UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Berdasarkan Transparent Ranking of Universities: OpenAlex Edition pada July 2026 yang diterbitkan oleh Cybermetrics Lab (kelompok riset di bawah Instituto de Políticas y Bienes Públicos, CSIC–Spanyol), UIN Sunan Kalijaga menempati peringkat pertama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia dalam capaian publikasi dengan sitasi tertinggi.
Pada
edisi Juli 2026 ini, UIN Sunan Kalijaga mencatatkan prestasi sebagai PTKIN
terbaik di Indonesia, menempati peringkat pertama dari 34 PTKIN yang masuk
dalam pemeringkatan. Tidak hanya itu, UIN Sunan Kalijaga juga berhasil menembus
peringkat ke-25 secara nasional dari 846 perguruan tinggi di Indonesia dan
berada pada peringkat ke-2.022 dunia dari sekitar 17.400 perguruan tinggi yang
dievaluasi. Prestasi tersebut didukung oleh 12 artikel ilmiah yang masuk
kategori Top 1% most cited papers dan
154 artikel yang masuk kategori Top 10%
most cited papers, menunjukkan tingginya dampak publikasi ilmiah sivitas
akademika UIN Sunan Kalijaga di tingkat internasional.
Berbeda
dengan pemeringkatan perguruan tinggi yang umumnya menggunakan berbagai
indikator, Transparent Ranking edisi OpenAlex secara khusus mengukur
kualitas dampak publikasi ilmiah berdasarkan jumlah artikel yang berhasil masuk dalam kelompok Top 1% dan Top 10%
paper paling banyak disitasi di dunia. Penilaian menggunakan data OpenAlex
Database untuk publikasi periode 2021–2025, dengan pengumpulan data pada minggu pertama Juli 2026,
mencakup sekitar 17.400 perguruan
tinggi di seluruh dunia.
Dengan
demikian, capaian ini tidak hanya mencerminkan tingginya produktivitas
publikasi, tetapi juga menunjukkan bahwa hasil-hasil riset sivitas akademika
UIN Sunan Kalijaga memiliki pengaruh yang luas dan diakui oleh komunitas ilmiah
internasional melalui tingginya tingkat sitasi.
Keberhasilan
ini sekaligus memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga dalam berbagai pemeringkatan
internasional. Sebelumnya, pada Webometrics
Ranking of Universities edisi Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga juga
tercatat sebagai PTKIN terbaik di
Indonesia, menempati peringkat
ke-22 nasional dan peringkat
1.115 dunia.
Meskipun
diterbitkan oleh lembaga yang sama, yakni Cybermetrics Lab (CSIC–Spanyol), kedua pemeringkatan tersebut
memiliki metodologi yang berbeda.
Webometrics
Ranking of Universities
merupakan pemeringkatan komposit yang menggabungkan empat indikator utama,
yaitu Visibility, Openness,
Excellence, dan Impact
sehingga menggambarkan performa institusi secara menyeluruh dalam ekosistem
digital dan riset.
Sementara
itu, Transparent Ranking of Universities: OpenAlex Edition
berfokus secara eksklusif pada kinerja
sitasi ilmiah, yakni jumlah publikasi yang berhasil masuk dalam kelompok
Top 1% dan Top 10% paper paling banyak
disitasi berdasarkan basis data OpenAlex.
Menanggapi
capaian tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi
menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari ikhtiar universitas dalam
membangun budaya akademik yang unggul dan berdaya saing global.
“Pencapaian
ini patut kita syukuri sebagai hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
Menjadi PTKIN terbaik dalam Transparent
Ranking menunjukkan bahwa karya-karya ilmiah yang dihasilkan UIN Sunan Kalijaga
makin memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat
internasional. Ini sekaligus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan
kualitas riset, memperluas jejaring kolaborasi global, dan menghadirkan inovasi
yang memberi manfaat bagi masyarakat.”
Rektor
menambahkan bahwa keberhasilan memimpin pemeringkatan Transparent Ranking dan Webometrics
pada periode yang sama menunjukkan bahwa transformasi UIN Sunan Kalijaga
sebagai universitas riset berkelas dunia (world-class
research university) berjalan pada jalur yang tepat. Menurutnya, kualitas
publikasi, dampak sitasi, keterbukaan ilmu pengetahuan, dan kolaborasi
internasional akan terus menjadi prioritas dalam mendukung visi UIN Sunan
Kalijaga sebagai kampus yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global.
Sementara
itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan
Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan indikator makin
kuatnya kualitas dan dampak penelitian yang dihasilkan sivitas akademika UIN
Sunan Kalijaga.
“Alhamdulillah,
capaian ini menjadi bukti bahwa riset yang dikembangkan di UIN Sunan Kalijaga
tidak hanya produktif dari sisi jumlah publikasi, tetapi juga memiliki dampak
akademik yang tinggi, tecermin dari banyaknya artikel yang masuk dalam kelompok
publikasi paling banyak disitasi. Ini merupakan hasil dari penguatan ekosistem
riset, peningkatan kolaborasi nasional maupun internasional, serta komitmen
para dosen dan peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” ujar
Dr. Abdul Qoyum.
Menurutnya,
capaian tersebut menjadi motivasi bagi LPPM untuk terus memperkuat pendampingan
riset, peningkatan kualitas publikasi bereputasi internasional, serta
pengembangan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara agar kontribusi
keilmuan UIN Sunan Kalijaga makin diakui di tingkat global.
Konsistensi
UIN Sunan Kalijaga memimpin PTKIN pada kedua pemeringkatan tersebut menunjukkan
bahwa penguatan budaya riset di kampus tidak hanya menghasilkan peningkatan
visibilitas kelembagaan, tetapi juga menghasilkan karya-karya ilmiah yang
memiliki dampak akademik tinggi di tingkat global.
Capaian
ini menjadi indikator bahwa strategi pengembangan riset, kolaborasi
internasional, peningkatan kualitas publikasi, serta penguatan ekosistem
akademik yang terus dibangun UIN Sunan Kalijaga mulai memberikan hasil nyata. Di
tengah persaingan perguruan tinggi yang makin kompetitif, keberhasilan ini
mempertegas posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu perguruan tinggi Islam
terkemuka yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan
menjawab tantangan global melalui riset yang berkualitas.
Prestasi
tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus
meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jejaring kolaborasi internasional,
serta menghasilkan publikasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan
dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, dan peradaban.
(humassk)