WhatsApp Image 2026-07-28 at 09.11.11.jpeg

Senin, 27 Juli 2026 15:12:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Jadi Ruang Konsolidasi Mahasiswa Nasional, Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara 2026 Resmi Digelar

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai ruang dialog kebangsaan dengan menjadi tuan rumah Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara 2026. Kegiatan yang mempertemukan ratusan delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut resmi dibuka di Convention Hall Lt. 2 UIN Sunan Kalijaga, Senin (27/7).


Mengusung tema “Nusantara Youth Movement: Konsolidasi Gagasan dan Kolaborasi Gerakan untuk Indonesia Berkemajuan”, forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat jejaring, merumuskan gagasan strategis, sekaligus membangun sinergi menuju Temu Nasional XV BEM Nusantara.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BEM Nusantara yang memilih UIN Sunan Kalijaga sebagai lokasi penyelenggaraan agenda nasional tersebut. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab menyediakan ruang yang terbuka bagi lahirnya dialog, pertukaran gagasan, dan penguatan kepemimpinan generasi muda.

“Terima kasih kepada BEM Nusantara yang telah memilih UIN Sunan Kalijaga sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini. Tema yang diangkat sangat relevan karena menunjukkan pentingnya konsolidasi gagasan dan kolaborasi gerakan dalam membangun Indonesia yang lebih maju,” ujar Noorhaidi.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang memegang tanggung jawab besar terhadap arah perjalanan bangsa. Karena itu, forum seperti Pra Temu Nasional menjadi momentum penting untuk membangun kapasitas kepemimpinan sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan.

Mengacu pada perjalanan sejarah Indonesia, Noorhaidi mengingatkan bahwa mahasiswa selalu hadir dalam setiap fase penting perubahan bangsa, mulai dari Kebangkitan Nasional 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, hingga berbagai momentum reformasi.

“Mahasiswa selalu menjadi tulang punggung perubahan bangsa. Di pundak kalian masa depan Indonesia yang lebih bermartabat, lebih adil, dan lebih sejahtera diletakkan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Noorhaidi juga menggarisbawahi pentingnya posisi mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan kritik secara konstruktif, tetapi juga menghadirkan solusi melalui kajian akademik dan rekomendasi kebijakan.

“Menjadi mitra kritis pemerintah adalah pilihan strategis. Ketika ada kekurangan, mahasiswa harus berani menyampaikan kritik yang disertai gagasan dan rekomendasi untuk perbaikan bangsa,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi serta solusi terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

Menurut Danang, Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara menjadi ruang konsolidasi yang penting untuk memperkuat kolaborasi antarmahasiswa dalam merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi tantangan masa depan. Ia juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sikap rendah hati dalam berdialog dengan mengutip filosofi Jawa, “Aja Rumangsa Bisa, Nanging Kudu Bisa Rumangsa,” yang mengajarkan pentingnya kepekaan, saling menghargai, dan kesediaan mendengarkan perspektif orang lain.

“Keberagaman latar belakang kampus akan menjadi kekuatan apabila setiap peserta memiliki kerendahan hati untuk mendengar, keberanian menyampaikan gagasan secara santun, dan kebijaksanaan mencari titik temu demi kepentingan bangsa,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2026, M. Diaz Habibie, menegaskan bahwa Pra Temu Nasional tidak sekadar menjadi forum silaturahmi organisasi mahasiswa, tetapi juga ruang konsolidasi gerakan kebangsaan. Ia mengajak mahasiswa untuk melawan apatisme politik dan membangun kesadaran bahwa politik merupakan instrumen strategis untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, pengalaman mahasiswa dalam melakukan advokasi terhadap berbagai persoalan rakyat akan menjadi bekal penting ketika kelak berada pada posisi pengambil kebijakan. Karena itu, mahasiswa perlu terus menjaga semangat perjuangan sekaligus memperkuat kolaborasi antarkampus dalam mengawal arah pembangunan Indonesia.

Pembukaan Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang akan diisi dengan forum diskusi, konsolidasi organisasi, serta penyusunan berbagai rekomendasi strategis menuju Temu Nasional XV BEM Nusantara 2026.

Melalui penyelenggaraan agenda nasional ini, UIN Sunan Kalijaga kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya mengembangkan keunggulan akademik, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kepemimpinan, dialog kebangsaan, dan kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menjawab tantangan Indonesia masa depan. (humassk)