1002299284.jpg

Kamis, 30 Juli 2026 16:15:00 WIB

0

PBAK 2026 UIN Sunan Kalijaga: Keceriaan, Kreativitas, Persahabatan, Anti-Bullying, dan Spirit Islami

Memasuki lingkungan perguruan tinggi bukan sekadar perpindahan dari bangku sekolah ke ruang kuliah. Bagi mahasiswa baru, fase tersebut juga menjadi awal untuk membangun kemandirian, menemukan lingkungan pertemanan, serta beradaptasi dengan budaya akademik yang lebih dinamis.


Kesadaran itulah yang menjadi landasan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mempersiapkan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang penyambutan yang menyenangkan, kreatif, penuh persahabatan, bebas dari perundungan, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Arah pelaksanaan PBAK tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis (30/7/2026). Pertemuan diikuti para wakil dekan bidang kemahasiswaan dari seluruh fakultas, organisasi mahasiswa tingkat universitas dan fakultas, unit kegiatan mahasiswa, serta panitia PBAK 2026.

Dalam arahannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Abdur Rozaki, menekankan pentingnya pendekatan penuh keceriaan, kreativitas, persahabatan, komitmen anti-bullying, serta pembiasaan ibadah sebagai fondasi adaptasi mahasiswa baru. PBAK 2026 akan diawali dengan sholat Dhuha bersama, sebagai langkah humanis dan islami. “Agar sholat Dhuha menjadi kebiasaan mahasiswa selama mereka kuliah nanti,” ujarnya.

Prof. Rozaki juga menegaskan bahwa setiap mahasiswa memiliki ketahanan mental, resiliensi, dan kemampuan akademik yang berbeda. Karena itu, kreativitas dari organisasi mahasiswa (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi kunci agar mahasiswa baru merasa nyaman dan cepat beradaptasi. “Ketika kita sentuh dengan kreativitas, maka mereka akan enjoy. Maka tunjukkan apa yang kuat di ormawa, di UKM, di fakultas,” tegasnya.

Target idealnya adalah 80 persen mahasiswa baru dapat terlibat aktif dalam kegiatan organisasi di tingkat fakultas maupun universitas. Tanpa keterlibatan tersebut, mahasiswa berisiko merasa terasing. Untuk itu, media sosial kampus dan organisasi mahasiswa harus menampilkan kegiatan yang menarik, eksotik, dan penuh kebaikan. “Budaya digital itu eranya anak-anak baru. Kebaikan harus disebar, jangan disimpan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rozaki menekankan perlunya ice breaking agar panitia memiliki bekal menghadapi mahasiswa baru dengan cara menyenangkan. Prinsip utama yang harus dijunjung adalah persahabatan, tanpa bentakan atau intimidasi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Panitia PBAK 2026, Akhmad Abdillah, mengatakan bahwa tema “Humanisasi Profetik dan Kesadaran Kritis di Era Teknopoli: Meneguhkan Identitas Integratif-Interkonektif Menuju Transformasi Sosial” menjadi kerangka utama dalam merancang seluruh rangkaian kegiatan. Tema tersebut diterjemahkan ke dalam pendekatan PBAK yang mendorong mahasiswa baru untuk mengenali budaya akademik, membangun nalar kritis, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta memahami perannya sebagai bagian dari masyarakat.

Humanisasi profetik menempatkan penghormatan terhadap martabat manusia, etika, dan nilai-nilai kenabian sebagai dasar interaksi selama PBAK. Kesadaran kritis diarahkan agar mahasiswa mampu menilai informasi secara rasional dan tidak sekadar menjadi pengguna pasif teknologi. Sementara itu, identitas integratif-interkonektif diperkenalkan sebagai cara pandang yang mempertemukan ilmu keislaman, sains, dan realitas sosial dalam menjawab persoalan zaman.


Dalam rapat koordinasi tersebut, juga mengemuka jadwal dan rangkaian persiapan PBAK 2026, termasuk proses registrasi mahasiswa baru yang dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperuntukkan bagi mahasiswa dari jalur SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, Mandiri Prestasi, Keberagaman, dan International Undergraduate Program (IUP). Registrasi daring untuk kelompok ini berlangsung pada 25 Juli hingga 7 Agustus 2026, sedangkan registrasi ulang secara luring dilaksanakan pada 4–7 Agustus 2026 di Gedung Prof. Amin Abdullah.

Sementara itu, gelombang kedua mencakup mahasiswa dari jalur Mandiri Skor SNBT atau UM-PTKIN, Portofolio Luar Negeri, Difabel, dan CBT. Registrasi daring dijadwalkan pada 10–14 Agustus 2026, disusul registrasi ulang secara luring pada 10, 11, dan 14 Agustus 2026 di fakultas masing-masing.

Adapun Pelaksanaan PBAK 2026 dijadwalkan pada Rabu–Jumat, 19–21 Agustus 2026, bertempat di Laboratorium Agama, Gedung Prof. Amin Abdullah, serta gedung dan halaman fakultas.

PBAK 2026 menjadi pijakan awal untuk membangun pengalaman belajar yang sehat dan bermakna bagi mahasiswa baru. Melalui pendekatan yang humanis, inklusif, dan bebas dari perundungan, UIN Sunan Kalijaga mendorong lahirnya generasi yang kritis, berintegritas, mampu berkolaborasi, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.(humassk)