Proses rehabilitasi penyalahgunaan narkotika tidak hanya berfokus pada pemulihan kondisi fisik dan psikologis, tetapi juga pada kemampuan penyintas untuk kembali menjalani kehidupan yang produktif. Kesadaran inilah yang melandasi inovasi layanan bimbingan karier yang dikembangkan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui media Card Career Adventure.
Inovasi tersebut diterapkan dalam kegiatan bimbingan kelompok yang dilaksanakan di Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sintang, Senin (27/7/2026). Mahasiswa BKI UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Satrio Mufid Mafendi, menggunakan media yang dikembangkan bersama Ketua Program Studi yang sama, Zaen Musyrifin, S.Sos.I., M.Pd.
Turut serta dalam kegiatan tersebut, residen rehabilitasi dan mahasiswa dalam upaya membantu peserta mengenali potensi diri, memahami minat dan kemampuan yang dimiliki, serta menyusun arah pengembangan karier sebagai bekal setelah menyelesaikan proses rehabilitasi maupun pendidikan.
Pihak BNN Kabupaten Sintang menilai bimbingan karier menjadi salah satu upaya penting dalam memperkuat kesiapan peserta untuk kembali menjalani kehidupan bermasyarakat dengan lebih percaya diri dan memiliki tujuan yang jelas.
Sementara itu, dalam sesi bimbingan, Muhammad Satrio Mufid Mafendi mengajak peserta memahami bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan, terlepas dari pengalaman hidup yang pernah dihadapi. Perencanaan karier, menurutnya, menjadi langkah awal untuk membangun masa depan yang lebih terarah melalui pengenalan diri, pemetaan kemampuan, serta penyusunan target yang realistis.
Pendekatan tersebut kemudian dipraktikkan melalui media Card Career Adventure, sebuah media bimbingan yang menggabungkan permainan edukatif dengan diskusi kelompok. Peserta diajak mengeksplorasi minat, nilai-nilai pribadi, kemampuan, serta berbagai peluang karier yang sesuai dengan potensi masing-masing.
Hasil eksplorasi tersebut selanjutnya dituangkan ke dalam Career Map, yaitu peta pengembangan karier yang memuat gambaran tujuan serta langkah-langkah yang dapat ditempuh peserta untuk mewujudkannya. Melalui pendekatan yang partisipatif, proses bimbingan berlangsung lebih interaktif dan mendorong peserta aktif merefleksikan pengalaman, kekuatan diri, serta harapan mereka setelah menyelesaikan program rehabilitasi.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi keilmuan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dalam menghadirkan layanan bimbingan dan konseling yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga rehabilitasi, inovasi media bimbingan karier dapat memperkuat proses reintegrasi sosial para penyintas, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan layanan konseling yang lebih kontekstual, aplikatif, dan berdampak bagi pemberdayaan masyarakat.(humassk)