sleman, Danang
Maharsa, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan
apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang
mampu menghadirkan inovasi serta solusi terhadap berbagai persoalan kebangsaan.
Menurut
Danang, Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara menjadi ruang konsolidasi yang
penting untuk memperkuat kolaborasi antarmahasiswa dalam merumuskan
langkah-langkah strategis menghadapi tantangan masa depan. Ia juga mengajak seluruh
peserta menjunjung tinggi sikap rendah hati dalam berdialog dengan mengutip
filosofi Jawa, “Aja Rumangsa Bisa, Nanging Kudu Bisa Rumangsa,” yang
mengajarkan pentingnya kepekaan, saling menghargai, dan kesediaan mendengarkan
perspektif orang lain.
“Keberagaman
latar belakang kampus akan menjadi kekuatan apabila setiap peserta memiliki
kerendahan hati untuk mendengar, keberanian menyampaikan gagasan secara santun,
dan kebijaksanaan mencari titik temu demi kepentingan bangsa,” ujarnya.
Di
sisi lain, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
2026, M. Diaz Habibie, menegaskan bahwa Pra Temu Nasional tidak sekadar menjadi
forum silaturahmi organisasi mahasiswa, tetapi juga ruang konsolidasi gerakan
kebangsaan. Ia mengajak mahasiswa untuk melawan apatisme politik dan membangun
kesadaran bahwa politik merupakan instrumen strategis untuk memperjuangkan
kepentingan masyarakat.
Menurutnya,
pengalaman mahasiswa dalam melakukan advokasi terhadap berbagai persoalan
rakyat akan menjadi bekal penting ketika kelak berada pada posisi pengambil
kebijakan. Karena itu, mahasiswa perlu terus menjaga semangat perjuangan
sekaligus memperkuat kolaborasi antarkampus dalam mengawal arah pembangunan
Indonesia.
Pembukaan
Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara ditandai dengan pemukulan gong sebagai
simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang akan diisi dengan forum diskusi,
konsolidasi organisasi, serta penyusunan berbagai rekomendasi strategis menuju
Temu Nasional XV BEM Nusantara 2026.
Melalui
penyelenggaraan agenda nasional ini, UIN Sunan Kalijaga kembali menunjukkan
komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya mengembangkan keunggulan akademik,
tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kepemimpinan, dialog kebangsaan, dan
kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menjawab tantangan Indonesia masa
depan. (humassk)