Di tengah masa liburan, proses seleksi terbuka calon kontingen Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah PTKIN se-Jawa Madura (PORSI JAWARA) II 2026 di UIN Sunan Kalijaga tetap berjalan penuh semangat dan dedikasi. Seleksi terbuka yang mencakup 14 cabang lomba ini berlangsung pada 6–16 Juli 2026 di Student Center dan Gedung Rektorat.
Meski mahasiswa tengah disibukkan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), agenda pulang ke kampung halaman, serta berbagai aktivitas lain, Bidang Kemahasiswaan bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tetap mampu menyelenggarakan seleksi dengan lancar. Beragam kondisi peserta tidak menjadi penghalang. Panitia seleksi merespons dengan fleksibilitas, menggelar ujian secara luring, daring, hybrid, hingga tes online.
“Ini menjadi seleksi paling unik yang pernah kita selenggarakan. Kita menyiapkan plan A, plan B, dan plan C untuk tetap memberikan kesempatan kepada setiap peserta menunjukkan kemampuannya,” ujar Katim Kemahasiswaan, Muhammad Mahyudin, Kamis (16/7/2026).
Salah satu kondisi unik terjadi pada seleksi cabang Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Juri dan panitia menilai penting agar semua peserta tetap dapat ikut, sehingga dipilihlah metode hybrid. “Pada hari H seleksi, ada yang hadir langsung di Ruang Rektorat, ada yang mengikuti dari lokasi KKN di Kalimantan, bahkan ada yang sedang di atas kapal dalam perjalanan KKN ke Maluku Utara,” ungkap Juri MSQ, Ai Mudrikah, Senin (13/7/2026).
Berbeda halnya dengan seleksi Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ). Panitia dan juri memutar otak agar seleksi tetap adil bagi semua peserta. Metode yang digunakan adalah pengerjaan soal secara daring serta ujian langsung melalui Zoom. “Ini tantangan yang sangat unik. Kita harus hadapi agar seluruh peserta dapat mengeluarkan kemampuannya, dan kita memperoleh penilaian yang menyeluruh terhadap mereka,” terang Wahyudi Az-zukhruf, Juri MFQ, Rabu (15/7/2026).
Sementara itu, seleksi Pop Solo Islami harus diselenggarakan secara hybrid. Hal ini dikarenakan ada salah satu juri yang tidak dapat hadir secara langsung ke kampus.
"Alhamdulillah, teman-teman UKM sangat responsif dalam memahami kondisi ini. Selain itu ada kondisi efisiensi juga. Demi mencapai tujuan memilih wakil terbaik UIN Sunan Kalijaga pada setiap lomba, panitia seleksi dan juri dapat mengelola opsi-opsi alternatif untuk menyelenggarakan seleksi, sehingga dapat tetap berjalan lancar," tambah Nuraini Ahmad, salah satu panitia seleksi.
Pada akhirnya, setiap cabang lomba terselenggara dengan baik untuk memilih wakil terbaik UIN Sunan Kalijaga. Mereka diharapkan mampu mengharumkan nama kampus dalam ajang PORSI JAWARA II 2026 yang akan digelar di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada September mendatang.(humassk)